Hari Farmasi Sedunia ke-17, IAI Tanimbar Dorong Apoteker Jadi Garda Terdepan Kesehatan

SAUMLAKI, FordataNews.com – Peringatan Hari Farmasi Sedunia ke-17 tahun 2026 menjadi momentum bagi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk menegaskan kembali peran strategis apoteker dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat.

Mengusung tema “Memberdayakan Apoteker untuk Masa Depan yang Lebih Sehat”, peringatan ke-17 tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi terhadap perkembangan profesi apoteker sekaligus tuntutan peningkatan kompetensi di tengah kompleksitas dunia kesehatan.

Ketua IAI Cabang Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Apt. Katharina A. C. Utukaman, S.Si., M.Farm, mengatakan, tema tersebut menempatkan pemberdayaan tenaga kefarmasian sebagai bagian penting dalam membangun masa depan kesehatan yang lebih baik.

Menurutnya, kompetensi, profesionalisme, inovasi dan kolaborasi menjadi kebutuhan utama tenaga kefarmasian dalam menghadapi perkembangan pelayanan kesehatan.

“Peringatan Hari Farmasi Sedunia ke-17 tahun 2026 ini bukan sekadar seremonial tahunan semata, tapi merupakan momentum penting merefleksikan kembali peran strategis serta apresiasi dan dukungan kepada tenaga apoteker serta seluruh tenaga kefarmasian di daerah ini,” kata Katharina Utukaman dalam sambutannya di Pendopo Bupati Kepulauan Tanimbar, Rabu (30/9/2026).

Ia menjelaskan, perkembangan profesi apoteker saat ini telah jauh melampaui tugas konvensional dalam meracik dan menyerahkan obat kepada pasien.

Apoteker, kata dia, memiliki peran strategis sebagai konselor terpercaya bagi pasien, edukator kesehatan masyarakat, sekaligus bagian penting dalam mendorong inovasi dan pengembangan kefarmasian.

Karena itu, pelayanan kesehatan membutuhkan kolaborasi antara apoteker, dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya untuk menekan risiko medication error serta memastikan efektivitas pengobatan dan keselamatan pasien.

“Memberdayakan bukan sekadar memberi ruang, melainkan memperkuat kompetensi, memberikan pengakuan yang layak, serta memperluas akses bagi apoteker untuk berkontribusi lebih besar dalam sistem pelayanan kesehatan,” tegasnya.

 

Semarakkan Hari Farmasi dengan Aksi Nyata

Dalam menyambut Hari Farmasi Sedunia yang diperingati setiap 25 September, IAI Cabang Kabupaten Kepulauan Tanimbar tidak hanya menggelar kegiatan internal organisasi, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan peningkatan kapasitas profesi.

Salah satunya adalah kegiatan donor darah yang dilaksanakan pada 25 September lalu melalui kolaborasi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kepulauan Tanimbar, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta RSUD dr. P. P. Magretti.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan momentum Hari Farmasi Sedunia sebagai kesempatan untuk memperkuat kepedulian sosial dan kolaborasi lintas profesi kesehatan.

Selanjutnya, pada 29 September, IAI Tanimbar juga melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas tenaga kefarmasian dengan menghadirkan akademisi dari Universitas Pancasila Jakarta serta narasumber dari lembaga pelatihan dan pendidikan di Molucas Ambon.

Materi yang diberikan antara lain berkaitan dengan jabatan fungsional farmasi dan penguatan pemahaman tenaga apoteker agar dapat menjalankan tugas sesuai kompetensi dan jabatan fungsionalnya.

Utukaman mengatakan, peningkatan kapasitas tersebut menjadi penting agar para apoteker semakin profesional dalam melakukan pengelolaan obat, mulai dari pengadaan, penyimpanan hingga pendistribusian di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

 

Apoteker Dituntut Lebih dari Sekadar Menyerahkan Obat

Ketua IAI Tanimbar ini menegaskan paradigma pelayanan kefarmasian terus berkembang. Apoteker tidak lagi cukup hanya memastikan obat tersedia dan diserahkan kepada pasien. Namun, Apoteker dituntut melakukan konseling, mengawasi kemungkinan interaksi obat, memperhatikan efek samping serta memastikan obat yang digunakan masyarakat memenuhi aspek mutu, keamanan dan kesesuaian dengan kondisi penyakit.

