Bupati dan Wabup Tanimbar Dukung Penuh Konsolidasi 10 Ribu Kader Pemuda Katolik se-Maluku

Pemda KKT Dorong Pemuda Siap Hadapi PSN Blok Masela; Wabup Ingatkan Apel Akbar Jangan Berhenti pada Seremoni, tetapi Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

SAUMLAKI, FordataNews.com — Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (Pemda KKT) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pelaksanaan Apel Akbar 10 Ribu Kader Pemuda Katolik se-Maluku yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada November 2026.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, bersama Wakil Bupati dr. Juliana Ch. Ratuanak saat menerima audiensi panitia pelaksana di ruangan Duan pada areal Restaurant and Cafe Tiga Koki, kawasan Jalan Poros Kota Saumlaki, Minggu (11/10/2026) malam.

Apel akbar ini merupakan inisiatif kolaboratif Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kepulauan Tanimbar, Ikatan Sarjana Katolik (ISKA), dan Lembaga Kalesang Lingkungan Maluku (LKLM).

Kegiatan tersebut dirancang untuk menghimpun ribuan kader Pemuda Katolik dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku dalam sebuah momentum konsolidasi, persaudaraan, dan penguatan peran generasi muda.

Namun, bagi Pemda KKT, agenda tersebut tidak cukup hanya menjadi pertemuan organisasi berskala besar. Lebih dari itu, konsolidasi pemuda diharapkan menjadi momentum mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah, terutama menyongsong pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Abadi Blok Masela.

Pemuda Harus Siap Ambil Bagian dalam Blok Masela

Bupati Ricky Jauwerissa menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan yang akan diselenggarakan Pemuda Katolik bersama organisasi-organisasi yang terlibat.

Menurutnya, salah satu perhatian penting Pemda KKT saat ini adalah kesiapan masyarakat, khususnya generasi muda Tanimbar, dalam menyambut pelaksanaan proyek strategis nasional di daerah tersebut.

“Selaku Bupati yang saat ini didampingi Ibu Wakil Bupati dan kami mewakili Pemerintah Daerah, mendukung penuh kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Pemuda Katolik,” ujar Ricky.

Ia menekankan, kehadiran PSN Blok Masela harus menjadi perhatian serius bagi generasi muda agar peluang yang terbuka melalui proyek tersebut dapat dipersiapkan sejak dini.

Bupati menilai, pemuda memiliki peran penting dalam membantu pemda mempersiapkan tenaga kerja lokal yang mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan proyek, mulai dari tahap konstruksi pembangunan kilang gas hingga tahap operasional.

“Yang jadi perhatian Pemda adalah bagaimana kesiapan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk sambut Proyek Strategis Nasional. Dalam hal ini, dipastikan peran pemuda sangat dibutuhkan untuk bekerja sama dengan Pemda membantu menyiapkan anak-anak muda yang nantinya memiliki kesempatan bersama INPEX, mulai dari tahapan konstruksi untuk kilang gas, bahkan hingga tahapan operasionalnya,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi kepemudaan untuk berjalan seiring dengan agenda peningkatan kapasitas SDM lokal. Sebab, peluang ekonomi dari proyek berskala besar tidak serta-merta dapat dimanfaatkan apabila generasi muda tidak dibekali kompetensi, keterampilan, dan kesiapan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Karena itu, Apel Akbar 10 Ribu Kader Pemuda Katolik se-Maluku diharapkan tidak hanya memperkuat solidaritas antar kader, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan dan gerakan konkret untuk mempersiapkan pemuda Tanimbar menghadapi perubahan ekonomi yang akan menyertai pengembangan Blok Masela.

Jangan Hanya Gebyar di Awal, Setelah Itu Tidur Lagi

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, menyambut baik rencana pelaksanaan apel akbar tersebut.

Ia menilai generasi muda memiliki kreativitas dan potensi besar yang perlu dikembangkan menjadi kegiatan produktif serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Namun, Juliana memberikan penekanan khusus agar kegiatan berskala besar itu tidak berhenti pada kemeriahan acara dan kebanggaan sesaat.

“Pada dasarnya kami sambut baik dan saya percaya kalian anak-anak muda memiliki kreativitas yang banyak,” katanya.

Ia mendorong pemuda agar tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga berani bekerja dan mewujudkan kreativitas menjadi sesuatu yang nyata dan bermanfaat.

“Yang banyak ide dan banyak berkreativitas akan mendatangkan banyak manfaat dan rezeki. Ayo anak muda, kerja supaya kita bisa berlomba-lomba dan maju bersama,” ujarnya.

Lebih jauh, Juliana mengingatkan bahwa keberhasilan apel akbar tidak semestinya hanya diukur dari jumlah peserta, kemegahan acara, atau besarnya perhatian publik. Ukuran yang lebih penting adalah manfaat yang dihasilkan setelah kegiatan selesai.

“Yang kedua, apel akbar ini harus berdampak. Dampaknya apa? Bukan gebyar dan kencang di awal, dan kemudian tidur lagi. Mimpi, bangun, baru bikin sesuatu lagi,” tegasnya.

