Lorulun 01 FC Hancurkan Fulmaman FC dengan Skor 3-0, Gino Manutilaa Serukan Pemuda Tanimbar Bersatu

SAUMLAKI, FordataNews.com — Tim Lorulun 01 FC tampil perkasa dengan menaklukkan Fulmaman FC dengan skor telak 3-0 pada partai final Turnamen Futsal Kusambi Tanempar Sama Punya Rasa Cup 2026.

Kemenangan tersebut mengantarkan Lorulun 01 FC merengkuh gelar juara sekaligus membawa pulang piala bergilir, piala tetap, dan bonus uang tunai Rp8 juta.

Partai final turnamen futsal bergengsi yang berlangsung Rabu (28/10/2026), di Lapangan Herku Futsal dan berlokasi di ujung Jalan Poros Kota Saumlaki itu menjadi puncak kompetisi yang telah bergulir sejak 11 September 2026. Dua tim terbaik yang berhasil melewati persaingan sepanjang turnamen tersebut akhirnya bertemu untuk memperebutkan gelar juara.

Fulmaman FC, tim yang berasal dari Desa Adaut, harus mengakui keunggulan Lorulun 01 FC dan menempati posisi juara kedua dengan raihan piala tetap serta bonus Rp5 juta.

Sementara itu, Metanleru FC dari Desa Fursui mengamankan posisi juara ketiga dengan hadiah piala dan bonus Rp3 juta.

Turnamen yang digelar oleh Kusambi Turnamen Community (KTC) tersebut tidak sekadar menjadi ajang adu keterampilan dan strategi di lapangan, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan, membangun sportivitas, dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku.

Gino Manutilaa: Bangun Tanimbar dari Semangat Olahraga dan Koperasi

Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sama Punya Rasa, Gino I. J. Manutilaa, S.Psi., dalam sambutannya pada acara penutupan menegaskan bahwa ambisi merupakan bagian penting dari proses seseorang untuk berkembang. Namun, ambisi tersebut harus berjalan seiring dengan sportivitas dan komitmen untuk membangun kebersamaan.

Menurut Gino, semangat untuk menjadi yang terbaik merupakan hal positif selama tidak menghilangkan nilai-nilai persaudaraan dan penghormatan terhadap sesama.

Ia mengingatkan bahwa kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari kompetisi. Karena itu, berakhirnya pertandingan seharusnya menjadi momentum untuk kembali merajut persaudaraan, bukan memperlebar perbedaan.

“Jangan lupa, katong ada dalam satu Belang yang sama. Jangan pisah-pisah hanya karena kalah, hanya karena menang. Ketika peluit berbunyi tanda pertandingan telah selesai, jangan anggap bahwa yang lain itu adalah musuh,” pesannya.

Gino juga mengajak generasi muda untuk melihat pembangunan Tanimbar sebagai tanggung jawab bersama. Ia mengibaratkan masyarakat Tanimbar sebagai satu Belang Tanimbar, perahu tradisional yang membutuhkan kekompakan seluruh awak agar dapat bergerak menuju tujuan yang sama.

Menurut dia, sebuah Belang tidak akan bergerak maju apabila hanya sebagian awak mendayung ke depan, sementara yang lain mendayung ke arah berlawanan. Begitu pula pembangunan daerah yang membutuhkan kesatuan visi, kerja sama, dan kesediaan setiap pihak untuk mengambil bagian.

“Kalau semua orang atau semua pemuda yang berada dalam perahu Belang ini memiliki semangat untuk mengayuh, maka ke depannya semua akan maju dengan pesat,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat kebersamaan itu harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk kesediaan setiap elemen masyarakat untuk bekerja bersama dalam mendorong kemajuan daerah.

KSP Sama Punya Rasa Tawarkan Peran bagi Generasi Muda

Selain menyoroti persatuan, Gino memanfaatkan momentum turnamen tersebut untuk memperkenalkan koperasi sebagai salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia mengapresiasi komitmen yang disampaikan Ketua Panitia KTC, Letharius Erwin Layan, S.E., M.Ec.Dev., M.Si., untuk mendorong para anggota kepanitiaan bergabung dengan KSP Sama Punya Rasa.

