BULA, FordataNews.com – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) E-Katalog bagi pengguna dan penyedia jasa.
Bimtek tersebut digelar selama dua hari, 9 hingga 10 Juni 2026, sebagai upaya memperluas keterlibatan pelaku usaha lokal dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Kegiatan itu diikuti puluhan pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari penyedia alat tulis kantor, sembako, elektronik, mebel, bahan bangunan, peralatan dan mesin, jasa katering, jasa cinderamata, jasa perbengkelan, hingga berbagai bidang usaha lainnya yang berpotensi menjadi mitra pemerintah dalam pengadaan barang dan jasa.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten SBT, Sofyan Kelian, mengatakan pelaksanaan Bimtek ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten SBT dalam meningkatkan partisipasi pelaku usaha lokal melalui pemanfaatan E-Katalog.
Menurutnya, E-Katalog menjadi instrumen strategis dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah yang mengedepankan prinsip efektif, efisien, transparan, terbuka, bersaing, adil, dan akuntabel.
“Sebagaimana kita ketahui bersama, E-Katalog merupakan salah satu instrumen strategis dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah yang mengedepankan prinsip efektif, efisien, transparan, terbuka, bersaing, adil, dan akuntabel,” ujar Sofyan saat membuka kegiatan, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan, paradigma pengadaan barang dan jasa pemerintah saat ini tidak lagi semata-mata berorientasi pada pemenuhan kebutuhan instansi pemerintah, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Karena itu, pemerintah terus mendorong optimalisasi pemanfaatan E-Katalog sebagai sarana memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengadaan.
“Kami ingin semakin banyak pelaku usaha lokal yang mampu masuk dan berpartisipasi aktif dalam sistem pengadaan pemerintah. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari belanja pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat daerah,” katanya.
Sofyan menambahkan, pelaksanaan kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang telah mengalami perubahan terakhir melalui Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025.
Regulasi tersebut mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri, produk usaha mikro, usaha kecil dan menengah (UMKM), serta koperasi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Melalui Bimtek ini, peserta diberikan pemahaman mengenai mekanisme dan tata cara penggunaan E-Katalog, proses pendaftaran penyedia, hingga strategi memanfaatkan platform tersebut untuk memperluas peluang usaha.
Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten SBT, yakni mewujudkan pengadaan barang dan jasa yang transparan, profesional, akuntabel, dan berkualitas guna mendukung tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.
“Untuk mewujudkan visi tersebut, salah satu misi yang menjadi fokus kami adalah meningkatkan peran serta pelaku usaha lokal, khususnya UMKM dan koperasi, dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah guna mendukung kemandirian ekonomi daerah,” tegas Sofyan.
Sementara itu, Bupati Seram Bagian Timur, Fachri Husni Alkatiri, turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPBJ dalam menyelenggarakan kegiatan yang dinilai strategis bagi penguatan ekonomi daerah.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih kepada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Bupati.
Ia berharap pelaksanaan Bimtek tersebut mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal sehingga semakin siap bersaing dan memanfaatkan peluang dalam sistem pengadaan pemerintah yang kini semakin terbuka dan berbasis digital.
Selain mendorong partisipasi UMKM dalam pengadaan pemerintah, Pemkab SBT saat ini juga terus mengembangkan program hilirisasi produk unggulan daerah, seperti komoditas sagu, hasil pertanian, perikanan, serta berbagai produk UMKM lainnya.
Baca Juga:
SOKSI Maluku Berbagi di Bulan Ramadan, Salurkan 1 Ton Beras untuk Pesantren Hidayatullah
SOKSI Maluku Berbagi di Bulan Ramadan, Salurkan 1 Ton Beras untuk Pesantren Hidayatullah
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat perekonomian daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan. (*)







