SAUMLAKI, FordataNews.com – Warga Kota Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang masih hidup di dalam sebuah karung putih yang dibuang di kawasan tempat pembuangan sampah (TPA), Sabtu (27/6/2026) sore.
Peristiwa yang mengundang keprihatinan itu terjadi di belakang Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, tepatnya di Jalan Poros Dua, sekitar pukul 15.25 waktu setempat.
Bayi malang tersebut pertama kali ditemukan oleh Mateus Kelbulan (46), seorang petugas Pemadam Kebakaran, yang saat itu sedang berolahraga lari sore di sekitar lokasi.
Mateus mengaku awalnya mendengar suara tangisan bayi yang samar saat hendak memarkir sepeda motornya.
Rasa penasaran mendorongnya mencari sumber suara hingga sekitar 15 meter dari lokasi awal. Betapa terkejutnya ia ketika menemukan sebuah karung putih di semak-semak dekat tumpukan sampah.

“Saya sangat terkejut saat membuka karung tersebut dan melihat ada bayi laki-laki di dalamnya. Ia masih hidup dan menangis,” ujar Mateus dengan nada haru.
Tanpa membuang waktu, Mateus segera meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan penemuan tersebut ke Pos Pemadam Kebakaran serta Polres Kepulauan Tanimbar.
Menindaklanjuti laporan itu, petugas jaga Pos Pemadam Kebakaran, Agustinus P. Olinger (49), mengerahkan lima personel menuju lokasi.
Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), aparat dari Kodim 1507/Saumlaki dan Polsek Tanimbar Selatan juga telah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan serta pendataan awal.
Bayi tersebut kemudian dievakuasi menggunakan mobil pemadam kebakaran dengan pengawalan aparat kepolisian menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. P.P. Magretti Saumlaki.
Satu pemandangan yang tak kalah mengiris hati tampak saat bayi tersebut dievakuasi. Tubuh mungilnya dibungkus dengan sehelai kain bendera Timnas Belanda berwarna merah, putih, dan biru.
Kain itu menjadi saksi bisu detik-detik penyelamatan seorang bayi yang sempat ditinggalkan di antara tumpukan sampah, namun masih diberi kesempatan untuk bertahan hidup.
Bayi malang tersebut tiba di rumah sakit sekitar pukul 16.15 WIT dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis, bayi diperkirakan telah berada di lokasi pembuangan selama kurang lebih delapan jam sebelum akhirnya ditemukan.
Meski ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan, kondisi kesehatannya dilaporkan stabil dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang kebidanan rumah sakit.
Sementara itu, Polres Kepulauan Tanimbar telah menerima laporan resmi dan langsung bergerak melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang diduga tega membuang bayi tersebut.
Penyelidikan meliputi olah tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, pemeriksaan sejumlah saksi, hingga penelusuran identitas ibu maupun pihak yang diduga bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
“Kami akan mengusut tuntas kasus ini. Tindakan membuang bayi merupakan tindak pidana serius yang melanggar hukum dan nilai-nilai kemanusiaan. Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini agar segera melapor kepada pihak kepolisian,” tegas pihak kepolisian.
Baca Juga:
Peneliti WWF Ungkap Penemuan Hewan Langka di Perairan MBD
Peneliti WWF Ungkap Penemuan Hewan Langka Di Perairan MBD
Kasus ini sontak menyita perhatian masyarakat Tanimbar. Banyak warga berharap pelaku segera ditemukan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sementara bayi tersebut dapat memperoleh perlindungan dan masa depan yang lebih baik. (*)







