AMBON, FordataNews.com – Ada cara berbeda yang dipilih Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX dalam menyambut HUT ke-81 TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang diperingati 10 September 2026 mendatang.
Alih-alih menjadikan momentum hari jadi sekadar seremoni, jajaran Kodaeral IX mengisinya dengan tiga aksi yang langsung menyentuh masyarakat.
Ketiga aksi tersebut yakni, membersihkan laut, memenuhi kebutuhan gizi anak, dan memberikan pelayanan kesehatan.
Ketiganya dikemas dalam kegiatan “Aku Cinta Laut” (ACL), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Bakti Kesehatan yang dipusatkan di belakang Gedung Fasharkan Kodaeral IX, Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Minggu (6/9/2026).

Kegiatan itu melibatkan prajurit dan ASN Kodaeral IX, keluarga besar TNI AL, murid Yayasan Hang Tuah Ambon, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama serta sejumlah unsur lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan mengikuti arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali melalui video conference (vicon) yang diikuti serentak jajaran TNI AL di berbagai wilayah.
Usai mengikuti vicon, Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., M.H., bersama jajaran langsung meninjau berbagai kegiatan di lokasi.
Ketika Komandan Duduk Bersama Anak Sekolah
Salah satu momen yang mencuri perhatian terjadi saat Dankodaeral IX tidak sekadar meninjau pelaksanaan MBG, tetapi ikut duduk bersama murid Yayasan Hang Tuah Ambon dan menikmati makanan yang disediakan.
Suasana pun berlangsung hangat dan akrab. Tidak ada jarak antara seorang komandan dengan anak-anak sekolah. Momen sederhana tersebut menjadi gambaran bahwa perhatian terhadap generasi muda tidak berhenti pada pendidikan, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar seperti gizi dan kesehatan.

MBG dalam rangkaian kegiatan HUT TNI AL itu sekaligus menjadi pesan bahwa kualitas sumber daya manusia harus dipersiapkan sejak anak-anak.
Anak yang sehat dan memperoleh asupan gizi yang baik merupakan bagian penting dari investasi masa depan.
“Aku Cinta Laut” Bukan Sekadar Slogan
Setelah berbicara tentang gizi dan kesehatan, perhatian Kodaeral IX diarahkan pada persoalan yang tak kalah penting bagi masyarakat kepulauan: laut.
Melalui program Aku Cinta Laut, peserta diajak melihat secara langsung persoalan sampah di kawasan pesisir.
Prajurit, ASN, keluarga besar TNI AL dan peserta lainnya bergotong royong membersihkan pantai dari berbagai jenis sampah, khususnya sampah plastik.
Aksi tersebut menjadi penting karena kehidupan masyarakat Ambon dan Maluku tidak dapat dipisahkan dari laut.

Laut merupakan sumber penghidupan, ruang transportasi, sumber pangan sekaligus bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Karena itu, menjaga laut tidak cukup hanya dengan mengandalkan pemerintah maupun aparat. Kesadaran masyarakat, termasuk generasi muda, menjadi kunci agar persoalan sampah dan kerusakan lingkungan laut tidak terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dari Laut, Berlanjut ke Kesehatan Masyarakat
Kepedulian Kodaeral IX kemudian dilengkapi dengan pelaksanaan Bakti Kesehatan. Pelayanan kesehatan diberikan kepada masyarakat dan keluarga besar TNI AL sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mendekatkan institusi TNI AL dengan masyarakat.
Komandan Kodaeral IX menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 TNI AL harus memberikan manfaat nyata.
Peringatan hari jadi, menurutnya, bukan hanya momentum untuk mengenang perjalanan institusi, tetapi juga kesempatan memperkuat kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk terus membangun kesadaran bersama bahwa menjaga laut, memenuhi kebutuhan gizi anak, dan meningkatkan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab kita bersama,” terang Dankodaeral IX.
Pesan itu menjadi garis besar dari rangkaian kegiatan di Halong. TNI AL memang memiliki mandat utama menjaga pertahanan dan keamanan wilayah laut. Namun, kehadiran di tengah masyarakat juga dapat diwujudkan melalui aksi sosial, kepedulian lingkungan dan perhatian terhadap generasi muda.
Kegiatan turut dihadiri Inspektur Kodaeral IX, para Pejabat Utama (PJU) dan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Kodaeral IX, prajurit dan ASN Kodaeral IX, perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama serta murid dan pengurus Yayasan Hang Tuah Ambon.
Pada akhirnya, “Aku Cinta Laut” bukan sekadar slogan. Ia menjadi pesan bahwa laut yang bersih membutuhkan kepedulian, generasi yang kuat membutuhkan gizi, sementara masyarakat yang tangguh membutuhkan akses terhadap pelayanan kesehatan.
Baca Juga:
Kodaeral IX Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Jadi Fondasi Pembangunan Maluku
Kodaeral IX Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Jadi Fondasi Pembangunan Maluku
Dan melalui momentum HUT ke-81 TNI AL, pesan itu coba diterjemahkan Kodaeral IX bukan hanya dalam kata-kata, tetapi melalui tindakan nyata di tengah masyarakat Ambon. (*)







