SAUMLAKI, FordataNews.com – Langit Tanimbar, daerah ujung timur Indonesia yang kental dengan adat Duan Lolat serta budaya Bakar Batu, Kamis (16/7/2026), menjadi saksi datangnya delegasi elite pemerintah pusat.
Pesawat carter Garuda Indonesia Boeing 737-800 NG mendarat mulus di Bandara Mathilda Batlayeri, mengangkut sejumlah pejabat tinggi negara yang akan menghadiri prosesi ground breaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.

Kedatangan pesawat berbadan sedang milik Garuda Indonesia itu bukan sekadar aktivitas penerbangan biasa.
Di balik pendaratannya, tersimpan pesan tegas bahwa pemerintah pusat tetap memberikan perhatian serius terhadap percepatan salah satu proyek migas terbesar di Indonesia yang telah lama dinantikan dan dirindukan realisasinya itu.
Di dalam pesawat tersebut turut hadir Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, bersama sejumlah pejabat strategis lainnya yang ditugaskan mewakili pempus pada agenda peletakan batu pertama proyek bernilai investasi puluhan miliar Dolar AS itu.
Kepala Bandara Mathilda Batlayeri, Akhmad Romi, membenarkan bahwa pesawat Garuda Boeing 737-800 NG yang tiba di Saumlaki merupakan penerbangan carter khusus.
“Pesawat Garuda Boeing 737-800 NG ini merupakan penerbangan carter yang membawa tamu-tamu VIP pemerintah pusat untuk menghadiri agenda ground breaking Proyek Strategis Nasional Blok Masela,“ ujarnya.

Meski Presiden Prabowo Subianto dipastikan tidak hadir karena menjalankan agenda kenegaraan lain, kehadiran para pejabat senior tersebut menunjukkan bahwa Blok Masela tetap menjadi prioritas dalam agenda pembangunan nasional.
Absennya Presiden tidak mengurangi bobot politik maupun strategis dari pelaksanaan proyek yang selama bertahun-tahun menjadi perhatian pemerintah.
Ground breaking ini juga menjadi penanda dimulainya fase baru percepatan investasi sektor energi nasional. Selama bertahun-tahun, Blok Masela lebih banyak berada pada tahap perencanaan.
Kini, proyek tersebut mulai bergerak menuju implementasi yang diharapkan mampu mendongkrak produksi gas nasional, memperkuat ketahanan energi, serta meningkatkan kontribusi sektor migas terhadap perekonomian Indonesia.
Bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, proyek ini dipandang sebagai peluang besar untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah.
Investasi berskala raksasa tersebut diharapkan membuka ribuan lapangan kerja, mendorong pembangunan infrastruktur, menggerakkan usaha lokal, meningkatkan kualitas SDM, serta melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.
Sementara di tingkat nasional, percepatan Blok Masela menjadi bagian penting dari strategi pemerintah menjaga keberlanjutan pasokan energi domestik dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama industri gas alam di kawasan Asia Pasifik.
Selain rombongan yang menggunakan pesawat Garuda Indonesia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama rombongan juga telah lebih dahulu tiba di Tanimbar menggunakan pesawat jet milik Kementerian ESDM untuk menghadiri agenda yang sama.
Mendaratnya dua penerbangan khusus yang membawa jajaran pejabat tinggi negara itu memperlihatkan bahwa pemerintah tidak sekadar menggelar seremoni.

Baca Juga:
Pangdam XV/Pattimura dan Forkopimda Matangkan Persiapan Ground Breaking Blok Masela
Pangdam XV/Pattimura dan Forkopimda Matangkan Persiapan Ground Breaking Blok Masela
Kehadiran mereka menjadi simbol kuat komitmen negara mengawal percepatan PSN Blok Masela, proyek yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi Tanimbar sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan. (*)







