Ambon,Fordatanews.com._Dalam 2 hari terakhir, sejak (8/12/2025) Jagad media sosial Buru Selatan khususnya grup Facebook Info Terkini Buru Selatan dihebohkan dengan jeritan masyarakat Leksula.
Mereka menjerit atas kelangkaan BBM yang memicu mahalnya harga. Melalui Akun Fb Amphy Chuekh, keresahan warga Leksula itu terpublikasi.
” Masyarakat Kecamatan Leksula menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus protes tegas terhadap ketimpangan distribusi BBM oleh PT Burmalindo yang direksinya ERWIN TANAYA” Tulisnya
Dia menjelaskan ada perbedaan pelayanan antara Leksula dan Namrole, sehingga beberapa tahun ini Leksula mengalami kelangkaan BBM.
Menurutnya hal ini merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan, mengingat kedua kecamatan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pasokan BBM yang adil dan proporsional.
Akibat ketidakmerataan distribusi ini, masyarakat Leksula harus menanggung harga BBM yang jauh di atas harga normal, dengan rentang: Mitan Rp 10.000-12.000, Pertalite Rp 17.000, Pertamax Rp 18.000-20.000.
Kondisi ini secara langsung memukul sektor ekonomi, sosial, dan mobilitas warga.
Dirinya juga minta perhatian Pemda Bursel.
” Kami meminta Pemda Buru Selatan mengambil kebijakan cepat dan efektif untuk memastikan distribusi BBM yang adil serta pengawasan harga di lapangan. Tidak boleh ada satu pun wilayah di Buru Selatan yang diperlakukan tidak setara” keluhnya.
Leksula berhak mendapatkan layanan yang adil-tanpa pengecualian.
Postingan ini langsung mendapatkan beragam reaksi dari netizen.
Rata-rata mereka mendukung sembari mengeluarkan unek-uneknya yang selama ini terpendam.
Mereka menyebut harga 1 liter minyak tanah sampai Rp 15.000 dan juga mempertanyakan kemana jatah BBM untuk Leksula selama ini.
” Mitan itu kk dileksula itu ad yg smpe 15 rb pr liter apalai sumau natal ini” tulis Kamit Hangwasi
” Yang jadi pertanyaan, jatah BBM, kecamatan Leksula di kamanakan” tanya Christo Solisa.
SPBU Milik Erwin Tanaya sudah 5 tahun tak lagi beroperasi, informasinya akibat kerusakan LTC / Landing.
Untuk diketahui, selain menjadi pengusaha minyak, Tanaya juga merupakan kader Partai Demokrat.
Kiprahnya di partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono ini cukup hebat. Selain sudah dua periode menjadi Anggota DPRD Buru, dia juga memegang tampuk kekuasaan sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Buru.(*)







