MOROTAI, FordataNews.com – SMK Negeri 3 Pulau Morotai kembali menorehkan prestasi melalui panen raya kangkung yang dilaksanakan siswa-siswi Kelas XI di Desa Cucumare, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Senin (2/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata keberhasilan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) dalam membentuk peserta didik yang kompeten, terampil, dan siap menghadapi dunia kerja.
Panen raya tersebut merupakan hasil kerja keras para siswa selama menjalani PKL di sektor pertanian dengan pendampingan sekolah serta dukungan dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) wilayah kerja Pulau Morotai.

Hasil panen yang diperoleh menunjukkan kualitas yang baik dan mencerminkan keberhasilan proses pembelajaran berbasis praktik di lapangan.
Kepala SMK Negeri 3 Pulau Morotai, Lilis Endriani, mengungkapkan bahwa keberhasilan panen raya ini menjadi indikator nyata komitmen sekolah dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi serta kesiapan memasuki dunia kerja maupun berwirausaha.
“Panen raya sayuran hasil PKL siswa kelas XI ini adalah bukti komitmen sekolah dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja. Saya mengapresiasi dedikasi seluruh siswa dan instruktur yang terlibat. Hasil panen yang berkualitas ini menunjukkan bahwa proses transfer ilmu dan praktik selama masa PKL berjalan secara optimal dan profesional,” ujarnya.
Menurutnya, selama mengikuti PKL, para siswa tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis di bidang pertanian, tetapi juga dibekali dengan nilai-nilai penting seperti disiplin, kerja keras, tanggung jawab, dan jiwa kewirausahaan.
“Kami berharap modal mental dan keterampilan yang diperoleh selama PKL dapat menjadi bekal kuat bagi siswa ketika memasuki dunia industri maupun membuka usaha secara mandiri setelah lulus nanti,” tambahnya.
Dukungan penuh terhadap program tersebut juga datang dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kementerian Pertanian wilayah kerja Pulau Morotai.
Melalui pengawasan dan bimbingan teknis yang diberikan, BPP menilai para siswa memiliki potensi besar untuk menjadi generasi baru petani modern yang mampu menjawab tantangan sektor pertanian masa depan.
Ketua Tim Kerja BPP wilayah Morotai, Sulnani Abdullah, menegaskan bahwa kolaborasi antara sekolah dan instansi pertanian menjadi kunci penting dalam mencetak petani milenial yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Melalui fungsi pengawasan dan bimbingan teknis yang diberikan, kami lihat potensi besar dalam diri para siswa untuk menjadi penggerak regenerasi petani modern. Sinergi ini penting karena mencetak petani milenial yang kompeten dan melek teknologi. Hal ini tidak bisa dilakukan oleh sekolah sendirian, melainkan harus didukung oleh instansi pertanian yang bergerak langsung di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua OSIS sekaligus peserta PKL kelas XI, Pinkan Agustina Gula, mengaku program tersebut memberikan banyak pengalaman berharga bagi para siswa.
Ia melihat adanya perubahan sikap dan pola pikir teman-temannya selama mengikuti kegiatan di lapangan.
“Saya melihat langsung bagaimana teman-teman yang biasanya santai di sekolah berubah menjadi sangat disiplin dan bertanggung jawab saat mengelola lahan pertanian ini. Kami siap membuktikan bahwa generasi muda juga bisa dan mampu memajukan sektor pertanian dengan cara yang modern,” katanya.
Keberhasilan panen raya kangkung ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi yang dipadukan dengan praktik lapangan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan produktif.
Baca Juga:
Panen Raya Kacang Tanah SMK Negeri 3 Morotai, Bukti Nyata Pendidikan Vokasi Berbasis Praktik
Panen Raya Kacang Tanah SMK Negeri 3 Morotai, Bukti Nyata Pendidikan Vokasi Berbasis Praktik
Melalui kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan dunia pertanian, SMK Negeri 3 Pulau Morotai terus menunjukkan perannya dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mencetak generasi muda yang siap menjadi pelaku utama pembangunan sektor pertanian di masa depan. (*)







