SAUMLAKI, FordataNews.com – Deklarasi RT Mandiri di kawasan Pasar Omele, Desa Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), bukan sekadar seremoni.
Warga RT.015/RW.003 justru langsung menerjemahkan semangat “Oleh Kita, Untuk Kita” ke dalam langkah konkret dengan membangun sistem keamanan lingkungan secara swadaya.
Pelaksanaan Deklarasi RT Mandiri tersebut digelar di Gedung Koperasi Desa Merah Putih Desa Sifnana, Sabtu (22/08/2026).
Melalui kesepakatan bersama antara pengurus RT, warga, pelaku usaha dan nelayan, kawasan Pasar Omele mulai membangun pola pengamanan lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung, termasuk melalui ronda malam dengan dukungan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan kawasan pasar yang aman, tertib, nyaman dan mandiri.
Gerakan RT Mandiri ini juga sejalan dengan semangat pemberdayaan masyarakat dalam agenda 100 hari kerja Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa dan Wakil Bupati dr. Juliana Chatarina Ratuanak, khususnya dalam mendorong masyarakat untuk ikut mengambil peran dalam pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
KEAMANAN TAK HANYA ANDALKAN APARAT
Deklarasi RT Mandiri di Pasar Omele dihadiri Wakapolres Kepulauan Tanimbar, Kompol Wilhelmus B. Minanlarat, bersama Kasat Binmas yang memberikan pemaparan mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Hadir pula perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) KKT, Buce Turlel, yang memberikan materi mengenai konsep dan pengelolaan RT Mandiri.
Turut hadir Sekretaris Desa Sifnana Ladislaus Londar, Ketua BPD Sifnana Yakop Fenanlampir, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua RT.015 beserta perangkat, warga serta sejumlah pelaku usaha di kawasan Pasar Omele.
Dalam pemaparannya, Wakapolres bersama Kasat Binmas menegaskan bahwa keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian dan TNI.
Masyarakat memiliki peran penting untuk menciptakan kondisi lingkungan yang aman dan tertib.
Pesan tersebut kemudian diterjemahkan warga RT.015 melalui pembentukan sistem keamanan berbasis swadaya masyarakat.
IURAN SWADAYA UNTUK RONDA MALAM
Kesepakatan penting yang lahir dalam deklarasi tersebut adalah penetapan iuran swadaya bulanan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat di wilayah RT.015.
Iuran itu akan digunakan untuk mendukung pembiayaan keamanan warga dan pedagang melalui sistem ronda malam.
Besaran iuran tersebut disesuaikan dengan aktivitas dan kondisi warga. Warga yang bukan pedagang dikenakan Rp10 ribu per bulan, pedagang Rp30 ribu per bulan, sedangkan nelayan tangkap Rp50 ribu per bulan.
Untuk penagihan iuran, disepakati akan dilakukan oleh pihak RT setiap tanggal 6 setiap bulan. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam nota kesepakatan dan ditandatangani bersama oleh pihak-pihak yang terlibat.
Sistem keamanan tersebut nantinya melibatkan masyarakat dalam ronda malam dengan dukungan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Langkah ini menjadi penting karena kawasan Pasar Omele dinilai membutuhkan perhatian terhadap potensi gangguan Kamtibmas, terutama ketika aktivitas perdagangan telah berakhir pada malam hari.
RT MANDIRI: WARGA JADI SUBJEK PEMBANGUNAN
Perwakilan DPMD KKT, Buce Turlel, menjelaskan bahwa konsep RT Mandiri diarahkan untuk mendorong masyarakat agar mampu mengelola lingkungannya secara bersama-sama.
Tidak hanya keamanan, konsep tersebut juga mencakup kebersihan, ketertiban dan penyelesaian berbagai persoalan lingkungan melalui partisipasi masyarakat.
“Deklarasi RT Mandiri ini menjadi momentum untuk menyatukan tekad seluruh pihak dalam membangun kemandirian pengelolaan lingkungan Pasar Omele,” ungkap Turlel.
Menurutnya, masyarakat tidak semestinya hanya menjadi objek pembangunan. Warga harus diberikan ruang untuk menjadi bagian dari proses pengelolaan dan penyelesaian persoalan di lingkungannya.
Semangat tersebut selaras dengan prinsip “Oleh Kita, Untuk Kita” yang menjadi landasan deklarasi RT Mandiri.
SELARAS PROGRAM UNGGULAN PEMDA
RT Mandiri sendiri, merupakan program unggulan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada pemerintahan Bupati Ricky Jauwerissa dan Wakil Bupati Juliana Ch. Ratuanak periode 2025–2030. Program ini diluncurkan sebagai bagian dari program 100 hari kerja pemda.
Dalam momentum 100 hari kerja pemerintahan tersebut, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu elemen penting agar pembangunan tidak hanya berlangsung dari atas melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga tumbuh dari bawah melalui inisiatif masyarakat.
RT Mandiri di Pasar Omele memperlihatkan bahwa masyarakat dapat mengambil peran langsung dalam menjaga wilayahnya.
Pemdes, BPD, TNI-Polri, pengurus RT, warga, pedagang, pelaku usaha dan nelayan dipertemukan dalam satu kepentingan, yakni menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan mandiri.
Model tersebut sekaligus dapat menjadi contoh bahwa pembangunan daerah tidak selalu harus menunggu program berskala besar.
Dari tingkat RT, masyarakat dapat memulai dengan membangun kesepakatan, menggalang swadaya dan menjalankan tanggung jawab secara bersama-sama.
DARI PASAR OMELE UNTUK KEMANDIRIAN
Deklarasi RT Mandiri akhirnya bukan sekadar penetapan sebuah status. Ada komitmen warga untuk membiayai keamanan, ada sistem ronda yang disiapkan, ada pembagian tanggung jawab dan ada kesepakatan bersama yang menjadi dasar pelaksanaannya.
Dengan dukungan pemdes dan aparat keamanan, Pasar Omele diharapkan berkembang menjadi kawasan perdagangan yang tidak hanya hidup secara ekonomi, tetapi juga aman, nyaman, bersih dan tertib.
Lebih jauh, gerakan ini membawa pesan bahwa kemandirian Tanimbar dapat dibangun dari lingkungan terkecil. Dari RT, dari warga, dan dari kesadaran untuk menjaga wilayah sendiri.
Sebab pada akhirnya, keamanan bukan hanya tentang siapa yang berjaga, tetapi tentang siapa yang merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya.
Baca Juga:
Pasar Malam Sifnana Menghibur, Warga dan Aparat Bersatu Pulihkan Citra Hiburan Keluarga
Pasar Malam Sifnana Menghibur, Warga dan Aparat Bersatu Pulihkan Citra Hiburan Keluarga
Dan di Pasar Omele, warga RT.015 telah memilih untuk memulainya dengan satu prinsip, “Oleh Kita, Untuk Kita.” (*)







