SAUMLAKI, FordataNews.com — Uskup Diosis Amboina, Monseigneur (Mgr.) Seno Ngutra, menegaskan pentingnya peran Kaum Bapa Katolik (KBK) dalam memperkuat kehidupan iman, membangun keharmonisan keluarga, serta menghidupkan pelayanan Gereja di tengah masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan saat Pertemuan Berkala dan Rekoleksi Kaum Bapa Katolik Kevikepan Kepulauan Tanimbar yang berlangsung di Paroki Santo Yoseph Lorwembun, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus KBK Kevikepan Kepulauan Tanimbar itu diikuti perwakilan KBK dari paroki dan stasi se-Kevikepan Kepulauan Tanimbar.
Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperdalam iman, mempererat persaudaraan, mengevaluasi program organisasi, sekaligus memperkuat tata kelola organisasi agar semakin terarah dan berkelanjutan.
Dalam arahannya, Mgr. Seno Ngutra menekankan bahwa kelompok Kaum Bapa Katolik maupun kelompok kategorial Gereja lainnya merupakan wadah penting bagi umat untuk bertumbuh dalam kehidupan rohani dan membangun solidaritas.
Menurutnya, keberadaan organisasi KBK di setiap paroki dan stasi harus benar-benar dihidupkan agar mampu mendorong pertumbuhan iman serta memperkuat kebersamaan umat.
Kelompok kategorial yang berjalan baik akan memberikan dampak positif bagi kehidupan menggereja. Sebaliknya, keterlibatan umat yang lemah dapat memengaruhi dinamika pelayanan di tingkat paroki maupun stasi.
Uskup juga mengingatkan bahwa kaum bapa memiliki tanggung jawab besar untuk menghayati panggilannya sebagai suami dan ayah sesuai dengan ajaran Gereja Katolik.
Seorang bapa tidak hanya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga harus menjadi teladan iman, kasih, kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab bagi istri serta anak-anaknya.
Paroki Tanpa KBK Akan Dievaluasi
Salah satu penegasan penting dalam pertemuan tersebut adalah komitmen Uskup Mgr. Seno Ngutra untuk melakukan evaluasi terhadap para Vikaris Episkopal dan pastor paroki yang hingga pelaksanaan kegiatan itu belum membentuk organisasi Kaum Bapa Katolik di paroki maupun stasi masing-masing.
Langkah evaluasi tersebut diarahkan untuk mendorong pembentukan dan penguatan organisasi KBK sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Gereja yang berjalan bersama.
Menurut Uskup, keberadaan organisasi tidak boleh sekadar menjadi formalitas. KBK harus menjadi ruang pembinaan iman, penguatan persaudaraan, dan pengembangan keterlibatan kaum bapa dalam kehidupan menggereja.
Dalam konteks itu, Kaum Bapa Katolik Kevikepan Kepulauan Tanimbar diharapkan dapat menjadi role model atau teladan bagi KBK di kevikepan lainnya dalam wilayah Keuskupan Amboina.
Harapan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pengurus dan seluruh anggota KBK Tanimbar untuk menunjukkan bahwa organisasi yang tertata dengan baik dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan iman umat dan pelayanan Gereja.
RD Anton Kawole Perdalam Panggilan KBK
Selain pengarahan dari Uskup Diosis Amboina, kegiatan ini juga diisi dengan rekoleksi yang dibawakan oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Amboina, RD Anton Kawole.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak memperdalam iman dan merefleksikan panggilan kaum bapa dalam kehidupan keluarga, Gereja, serta masyarakat.
Materi rekoleksi menekankan pentingnya keteladanan seorang ayah dalam membina anak-anak, menjaga kesetiaan dalam perkawinan, membangun keluarga yang harmonis, serta mengambil bagian secara aktif dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.
Rekoleksi menjadi kesempatan bagi para peserta untuk sejenak meninggalkan rutinitas sehari-hari dan melakukan refleksi atas perjalanan hidup serta tanggung jawab mereka sebagai suami, ayah, dan anggota Gereja.
Melalui pendalaman rohani tersebut, kaum bapa diharapkan semakin menyadari bahwa keluarga merupakan ruang pertama untuk menanamkan nilai-nilai Kristiani dan membangun karakter generasi penerus.
Dengan demikian, pertumbuhan iman tidak berhenti pada kegiatan rohani semata, tetapi diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Agenda Strategis 2027
Pertemuan berkala KBK Kevikepan Kepulauan Tanimbar juga menjadi forum komunikasi, evaluasi organisasi, penyampaian program kerja, serta pembahasan strategi pelayanan ke depan.
Dalam forum tersebut, peserta membahas penguatan tata kelola organisasi agar program KBK dapat dilaksanakan secara lebih terarah, terukur, dan berkesinambungan.
Salah satu keputusan penting yang dihasilkan adalah penyelenggaraan Pertemuan Berkala II Kaum Bapa Katolik Kevikepan Kepulauan Tanimbar pada Oktober 2027, yang direncanakan berlangsung di Stasi Sofyanin, Paroki Fordata.
Selain penetapan agenda tersebut, pertemuan juga menghasilkan sejumlah keputusan strategis lainnya terkait penyelenggaraan organisasi dan penguatan pelayanan KBK di wilayah Kevikepan Kepulauan Tanimbar.
Keputusan-keputusan itu diharapkan menjadi pijakan bagi pengurus dan anggota untuk memperbaiki koordinasi, meningkatkan partisipasi, serta memastikan program organisasi tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar dilaksanakan.
Salah seorang peserta dari Stasi Lamdesar Timur menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi.
Menurutnya, pertemuan berkala dan rekoleksi harus menghasilkan perubahan nyata, terutama dalam meningkatkan kualitas kehidupan rohani, membangun keharmonisan keluarga, dan memperbesar keterlibatan kaum bapa dalam pelayanan Gereja.
Harapan tersebut mencerminkan pentingnya kesinambungan antara pembinaan rohani, penguatan organisasi, dan penerapan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari.
Jadwal Selanjutnya di Langgur
Dalam kesempatan yang sama, Mgr. Seno Ngutra menyampaikan rencana pelaksanaan Pertemuan Berkala Kaum Bapa Katolik tingkat Keuskupan Amboina di Langgur-Maluku Tenggara, yang dikenal sebagai Tanah Para Martir.
Pertemuan tersebut direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-125 Keuskupan Amboina pada 2026.
Rencana ini menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan antar kelompok KBK di wilayah Keuskupan Amboina sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan panggilan sebagai KBK.
Rangkaian kegiatan di Paroki Santo Yoseph Lorwembun ditutup dengan rekoleksi dan adorasi bersama yang dipimpin oleh Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra, dan Vikaris Jenderal Keuskupan Amboina, RD Anton Kawole, bersama tujuh orang pastor.
Penutupan dalam suasana doa tersebut menjadi peneguhan rohani bagi seluruh peserta untuk membawa hasil pertemuan ke dalam kehidupan keluarga, lingkungan Gereja, dan masyarakat.
Baca Juga:
Arca Bunda Maria Berbusana Ambon Berdiri Megah di Air Louw, Uskup Seno Ungkap Jejak Sejarah Portugis
Arca Bunda Maria Berbusana Ambon Berdiri Megah di Air Louw, Uskup Seno Ungkap Jejak Sejarah Portugis
Melalui kegiatan ini, KBK Kevikepan Kepulauan Tanimbar menegaskan komitmennya untuk memperkuat persatuan, memperdalam iman, meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, serta mengambil bagian secara aktif dalam mewujudkan Gereja yang hidup dan masyarakat yang semakin sejahtera. (*)







