Ambon  

“Kaul Bukan Jalan Popularitas“, Uskup Seno Ngutra Tekankan Kesetiaan Total pada Kehendak Tuhan

AMBON, FordataNews.com — Uskup Amboina, Mgr. Seno Ngutra, menegaskan bahwa panggilan hidup membiara bukanlah jalan menuju popularitas, melainkan komitmen kesetiaan total dalam menjalankan kehendak Tuhan.

Pesan itu disampaikannya dalam homili pada Misa Syukur Hari Ulang Tahun ke-99 Tarekat Maria Mediatrix (TMM), yang dirangkaikan dengan pencanangan menuju satu abad serta perayaan Kaul Pertama dan Kaul Kekal di Gereja Santa Maria Bintang Laut Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Ambon, Jumat (1/5/2026).

Perayaan tersebut turut diwarnai ungkapan syukur atas para Yubilaris, yakni satu Suster profesi Kekal, Sr. Yulita Goban TMM, serta tujuh Suster lainnya yang mengikrarkan Kaul.

Ketujuh Suster tersebut adalah Sr. Maria Monika Boger TMM, Sr. Maria Alfontina Wamir TMM, Sr. Maria Bonefasia Djondjonler TMM, Sr. Maria Helena Romena TMM, Sr. Maria Ivone Djabutafuran TMM, Sr. Maria Xaveria Merek TMM, dan Sr. Maria Ambrosia Remetwa TMM.

Di hadapan para Suster, Imam, umat, dan tamu undangan, Uskup Seno mengangkat kisah Injil Lukas tentang jawaban iman Bunda Maria kepada Malaikat Gabriel: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan-Mu” (Luk. 1:38).

Menurutnya, ungkapan tersebut bukan sekadar pernyataan iman, melainkan wujud penyerahan diri secara total kepada kehendak Allah, sekalipun manusia tidak luput dari keraguan, kecemasan, dan ketakutan.

“Maria bukan pribadi yang tanpa pergulatan. Ia mengalami keraguan, tetapi tetap percaya—bukan karena semuanya jelas, melainkan karena keyakinannya bahwa Allah mampu berkarya dalam keterbatasan manusia,” ujar Uskup Seno.

Ia menegaskan, makna menjadi “hamba Tuhan” seperti teladan Maria merupakan inti panggilan hidup religius: hadir untuk melaksanakan kehendak Allah, bukan mengejar gelar, ketenaran, atau pengakuan.

“Panggilan ini bukan untuk menjadi populer, tetapi untuk menjadi hamba yang setia. Tuhan yang memanggil, Tuhan pula yang melengkapi dan menyempurnakan,” tegasnya.

Uskup Seno juga mengingatkan bahwa setiap panggilan adalah undangan untuk mendengarkan dan taat, sebagaimana pengalaman Nabi Samuel yang dipanggil untuk merespons suara Tuhan dengan kesediaan penuh.

Momentum 99 tahun TMM, lanjutnya, harus menjadi ruang refleksi iman sekaligus penguatan komitmen pelayanan, terutama bagi para Suster muda yang baru memulai hidup membiara.

“Setialah sampai akhir. Di situlah letak makna sejati panggilan,” tutupnya.

Baca Juga:

Yubileum Se’abad TMM Ambon Disiapkan Matang, Duta Vatikan dan Para Uskup Dijadwalkan Hadir

Yubileum Se’abad TMM Ambon Disiapkan Matang, Duta Vatikan dan Para Uskup Dijadwalkan Hadir

Perayaan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju satu abad Tarekat Maria Mediatrix, yang diharapkan semakin memperkokoh dedikasi pelayanan serta kesaksian iman di tengah kehidupan masyarakat. (*)