Menurut Juliana, konsolidasi tersebut harus menjadi ruang untuk membangun persatuan, mempererat persaudaraan, dan memperkuat semangat pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa semangat persatuan tidak boleh berhenti di antara sesama kader Pemuda Katolik, tetapi harus mampu merangkul seluruh OKP lainnya dan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang perbedaan.

“Bukan demi membanggakan diri, tetapi bagaimana mewujudkan satu Kudus Katolik dan juga bisa merangkul yang lain untuk bersatu dan menjalin persaudaraan sejati,” ungkapnya.

Kemandirian Ekonomi Pemuda Jadi PR

Selain persatuan dan penguatan organisasi, Wakil Bupati menekankan pentingnya manfaat ekonomi dari pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Apel Akbar 10 Ribu Kader Pemuda Katolik se-Maluku harus mampu memberikan dampak bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan generasi muda secara lebih luas, termasuk membuka ruang kreativitas, meningkatkan produktivitas, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Ia berharap pemuda tidak terus bergantung pada pihak luar, tetapi mampu mengenali dan mengembangkan potensi sumber daya yang tersedia di daerahnya sendiri.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah harapan masyarakat terhadap berbagai peluang ekonomi yang akan terbuka seiring pembangunan di Tanimbar.

Kemandirian generasi muda, menurut arah pesan yang disampaikan Wakil Bupati, perlu diwujudkan melalui kerja nyata, pengembangan usaha, peningkatan keterampilan, dan keterlibatan aktif dalam berbagai sektor pembangunan.

Karena itu, panitia dan organisasi yang terlibat diharapkan dapat menjadikan apel akbar sebagai titik awal gerakan berkelanjutan, bukan sekedar agenda seremonial yang selesai ketika kegiatan berakhir.

“Pemuda Katolik harus bangkit, lakukan yang baik, jadilah role model bagi Tanimbar dan bagi Maluku. Tetap militan seperti saudara-saudara kita yang lain dan dibarengi dengan semangat bersatu tanpa memandang perbedaan,” tegas Juliana.

Tiga Organisasi Satukan Langkah

Apel Akbar 10 Ribu Kader Pemuda Katolik se-Maluku digagas melalui kolaborasi Pemuda Katolik Komcab Kepulauan Tanimbar, ISKA, dan LKLM.

Audiensi dengan Bupati dan Wakil Bupati menjadi salah satu tahapan koordinasi panitia untuk menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan sekaligus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah.

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua LKLM sekaligus Ketua Panitia Apel Akbar, Costansius Kolatfeka; Ketua ISKA Kota Ambon sekaligus Sekretaris Panitia, Mathias Neys Watunglawar, S.H., M.H.; Ketua ISKA Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Corneles Waturu; Ketua Pemuda Katolik Komcab Kepulauan Tanimbar, Cansus Layan; serta Koordinator Panitia Lokal, Mathias Alubwaman, bersama sejumlah pengurus kepanitiaan.

Kolaborasi ketiga organisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat persiapan kegiatan, termasuk koordinasi teknis, komunikasi dengan pemangku kepentingan, dan pelibatan masyarakat dalam menyambut kedatangan peserta dari berbagai wilayah di Maluku.

Bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperluas jejaring antar generasi muda lintas kabupaten dan kota.

Tantangan Sesungguhnya Dimulai Setelah Apel Akbar

Dukungan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar mendorong panitia untuk semakin mematangkan persiapan pelaksanaan kegiatan pada November 2026 mendatang.

Namun, pesan yang disampaikan kedua pimpinan daerah itu sekaligus menempatkan harapan yang lebih besar di pundak generasi muda.

Di satu sisi, Bupati Ricky Jauwerissa menyoroti pentingnya kesiapan pemuda dalam menyambut peluang kerja dari PSN Blok Masela. Di sisi lain, Wakil Bupati Juliana Ch. Ratuanak mengingatkan agar kreativitas, persatuan, dan semangat organisasi diterjemahkan menjadi tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kedua pesan tersebut bertemu pada satu kebutuhan mendasar: bagaimana menjadikan generasi muda sebagai pelaku pembangunan, bukan sekedar penonton perubahan di daerahnya sendiri.

Dengan demikian, keberhasilan Apel Akbar 10 Ribu Kader Pemuda Katolik se-Maluku kelak tidak hanya ditentukan oleh terselenggaranya kegiatan dengan baik, tetapi juga oleh keberlanjutan gerakan setelahnya.

Mulai dari peningkatan kualitas SDM, pengembangan potensi ekonomi lokal, kepedulian terhadap lingkungan, hingga keterlibatan dalam menjawab persoalan sosial, seluruhnya dapat menjadi ruang pengabdian bagi generasi muda.

Baca Juga:

Jelang Apel Akbar 10 Ribu Kader; Pemuda Katolik, ISKA, dan LKLM Gaungkan Gerakan Kalesang Alam Tanimbar

Jelang Apel Akbar 10 Ribu Kader; Pemuda Katolik, ISKA, dan LKLM Gaungkan Gerakan Kalesang Alam Tanimbar

Pada akhirnya, konsolidasi besar ini diharapkan tidak hanya meninggalkan catatan tentang berkumpulnya ribuan kader di Tanimbar, tetapi juga melahirkan gerakan pemuda yang produktif, mandiri, inklusif, dan siap mengambil bagian dalam masa depan Kepulauan Tanimbar serta Maluku. (*)