Baginya, dukungan tersebut merupakan langkah positif dalam memperkuat keterlibatan pemuda dalam kegiatan ekonomi produktif.

Gino mengungkapkan bahwa dirinya ingin membangun kepercayaan masyarakat terhadap koperasi, terutama karena masih terdapat pengalaman masyarakat yang memandang koperasi sebagai lembaga yang justru menyulitkan anggotanya.

Ia mengaku pernah mendengar pernyataan Bupati Kepulauan Tanimbar dalam sebuah kegiatan kepemudaan di Desa Latdalam mengenai keberadaan koperasi yang kerap menyulitkan masyarakat. Pernyataan itu kemudian menjadi bahan evaluasi baginya untuk menunjukkan bahwa koperasi dapat dikelola secara baik dan memberikan manfaat bagi anggotanya.

“Berdasarkan hal itu, saya mau menunjukkan bahwa koperasi adalah sesuatu yang menyenangkan dan mendukung anggotanya,” katanya.

Gino bahkan mengajak para pemuda yang berminat menjadi anggota untuk datang ke kantor KSP Sama Punya Rasa dan mengambil buku anggota yang, menurutnya, telah tersedia dengan saldo tabungan di dalamnya sebagai motivasi keikutsertaan menjadi anggota koperasi.

Ia juga menjelaskan bahwa anggota berkesempatan memperoleh balas jasa koperasi dalam pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), sesuai ketentuan dan mekanisme koperasi yang sudah ditetapkan.

Bagi Gino, olahraga dan koperasi merupakan dua jalur berbeda yang dapat diarahkan pada tujuan yang sama, yakni mendorong kemajuan Tanimbar.

Ia menegaskan, setiap orang memiliki cita-cita dan cara tersendiri untuk berkontribusi bagi daerah. Ada yang memilih jalur olahraga, sementara yang lain bergerak melalui pemberdayaan ekonomi dan koperasi.

Perbedaan pilihan tersebut, menurut dia, tidak seharusnya menjadi penghalang selama seluruh pihak memiliki tujuan bersama untuk membawa Tanimbar ke arah yang lebih baik.

Wakil Bupati: Guncang Dunia dari Tanimbar

Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Chatarina Ratuanak, MKM., dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif dan kerja keras generasi muda yang berhasil menyelenggarakan turnamen tersebut hingga tuntas.

Mengutip semangat perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, ia mengajak kaum muda Tanimbar untuk berani bermimpi besar, berpikir luas, dan menghasilkan karya nyata bagi masyarakat.

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. Mari kita guncang dunia dari Tanimbar,” seru Wakil Bupati Tanimbar ini.

Menurut Juliana, upaya membangun daerah harus dimulai dari keberanian melahirkan gagasan dan kemampuan menerjemahkan gagasan tersebut menjadi tindakan nyata.

Ia menilai penyelenggaraan Kusambi Tanempar Sama Punya Rasa Cup 2026 menjadi contoh bahwa sebuah ide sederhana dapat berkembang menjadi kegiatan besar ketika didukung semangat, kerja sama, dan komitmen bersama.

Ia juga mengingatkan pentingnya berpikir global untuk menyelesaikan berbagai persoalan lokal. Dengan cara itu, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi turut tampil sebagai penggerak perubahan.

“Kalau mau mengguncang dunia, berpikirlah global untuk menyelesaikan masalah lokal,” ujarnya.

Juliana berharap, semangat yang ditunjukkan panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam turnamen tersebut tidak berhenti setelah kompetisi berakhir. Gagasan dan komitmen yang telah disampaikan harus diwujudkan melalui kegiatan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemuda, lebih khusus para pemuda asal Desa Kabiarat dengan julukan Kusambi ini yang telah mencurahkan ide, tenaga, dan waktu sehingga turnamen tersebut dapat diselesaikan dengan sukses dalam kurun waktu sekitar satu bulan.