“Dulu kami berpikir bahwa kami hanya sekadar memberikan obat-obatan. Tapi saat ini sebagai apoteker kami harus lebih dulu melakukan konseling, melakukan pengawasan terhadap interaksi obat maupun efek samping obat,” jelasnya.

Menurutnya, tantangan tersebut semakin besar seiring perkembangan teknologi, digitalisasi kefarmasian dan munculnya berbagai penyakit baru. Kondisi tersebut menuntut tenaga apoteker dan seluruh tenaga kefarmasian untuk terus belajar, berinovasi dan memperbarui kompetensi.

 

Pemda Dorong Pemberdayaan Apoteker

Sementara itu, sambutan Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa yang dibacakan Staf Ahli Bupati, Jimmy Watumlawar, menyampaikan apresiasi terhadap peringatan Hari Farmasi Sedunia ke-17.

Pemda menilai tema “Memberdayakan Apoteker untuk Masa Depan yang Lebih Sehat” sangat relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini.

Apoteker, menurut pemerintah daerah, bukan sekadar tenaga yang berada di balik meja penyerahan obat, tetapi merupakan bagian penting dalam menjamin keamanan, efektivitas dan mutu penggunaan obat.

Khusus di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, tantangan geografis sebagai daerah kepulauan membuat pelayanan kefarmasian memiliki dinamika tersendiri. Aksesibilitas, distribusi obat hingga wilayah terpencil serta edukasi masyarakat mengenai penggunaan obat menjadi persoalan yang membutuhkan sinergi berbagai pihak.

Pemda mendorong agar apoteker memiliki ruang lebih luas untuk terlibat dalam intervensi klinis, edukasi kesehatan masyarakat dan pencegahan penyakit di rumah sakit, Puskesmas maupun apotek.

Pemda juga menekankan pentingnya peningkatan literasi obat masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan obat, resistensi antibiotik dan peredaran obat ilegal.

 

19 Apoteker Layani Tanimbar

Di tengah momentum peringatan Hari Farmasi Sedunia ke-17, IAI Tanimbar juga mengungkap kondisi tenaga apoteker di daerah tersebut.

Saat ini terdapat 19 apoteker di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Mereka tersebar pada sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, antara lain tiga orang di tiga Puskesmas, enam orang di dua rumah sakit dan lima orang di Dinas Kesehatan, sementara lainnya berada pada fasilitas pelayanan kefarmasian lainnya.

Selain itu, terdapat sekitar 48 tenaga teknis kefarmasian yang tersebar di Puskesmas, rumah sakit, Dinas Kesehatan, klinik dan sejumlah apotek.

Katharina Utukaman menilai jumlah tersebut masih membutuhkan penguatan, mengingat luas wilayah pelayanan dan karakteristik geografis Tanimbar sebagai daerah kepulauan.

Karena itu, momentum Hari Farmasi Sedunia ke-17 sekaligus menjadi dorongan agar penguatan sumber daya manusia kefarmasian mendapat perhatian berkelanjutan.

Atas nama IAI Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ketua IAI Cabang Kepulauan Tanimbar ini menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar atas dukungan, pembinaan dan pendampingan kepada para apoteker dalam menjalankan tugas pelayanan kefarmasian.

Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh tenaga apoteker atas kerja keras, ketelitian, dedikasi dan pengabdian dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Melalui momentum Hari Farmasi Sedunia ke-17, Utukaman mengajak seluruh tenaga kefarmasian untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan kompetensi dan menjadikan profesi kefarmasian sebagai bagian penting dalam mengedukasi masyarakat agar cerdas dan bijak menggunakan obat.

Peringatan Hari Farmasi Sedunia ke-17 tersebut dimeriahkan dengan pemotongan Kue Ulang Tahun, penyerahan cinderamata, hingga pengundian Door Price.

Baca Juga:

INPEX Masela Ltd Perkuat Perang Melawan DBD dan Malaria, Gandeng Pemda Bangun Fondasi Kesehatan Tanimbar 

INPEX Masela Ltd Perkuat Perang Melawan DBD dan Malaria, Gandeng Pemda Bangun Fondasi Kesehatan Tanimbar

“Teruslah bertumbuh, berjaya, serta membawa dampak nyata bagi kesehatan bangsa,” tutupnya. (*)