AMBON, FordataNews.com – Menjelang perayaan Yubileum 100 Tahun Tarekat Maria Mediatrix (TMM) Ambon yang akan mencapai puncaknya pada 1 Mei 2027 mendatang, panitia pelaksana terus mematangkan persiapan melalui serangkaian rapat koordinasi.
Rapat koordinasi terbaru digelar di ruang makan Generalat TMM Benteng, Kamis (9/4/2026) yang dipimpin Ketua II Drs. F. F. Tasso, M.Si., serta diawali arahan dari Pimpinan Umum TMM, Sr. Epiphany Ongirwalu, TMM.
Dalam arahannya, Sr. Epiphany menegaskan pentingnya kebersamaan, tanggung jawab, dan komitmen seluruh panitia dalam menyukseskan perayaan satu abad TMM itu.
Ia menyebut momentum ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga ruang refleksi, ungkapan syukur, serta pembaruan karya pelayanan kepada umat.
Rapat tersebut juga menjadi forum bagi setiap seksi untuk memaparkan program kerja yang telah disusun.
Berbagai agenda kegiatan disiapkan guna melibatkan seluruh anggota tarekat serta umat secara luas.
Panitia menargetkan perayaan Yubileum ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi Gereja maupun masyarakat.
MULAI LAUNCHING MEI 2026
Sebagai bagian dari rangkaian menuju puncak Yubileum, panitia akan menggelar acara launching pada 1 Mei 2026 di Gedung Yohanes Paulus II (Katolik Center) Ambon.
Kegiatan ini akan diisi dengan rekoleksi dan retret internal bagi para suster TMM, serta menghadirkan sekitar 30 lebih anggota dewan personalia dari berbagai wilayah pelayanan TMM, termasuk dari Papua, Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar, Pulau Jawa, Kalimantan, hingga Timor Leste.
“Mereka adalah para pengurus yayasan, kepala komunitas, dan suster-suster dari berbagai wilayah karya. Setelah kegiatan selesai, mereka akan kembali ke tempat tugas masing-masing,” jelas Sr. Epiphany.
Selain itu, dua narasumber juga akan dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yang sebelumnya pernah memberikan seminar di lingkungan TMM.
Sebelum launching, panitia juga menjadwalkan seminar internal dan retret bagi para suster TMM yang akan berlangsung pada 26 hingga 28 April 2026.
DUTA VATIKAN DAN USKUP HADIR
Pada puncak perayaan Yubileum 100 Tahun TMM tahun 2027, panitia merencanakan kehadiran sejumlah tamu kehormatan dari dalam dan luar negeri.
Dalam audiensi dengan Uskup Diosis Amboina, Mgr. Ino Ngutra, disepakati bahwa para uskup dari wilayah pelayanan TMM akan diundang.
Selain itu, Duta Besar Tahta Suci Vatikan untuk Indonesia, Monseigneur Piero Pioppo, juga dijadwalkan hadir.
Menurut rencana, Duta Vatikan akan tiba di Ambon, sehari sebelum puncak acara dan melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi wisata rohani, antara lain Goa Maria Air Louw di Kecamatan Nusaniwe, Susteran Waiyare, serta Panti Asuhan Ahuru.
Kunjungan tersebut juga akan melibatkan sejumlah uskup, termasuk dari wilayah internasional seperti Timor Leste.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Kehadiran para tamu kehormatan ini menjadi tanda bahwa karya pelayanan TMM mendapat perhatian luas,” ujar Sr. Epiphany di sela rapat panitia.
TAREKAT LAHIR DARI RAKYAT KECIL
Dalam refleksinya, Sr. Epiphany menegaskan bahwa TMM lahir dari rahim kehidupan rakyat kecil dan sejak awal dipanggil untuk melayani kaum sederhana.
Tarekat Maria Mediatrix didirikan pada 1 Mei 1927 di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, oleh Mgr. Yohanes Aerts, MSC (Arnoldus Yohannes Hubertus Aerts).
Sejarahnya berakar dari misi besar Vikariat Apostolik New Guinea yang berdiri pada 29 Agustus 1920 dan mencakup wilayah luas, mulai dari Maluku, Papua, hingga kawasan Pasifik.
“Peristiwa penerimaan empat wanita pertama sebagai postulan menjadi tonggak lahirnya tarekat pribumi ini. TMM hadir untuk melayani masyarakat kecil sejak awal berdirinya,” ungkap Sr. Epiphany.
Kini, TMM telah berkembang dan berkarya di berbagai wilayah Indonesia seperti Maluku, Jawa, Kalimantan, Papua, serta menjangkau komunitas internasional di Timor Leste.
Baca Juga:
Kamis Putih di Balik Jeruji: Uskup Seno Ngutra Hidupkan Harapan dan Iman Warga Binaan Rutan Ambon
Kamis Putih di Balik Jeruji: Uskup Seno Ngutra Hidupkan Harapan dan Iman Warga Binaan Rutan Ambon
Panitia berharap seluruh rangkaian menuju Yubileum 100 Tahun ini tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat spiritualitas, pelayanan, dan keterlibatan nyata bagi umat dan masyarakat luas. (*)








