Bupati Resmikan Taman Budha, Bikkhu Minta Umat Terdata di Capil 

MASOHI,Fordatanews.com-Bupati Zulkarnain Awat Amir meresmikan Taman Buddha Jaya Giri, Sabtu (6/6), bertepatan dengan Hari Waisak 2570 BE/Tahun 2026.

Taman Budha dibangun di atas lahan seluas 2500 meter persegi di Desa Namto, Kecematan Seram Utara Timur Seti, Kabupaten Maluku Tengah.

Ikut hadir Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Bhikkhu Siriratano Mahathera, Para Bikkhu, Sangha, Pandita, serta umat Budha di wilayah setempat.

Bupati mengatakan peringatan Hari Raya Waisak menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, persaudaraan, dan welas asih di tengah keberagaman.

“Nilai-nilai itu sangat relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era modern, ” ungkap Bupati.

Nilai-nilai Dharma tersebut menjadi pelita yang menuntun manusia untuk tetap berada di jalan kebajikan.

Ia mengapresiasi seluruh umat Buddha di wilayah Seram Utara Seti yang telaj h menjaga stabilitas keamanan, merawat toleransi, serta ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Umat Budha di wilayah setempat tersebar di sejumlah desa. Namun masih ada puluhan kepala keluarga (KK) yang belum terdata dalam administrasi kependudukan.

“Kurang lebih 100 Kepala Keluarga khususnya umat Budha yang belum terdata dan belum memiliki dokumen ( KK, KTP, Akta) dan dokumen lainnya,” ungkap Bhikkhu Siriratano Mahathera via telepon.

Fenomena ini menjadi persoalan serius Pemda Maluku Tengah sehingga warga, khususnya umat Budha bisa memperoleh akses layanan publik maupun program pemerintah.

“Kami minta Pemda mendata dan menerbitkan dokumen kependudukan agar bisa digunakan sesuai kebutuhan, ” pinta Bikkhu Siriratano, Anggota Sangha Theravada Indonesia. (F4S)