CHANGSHA, FordataNews.com – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa saat Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menyapa dan berbuka puasa bersama lebih dari 200 warga negara Indonesia (WNI) di Kota Changsha, 1 Hunan, Minggu (8/3/2026).
Dalam sambutannya, Dubes Djauhari menegaskan bahwa kehadiran perwakilan Indonesia di luar ibu kota Tiongkok merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi dengan diaspora Indonesia.
“Saya ingin KBRI tidak hanya menunggu di Beijing. Saya ingin ada kehadiran langsung. Menyapa. Mendengar cerita,” ujar Djauhari di hadapan para WNI yang memadati ballroom hotel tempat kegiatan berlangsung.

Mayoritas peserta yang hadir merupakan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Changsha.
Antusiasme mereka terlihat saat menyimak sambutan sekaligus berdialog langsung dengan perwakilan pemerintah Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Djauhari juga mengingatkan pentingnya WNI di luar negeri melakukan lapor diri kepada perwakilan RI.
Menurutnya, proses tersebut kini semakin mudah karena dapat dilakukan secara daring melalui portal Peduli WNI.
“Sekarang caranya juga sangat mudah. Cukup melalui Portal Peduli WNI. Bisa dilakukan secara online, kapan saja, dan dari mana saja,” jelasnya.
Acara silaturahmi kemudian dilanjutkan dengan perkenalan Wakil Duta Besar RI di Beijing, Irene Umar, yang juga menyampaikan pentingnya menjaga komunikasi antara pemerintah dan masyarakat Indonesia di luar negeri.
Menurut Irene, diplomasi tidak hanya berkaitan dengan hubungan antar negara, tetapi juga bagaimana negara hadir dan berkomunikasi dengan warganya di perantauan.
“Pertemuan ini sangat berarti, karena diplomasi bukan hanya tentang hubungan antar negara dan antar pemerintah, tetapi juga tentang menjaga komunikasi dengan warga negara Indonesia yang berada di luar tanah air,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan masyarakat Indonesia di Tiongkok memiliki peran penting sebagai jembatan persahabatan antar bangsa.
“Setiap prestasi mahasiswa, setiap kerja profesional, hingga interaksi dengan masyarakat setempat, semuanya membawa nama baik Indonesia,” tambahnya.
Selain menjadi ajang silaturahmi di bulan suci Ramadan, kegiatan ini juga menghadirkan layanan konsuler dan keimigrasian secara langsung bagi WNI di Changsha.
Layanan tersebut menjadi sangat membantu, mengingat sebelumnya masyarakat Indonesia harus menempuh perjalanan hampir 1.500 kilometer ke Beijing untuk mengurus dokumen.
Dalam kegiatan itu, sejumlah WNI memanfaatkan layanan pencatatan rekam biometrik untuk pembuatan paspor baru yang dilayani oleh tim Atase Imigrasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing.
Acara berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan, meskipun suhu udara di Changsha saat itu masih berada di bawah 10 derajat Celsius.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu legendaris Rayuan Pulau Kelapa yang dipimpin langsung oleh Dubes Djauhari.
Baca Juga :
Presenter CGTN Ioana Gomoi, Beri Kejutan Hangat untuk Dubes Djauhari di Siaran Langsung Beijing
Presenter CGTN Ioana Gomoi, Beri Kejutan Hangat untuk Dubes Djauhari di Siaran Langsung Beijing
Lagu tersebut menjadi simbol kebersamaan yang mengingatkan bahwa di mana pun berada, masyarakat Indonesia tetap terhubung sebagai satu keluarga besar di perantauan. (*)







