BEIJING, FordataNews.com – Perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah 2026 Masehi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, Sabtu (21/3/2026) berlangsung khidmat sekaligus hangat.
Momentum hari kemenangan umat Muslim di negeri Tirai Bambu ini mempertemukan ratusan diaspora dan mahasiswa Indonesia dalam satu momentum penuh makna, yakni mempererat persatuan di tengah jarak dari Tanah Air.

Di tengah suasana awal musim semi yang masih dingin, kehangatan justru terasa kuat dari kebersamaan para WNI yang hadir.
Momentum Lebaran di negeri orang ini tidak sekadar seremoni keagamaan, melainkan menjadi ruang strategis untuk meneguhkan solidaritas kebangsaan.
Dubes RI untuk Republik Rakyat Tiongkok, Drs. Djauhari Oratmangun, dalam sambutannya menegaskan bahwa Idul Fitri di luar negeri memiliki dimensi yang lebih dalam.
Ia menyebut, perayaan ini menjadi wadah memperkuat silaturahmi sekaligus menjaga semangat nasionalisme.

“Momentum ini menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan dan membangun solidaritas di antara sesama anak bangsa, meskipun kita berada jauh dari tanah air. Di tengah cuaca dingin, kita tetap merasakan kehangatan karena kebersamaan,” tegas Dubes Djauhari.
Lebih dari itu, Dubes Djauhari menekankan kehadiran KBRI bukan sekadar simbol negara, tetapi juga representasi nyata pemerintah dalam melayani dan melindungi warga negara di luar negeri.
Interaksi langsung dengan masyarakat, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menyerap aspirasi diaspora.
SOLIDARITAS NYATA DARI BEIJING UNTUK ACEH
Semangat kepedulian sosial yang tumbuh selama Ramadan turut mewarnai perayaan tersebut.
Melalui kolaborasi berbagai komunitas seperti Lingkar Pengajian Beijing, PCI NU Tiongkok, dan PCI Muhammadiyah, diaspora Indonesia berhasil menghimpun zakat fitrah dan sedekah.
Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh, sebuah bukti bahwa jarak geografis tidak mengurangi kepedulian terhadap sesama di Tanah Air.
“Ini bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Indonesia tetap terjaga di manapun berada,” ujar Dubes Djauhari.

Ia juga menyampaikan keprihatinan atas berbagai bencana yang melanda Indonesia belakangan ini, mulai dari banjir, longsor di Bandung, gempa di Jatim, hingga cuaca ekstrem di Sumatera.
Dubes RI untuk Republik Rakyat Tiongkok ini mengajak seluruh diaspora untuk turut mendoakan para korban agar diberi kekuatan dan ketabahan.
KHOTBAH PERSATUAN
Perayaan Idul Fitri diawali dengan Salat Ied yang dipimpin oleh Imam Faruq Bil Adly, mahasiswa Central University of Finance and Economics.
Sementara Dienny Redha Rahmani, mahasiswa doktoral di Beijing University of Chemical Technology, menyampaikan khotbah.
Dalam khotbahnya, Dienny menekankan pentingnya merawat persatuan dalam keberagaman.
“Perbedaan hendaknya mendorong kita untuk saling menghargai dan memahami. Dari situlah akan terbangun ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi diaspora yang hidup di lingkungan multikultural, sekaligus memperkuat identitas sebagai bangsa yang menjunjung tinggi toleransi.
AJANG SILATURAHMI DAN KONSOLIDASI
Perayaan ini juga dimanfaatkan sebagai momentum memperkenalkan pejabat baru di lingkungan KBRI Beijing, termasuk Koordinator Fungsi Ekonomi, Atase Pendidikan, dan Atase Perdagangan.
Baca Juga :
Hadiri Perayaan Imlek SINOVAC di Beijing, Wakil Dubes RI Dorong Investasi dan Penguatan Kerja Sama Kesehatan
Idul Fitri di KBRI Beijing tahun ini bukan sekadar perayaan, tapi potret nyata kekuatan diaspora yang tetap solid, peduli dan terhubung erat dengan Tanah Air, meski terpisah ribuan kilometer. (*)







