Pangdam XV/Pattimura dan Forkopimda Matangkan Persiapan Ground Breaking Blok Masela

SAUMLAKI, FordataNews.com – Menjelang pelaksanaan peletakan batu pertama (ground breaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku meninjau langsung kesiapan lokasi di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Senin (13/7/2026).

Rombongan tiba di kawasan Shelter Blok Masela sekitar pukul 11.45 WIT. Dalam peninjauan tersebut, Pangdam memastikan seluruh fasilitas yang akan digunakan saat acara telah siap, mulai dari tenda utama, area tempat duduk tamu, akses jalan, hingga berbagai sarana pendukung lainnya.

Kapendam XV/Pattimura Letkol Inf Adi Swastika mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan memastikan seluruh rangkaian persiapan telah dilakukan secara maksimal sehingga pelaksanaan ground breaking dapat berlangsung aman, tertib, dan tanpa hambatan.

“Tujuan kunjungan ini adalah memastikan semua persiapan, baik untuk acara seremonial maupun kegiatan pendukung lainnya benar-benar matang dan tidak ada kendala sedikit pun,” ujarnya.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Dankodaeral IX/Ambon Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung, serta sejumlah pejabat TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Usai melakukan pengecekan menyeluruh dan memastikan kesiapan lokasi, Pangdam bersama rombongan meninggalkan area Shelter Blok Masela untuk melanjutkan agenda berikutnya.

Baca Juga:

Pangdam XV/Pattimura Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas dan Dorong Kemajuan Maluku

Pangdam XV/Pattimura Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas dan Dorong Kemajuan Maluku

Ground breaking PSN Blok Masela adalah agenda strategis yang dinantikan karena menandai dimulainya tahapan penting pembangunan proyek migas nasional yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Provinsi Maluku. (*)