Apresiasi juga diberikan kepada para sponsor, pengelola Lapangan Herku Futsal, serta KSP Sama Punya Rasa yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan.

Juliana menilai semangat anak muda, seperti Gino Manutilaa yang berani mengambil inisiatif dan menggerakkan kegiatan positif patut menjadi contoh, inspirasi, dan bahkan rolle model bagi generasi muda lainnya.

Baginya, persatuan merupakan fondasi utama untuk mewujudkan gagasan besar menjadi kenyataan.

Metanleru FC Sumbang Top Skorer, NPL FC Raih Juara Harapan

Selain persaingan memperebutkan gelar juara, panitia juga memberikan penghargaan kepada tim dan individu yang menunjukkan prestasi sepanjang turnamen.

Metanleru FC dari Desa Fursui tidak hanya menempati posisi juara ketiga, tetapi juga menyumbangkan pemain terbaik dalam kategori pencetak gol terbanyak.

Iman Fordatkossu dinobatkan sebagai top scorer setelah membukukan 17 gol. Atas pencapaian tersebut, ia berhak menerima bonus sebesar Rp1 juta.

Sementara itu, NPL FC yang berasal dari KSP Sama Punya Rasa meraih posisi juara harapan pertama dengan hadiah uang tunai Rp1 juta.

Penghargaan lain turut diberikan untuk kategori nonteknis. Sony Lenunduan mendapat julukan penonton pria terbaik, sedangkan Luky Titirloloby yang membawahi tim Iman FC dari Desa Namtabung dinobatkan sebagai manajer terbaik.

Panitia juga menghadirkan kategori senyuman penonton terbaik serta penarikan doorprize yang merupakan sumbangan dari Rafli Store. Kehadiran kategori tersebut menambah semarak penutupan turnamen dan menunjukkan bahwa kemeriahan kompetisi tidak hanya bertumpu pada hasil pertandingan.

Secara keseluruhan, total bonus yang disediakan dalam turnamen ini mencapai Rp20 juta.

Hadirkan Kolaborasi Pemuda dan Pemangku Kepentingan

Acara penutupan Kusambi Tanempar Sama Punya Rasa Cup 2026 turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Leoborius Samangun; Kepala Satpol PP KKT, Corneles Batmomolin; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika KKT, Cornelis Belay; Ketua KONI Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Gaspar Theodorus; serta Ketua KSP Sama Punya Rasa, Gino I. J. Manutilaa.

Kehadiran unsur pemerintah daerah, organisasi olahraga, komunitas, sponsor, dan masyarakat menjadi bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan olahraga yang melibatkan generasi muda.

Berakhirnya turnamen ini sekaligus menjadi penegasan bahwa futsal memiliki ruang lebih luas daripada sekedar kompetisi untuk memperebutkan piala dan hadiah.

Olahraga dapat menjadi sarana membangun karakter, menanamkan sportivitas, memperkuat persaudaraan, serta membuka ruang kolaborasi untuk pembangunan daerah.

Sepenggal pesan di peringatan Hari Sumpah Pemuda yang bertepatan dengan penutupan turnamen tersebut pun jelas. Tanimbar membutuhkan generasi muda yang berani berambisi, menjunjung tinggi sportivitas, dan mampu bekerja bersama meskipun memiliki pilihan serta jalan perjuangan yang berbeda.

Baca Juga:

70 Tim Futsal Berebut Tahta, Kusambi Tanempar Sama Punya Rasa Cup 2026 Resmi Dibuka di Saumlaki

70 Tim Futsal Berebut Tahta, Kusambi Tanempar Sama Punya Rasa Cup 2026 Resmi Dibuka di Saumlaki

Sebab, sebagaimana filosofi Belang Tanimbar yang disampaikan Gino Manutilaa, perahu hanya akan sampai ke tujuan apabila seluruh awak bersedia mendayung bersama. (*)