Di Balik Seragam Polisi, AIPDA Theo Oratmangun Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Harapan di Larat

Panen Melimpah, Ketahanan Pangan Terjamin

LARAT, FordataNews.com – Di tengah rutinitasnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, seorang Anggota Polisi di Kecamatan Tanimbar Utara menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu dilakukan dengan mengenakan rompi atau mengatur lalu lintas maupun menjaga keamanan. Ada cara lain yang tak kalah mulia, yakni menanam harapan dari sebidang lahan tidur.

Sosok itu adalah AIPDA Theo Oratmangun, personel Polsek Larat, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Di luar jam dinas, ia memilih menghabiskan waktu dengan mencangkul tanah, menanam bibit, dan merawat sayur-mayur di sebidang lahan kosong di samping rumah Pastoran Larat.

INISIATIF JADI KENYATAAN

Lahan yang sebelumnya terbengkalai itu kini berubah menjadi kebun hijau yang menghasilkan aneka sayuran segar. Perubahan tersebut lahir dari sebuah inisiatif sederhana yang dilakukan bersama dua sahabat karibnya.

Setiap selesai menjalankan tugas sebagai Anggota Polri, Theo hampir selalu menyempatkan diri mengunjungi rumah Pastoran Larat. Di tempat itu ia kerap berkumpul bersama dua sahabat karibnya. Yeri Malindir, seorang Pegawai Negeri Sipil di Dinas Perikanan Tanimbar Utara, serta Pastor Paroki setempat, RD Coff Uweubun.

PASTOR BERI DUKUNGAN DAN DOA

Dari obrolan santai mereka, muncul gagasan memanfaatkan lahan tidur yang selama ini tidak digunakan. Gagasan tersebut langsung mendapat dukungan penuh dari Pastor RD Coff Uweubun yang menyediakan bibit sayuran dan pupuk untuk memulai penanaman.

Bibit yang disediakan Imam sekaligus sahabat karib ini terdiri dari Cabai, Kangkung, Sawi Hijau, Sawi Putih, dan Bayam, bahkan hingga pupuk.

Kerja keras mereka pun membuahkan hasil. Kebun kecil itu kini tumbuh subur dan telah menghasilkan panen melimpah hingga beberapa kali.

Saat ditemui media ini, AIPDA Theo Oratmangun mengatakan bahwa kegiatan berkebun tersebut berawal dari keinginan memanfaatkan waktu luang setelah menjalankan tugas sebagai abdi negara.

“Ini hanya untuk mengisi waktu setelah bertugas. Selain itu juga menjadi olahraga agar badan tetap sehat. Apalagi Pastor berikan dukungan penuh berupa pembibitan, pupuk, dan bahkan doa,” ujarnya.

 

BEBERKAN TUTORIAL

AIPDA Theo Oratmangun bahkan menerangkan secara rinci tentang tutorial agar bagaimana sayuran yang diusahakan, tumbuh dengan subur dan memuaskan.

Dijelaskan, Pupuk yang digunakan berjenis NPK 16-16-16. Pupuk jenis ini adalah pupuk majemuk seimbang yang mengandung 16 persen Nitrogen (N), 16 persen Fosfor (P), dan 16 persen Kalium (K). Pupuk ini sangat populer untuk menyuburkan tanaman, mempercepat pertumbuhan daun dan akar, serta lebatnya buah.

“Kita pakai NPK 16-16-16 ini sekedar untuk kesuburan tanaman. Setelah itu kita manfaatkan pupuk alami berupa daun Pete Cina atau Lamtoro yang direndam lalu digunakan untuk menyirami jika sayur sudah mulai tumbuh sampai panen tiba,” jelas Anggota Polisi kreatif ini.

 

HASIL MELIMPAH

Dengan semangat gotong royong, ketiga sahabat karib ini membersihkan lahan, mengolah tanah, hingga menanam berbagai jenis sayuran.

Lahan tidur yang semula terbengkalai tersebut kini membuahkan hasil yang melimpah. Terdapat total sebanyak 18 bedengan. 2 bedeng ditanami sekitar 70 pohon Cabai berkualitas unggul, dan 16 bedengan lainnya ditanami sayur.

Jika tiba waktunya panen, selain dikonsumsi sendiri, hasilnya selalu dibagi kepada tetangga, bahkan kelebihannya bisa dijual langsung ke pedagang yang selalu berebutan di pasar setempat.

 

JADI CONTOH DAN INSPIRASI

Namun, lebih dari sekadar hobi, Theo mengaku memiliki harapan yang lebih besar. Ia ingin memberi contoh kepada masyarakat bahwa siapa pun bisa memanfaatkan lahan kosong menjadi sumber pangan yang bermanfaat.

Menurutnya, kesadaran masyarakat di Kecamatan Tanimbar Utara untuk mengonsumsi sayur masih tergolong rendah. Karena itu, ia berharap kebun sederhana yang mereka bangun dapat menjadi inspirasi agar masyarakat mulai gemar menanam dan mengonsumsi sayuran sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Theo juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Bagi Theo, kebun kecil di samping Pastoran Larat bukan sekadar tempat menanam sayur. Kebun itu menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang membawa manfaat nyata.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa polisi, pastor, maupun PNS juga bisa berkebun. Kalau kami bisa memanfaatkan lahan kosong untuk menghasilkan sayur, tentu masyarakat juga bisa melakukannya,” tuturnya.

Di tengah berbagai tantangan kehidupan, kisah AIPDA Theo Oratmangun dan dua sahabatnya menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali lahir dari langkah-langkah kecil.

Baca Juga:

SMKN 3 Pulau Morotai Kembali Panen Raya Kangkung, Bukti Sukses PKL dan Regenerasi Petani Muda

SMKN 3 Pulau Morotai Kembali Panen Raya Kangkung, Bukti Sukses PKL dan Regenerasi Petani Muda

Dari sebidang lahan yang dulu terlantar, kini tumbuh sayuran, semangat gotong royong, dan harapan akan lahirnya masyarakat yang lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. (*)