SAUMLAKI, FordataNews.com — Penundaan penerbangan Wings Air rute Saumlaki–Ambon maupun rute sebaliknya akibat kabut asap di Bandara Pattimura-Ambon, memicu harapan penumpang agar manajemen Wings Group tidak sekadar menyampaikan informasi penundaan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret bagi mereka yang terdampak.
Hal tersebut diungkapkan salah satu penumpang Wings Air berinisial CK (42) kepada media ini mewakili para penumpang lainnya yang berada di Bandar Udara Mathilda Batlayeri, Saumlaki, Senin (12/10/2026).
Selama dua hari terakhir, sejumlah penumpang di Bandara mengaku telah berupaya proaktif memeriksa perkembangan jadwal penerbangan. Namun, informasi yang mereka terima masih menunggu arahan dari manajemen pusat.
“Situasi ini menimbulkan persoalan tersendiri, terutama bagi penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Penundaan yang berlarut-larut bukan hanya mengacaukan agenda perjalanan, tetapi juga berpotensi menambah beban pengeluaran untuk kebutuhan makan, transportasi, dan penginapan,“ ungkap CK.

Para penumpang memahami bahwa kabut asap merupakan faktor yang dapat mengganggu operasional penerbangan dan keselamatan tidak boleh dikompromikan. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak semestinya membuat kebutuhan penumpang yang terdampak luput dari perhatian.
Penumpang Butuh Solusi, Bukan Sekedar Menunggu
Persoalan yang kini menjadi sorotan bukan semata-mata penundaan penerbangan, melainkan bagaimana maskapai merespons dampak yang harus ditanggung penumpang ketika perjalanan mereka terganggu.
“Kami berharap Wings Group mengambil kebijakan taktis, termasuk mempertimbangkan bantuan transportasi dan akomodasi sementara bagi penumpang yang harus menunggu keberangkatan lanjutan,“ ujar CK.
Harapan tersebut dinilai semakin relevan bagi penumpang dari luar daerah yang telah mengeluarkan biaya besar untuk perjalanan dan memiliki jadwal lanjutan yang tidak mudah diubah.
Ketika penumpang telah dua hari berupaya memperoleh kepastian, informasi mengenai jadwal keberangkatan saja belum tentu cukup. Mereka juga membutuhkan penjelasan yang transparan mengenai perkembangan situasi, perkiraan waktu keberangkatan jika tersedia, serta langkah yang dapat ditempuh apabila penundaan terus berlanjut.
Jangan Hanya Berorientasi pada Tiket, Pelayanan Juga Harus Diperhatikan
CK juga mengingatkan bahwa pelayanan maskapai tidak semestinya berhenti pada penjualan tiket dan penyampaian informasi operasional. Ketika terjadi gangguan perjalanan, komunikasi yang jelas dan penanganan penumpang yang terdampak menjadi bagian penting dari kualitas pelayanan.
Mereka berharap Wings Group menunjukkan komitmen pelayanan kepada masyarakat Kepulauan Tanimbar melalui kebijakan yang mempertimbangkan kondisi riil penumpang di lapangan.
Desakan ini sekaligus menjadi ujian bagi responsivitas manajemen maskapai dalam menangani situasi yang berada di luar kendali penumpang.
Sebab, meskipun gangguan cuaca tidak dapat dihindari, kebutuhan akan informasi yang pasti dan penanganan yang layak tetap harus diperhatikan.
Para penumpang pun meminta agar manajemen tidak memberikan penjelasan yang sekedar terdengar menenangkan, tetapi tanpa kejelasan tindak lanjut.
“Kami penumpang inginkan jawaban konkret tentang bagaimana nasib kami, apakah bantuan akomodasi atau transportasi dapat diberikan, dan kapan kepastian perjalanan bisa diperoleh?“ ujarnya yang mengaku sudah jenuh menunggu kepastian maskapai.

Hingga ada kebijakan yang jelas, para penumpang berharap manajemen Wings Group segera mengambil langkah yang berpihak pada kebutuhan mereka.
Baca Juga:
Garuda Boeing 737-800 NG Angkut Delegasi VIP ke Tanimbar, Sinyal Kuat Pemerintah Kawal PSN Blok Masela
“Keselamatan penerbangan memang tidak bisa ditawar. Namun, perhatian terhadap penumpang yang terdampak juga tidak boleh diabaikan,“ tutupnya. (*)







