KTC Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Muda Tanimbar Lewat Futsal, Targetkan Turnamen hingga 2028

SAUMLAKI, FordataNews.com — Kusambi Tanempar Community (KTC) menegaskan komitmennya membangun generasi muda Kabupaten Kepulauan Tanimbar melalui kegiatan olahraga yang positif, produktif, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Turnamen Futsal Kusambi Tanempar Sama Punya Rasa Cup 2026 yang resmi mencapai tahap akhir pada Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Ketua Panitia, Letharius Erwin Layan, SE., M.Ec.Dev., M.Si., mengatakan turnamen yang berlangsung sejak 11 September 2026 itu tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga ruang untuk mempererat persaudaraan, membangun sportivitas, dan memperkuat kontribusi pemuda bagi daerah.

Menurut Layan, keberhasilan sebuah turnamen tidak semata-mata diukur dari jumlah gol, tim yang mengangkat trofi, atau pemain yang tampil sebagai pencetak gol terbanyak. Lebih dari itu, olahraga harus mampu menghadirkan persatuan dan menjadi wadah positif bagi generasi muda.

“Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika kita mampu membangun persaudaraan, mempererat hubungan antarkampung dan antar komunitas, menumbuhkan semangat sportivitas, serta menghadirkan ruang positif bagi generasi muda Tanimbar,” kata Layan dalam sambutan penutupan turnamen di Lapangan Herku-Saumlaki.

Ia menegaskan, melalui olahraga, generasi muda dapat belajar bersatu dalam perbedaan, berkompetisi tanpa bermusuhan, serta meraih kemenangan tanpa merendahkan lawan.

Targetkan Turnamen Berkelanjutan hingga 2028

Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi perhatian khusus panitia dalam penyelenggaraan turnamen tahun ini.

KTC berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut hingga 2028, bertepatan dengan peringatan satu abad Sumpah Pemuda.

Layan menyebut, keberlanjutan turnamen tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata pemuda dalam meneruskan semangat perjuangan para pendahulu sekaligus membangun masa depan daerah melalui kegiatan yang bermanfaat.

“Pemuda bukan hanya tentang siapa yang paling lantang di jalanan. Pemuda adalah tentang siapa yang paling nyata kontribusinya. Kritik itu penting, tapi aksi kontributif itu jauh lebih penting,” tegasnya.

Melalui komitmen tersebut, KTC ingin menunjukkan bahwa pemuda tidak hanya berperan sebagai kelompok yang menyuarakan aspirasi, tetapi juga harus mampu menghadirkan tindakan nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Turnamen futsal dinilai menjadi salah satu sarana untuk menyalurkan energi generasi muda ke dalam kegiatan produktif, sekaligus membuka ruang bagi pemain lokal untuk mengembangkan kemampuan dan membangun mental kompetitif.

Apresiasi Pemerintah, Sponsor, dan Aparat Keamanan

Dalam sambutannya, Layan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar atas perhatian dan dukungan terhadap kegiatan kepemudaan dan olahraga.

Ia berharap dukungan tersebut terus diperkuat agar semakin banyak kegiatan yang mampu mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, berkarakter, disiplin, dan berprestasi.

Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Koperasi KSP Sama Punya Rasa selaku mitra utama turnamen, bersama seluruh sponsor dan pihak yang telah memberikan dukungan dalam berbagai bentuk.

Menurutnya, keterlibatan para mitra tidak hanya membantu kelancaran penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap perkembangan olahraga di Tanimbar.

Panitia turut mengapresiasi Asosiasi Futsal Tanimbar dan tim wasit yang menjalankan tugas selama kompetisi, serta Kapolres Kepulauan Tanimbar beserta jajaran yang mendukung pengamanan sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

Layan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, pemain, pelatih, ofisial, suporter, panitia, petugas lapangan, dan masyarakat yang berpartisipasi dalam menyukseskan turnamen tersebut.

Sportivitas dan Persaudaraan Jadi Tujuan Utama

Layan mengingatkan seluruh tim peserta agar menjadikan hasil pertandingan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Tim yang berhasil meraih gelar juara diharapkan tidak cepat berpuas diri, sedangkan tim yang belum memperoleh hasil sesuai harapan diminta terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.

Ia menilai, nilai utama olahraga terletak pada kemampuan membangun karakter, menghormati lawan, menerima hasil pertandingan, serta menjaga persaudaraan meskipun berada dalam persaingan.

Panitia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama pelaksanaan turnamen dan berkomitmen menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.

Dengan berakhirnya Kusambi Tanempar Sama Punya Rasa Cup 2026, KTC berharap semangat kebersamaan yang terbangun di lapangan futsal dapat terus terpelihara dalam kehidupan bermasyarakat.

Bagi KTC, turnamen ini bukan sekedar agenda olahraga, melainkan bagian dari upaya membangun solidaritas antarkampung dan antar komunitas, sekaligus memperkuat peran pemuda dalam pembangunan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Baca Juga:

Gino Manutilaa Ajak Pemuda Tanimbar Perkuat Persatuan Melalui Filosofi Belang

Gino Manutilaa Ajak Pemuda Tanimbar Perkuat Persatuan Melalui Filosofi Belang

Semangat tersebut dirangkum dalam pesan yang diusung panitia: “Satu lapangan, satu semangat, satu persaudaraan: Tanimbar Sama Punya Rasa!” (*)