Dubes RI Bahas Babak Baru Hubungan Indonesia–Tiongkok di Renmin University of China

BEIJING, FordataNews.com – Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, memberikan kuliah umum bertajuk “Tahap Baru dan Visi Baru dalam Hubungan Indonesia–Tiongkok” di Renmin University of China pada, Kamis (4/6/2026).

Kuliah yang merupakan bagian dari Forum Kawasan dan Negara Chongyang RUC tersebut dihadiri lebih dari 200 peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, organisasi, dan media.

Dalam kesempatan itu, Dubes Djauhari menegaskan bahwa Indonesia dan Tiongkok merupakan dua negara besar yang memiliki peran strategis dalam membentuk masa depan kawasan dan dunia.

Menurutnya, hubungan kedua negara saat ini semakin erat, didukung kesamaan visi pembangunan, termasuk modernisasi Tiongkok dan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Ia juga menyoroti sejarah persahabatan kedua negara yang berakar pada semangat Konferensi Asia-Afrika dan terus berkembang melalui kerja sama ekonomi, investasi, pendidikan, serta pembangunan.

Dubes Djauhari menyebut Tiongkok masih menjadi mitra dagang terbesar Indonesia, dengan nilai perdagangan bilateral yang diperkirakan mencapai US$167 miliar pada 2025.

Kerja sama strategis juga terlihat melalui proyek kereta cepat Jakarta–Bandung, pengembangan industri hilirisasi nikel, investasi sektor energi, serta masuknya sejumlah produsen kendaraan listrik Tiongkok ke pasar Indonesia.

Ke depan, ia mengusulkan empat fokus utama kerja sama Indonesia–Tiongkok, yakni pengembangan kecerdasan buatan (AI), ketahanan dan transisi energi, ketahanan pangan, serta pengembangan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan, riset, dan pelatihan.

Sejumlah akademisi Tiongkok yang hadir menilai Indonesia memiliki posisi penting dalam kebijakan luar negeri dan ekonomi Tiongkok.

Baca Juga:

Fadli Zon Dorong Lompatan Kolaborasi Budaya RI-Tiongkok, Dari Museum hingga Film Bersama 

Fadli Zon Dorong Lompatan Kolaborasi Budaya RI–Tiongkok, Dari Museum hingga Film Bersama

Mereka menekankan pentingnya memperkuat pertukaran generasi muda, akademisi, dan masyarakat kedua negara guna memperkokoh fondasi hubungan strategis Indonesia–Tiongkok di masa mendatang. (*)