Golkar Maluku Konsolidasi Kekuatan, Umar Lessy Tegaskan Target Tambah Kursi di Semua Tingkatan

AMBON, FordataNews.com – Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (DPD Golkar) Provinsi Maluku mulai memanaskan mesin politik menjelang agenda besar partai tahun ini.

Dalam Rapat Pleno II DPD Golkar Maluku yang digelar di Hotel Kamari, Ambon, Minggu (15/3/2026), Ketua DPD Golkar Maluku Umar Lessy menegaskan bahwa soliditas kader dan penguatan struktur organisasi menjadi kunci utama untuk menghadapi tantangan politik ke depan.

Dalam arahannya, Umar Lessy menekankan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran daerah untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan kekuatan politik partai.

Menurutnya, agenda utama yang harus dicapai adalah penambahan kursi legislatif di seluruh tingkatan, mulai dari kabupaten/kota hingga provinsi.

“Instruksi DPP jelas, Golkar harus mampu menambah kursi di setiap tingkatan, baik di kabupaten, kota maupun provinsi. Untuk itu agenda organisasi harus segera kita tuntaskan, terutama pelaksanaan musyawarah-musyawarah daerah,” tegas Lessy di hadapan peserta pleno.

Ia menjelaskan, DPD Golkar Maluku menargetkan seluruh agenda konsolidasi organisasi dapat diselesaikan paling lambat Mei 2026. Setelah itu, partai akan melanjutkan dengan pelaksanaan musyawarah pimpinan kecamatan serta agenda verifikasi organisasi pada Juni mendatang.

Dirinya memastikan bahwa struktur dan infrastruktur partai di Maluku telah dipersiapkan untuk menyukseskan seluruh tahapan tersebut.

“Untuk menjemput agenda-agenda itu, infrastruktur partai kita sudah siap,” ujarnya.

Rapat Pleno II ini menjadi momentum penting bagi Golkar Maluku untuk memperkuat barisan sekaligus memastikan seluruh mesin partai bergerak solid dalam menghadapi agenda politik ke depan.

Baca Juga :

Serahkan Rekomendasi Pansus ke Polres, DPRD Bursel Minta Tindak Lanjut

Serahkan Rekomendasi Pansus Ke Polres, DPRD Bursel Minta Tindak Lanjut

Konsolidasi internal dinilai menjadi langkah strategis agar Golkar tetap menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Maluku. (*)