Wattimena Terpilih Pimpin Kwarcab Pramuka Seram Bagian Timur

Babak Baru Kepemimpinan Pramuka di Wilayah Kepulauan

BULA, FordataNews.com – M. Miftah Thoha R. Wattimena, S.IP., MA resmi terpilih sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) periode 2025–2030, menggantikan Idris Rumalutur.

Terpilihnya Wattimena yang saat ini menjabat Wakil Bupati SBT menandai babak baru kepemimpinan Gerakan Pramuka di wilayah kepulauan tersebut untuk lima tahun ke depan.

Usai palu sidang diketuk, Wattimena menegaskan bahwa proses pemilihan berlangsung demokratis dan mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dalam tubuh Gerakan Pramuka.

“Setelah palu sidang diketuk, tidak ada lagi kubu atau kelompok. Yang ada hanyalah satu, yaitu Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Seram Bagian Timur,” tegas Wattimena, Sabtu (27/12/2025).

Dalam kepemimpinannya, Wattimena mengusung visi “Terwujudnya Pramuka Seram Bagian Timur yang mandiri, berkarakter, dan unggul dalam bingkai semangat Ita Wotu Nusa menuju Generasi Emas 2045.”

MISI STRATEGIS

Untuk mewujudkan visi tersebut, sejumlah misi strategis telah disiapkan, antara lain penguatan karakter dan spiritual anggota Pramuka agar bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia sesuai nilai-nilai Pancasila.

Ia juga menekankan peningkatan mutu pembinaan melalui pelatihan berkelanjutan bagi para pembina, termasuk penyelenggaraan Kursus Mahir Dasar (KMD), serta modernisasi organisasi dengan tata kelola administrasi kwartir berbasis teknologi informasi yang efektif dan transparan.

Wattimena turut menaruh perhatian serius pada pemberdayaan potensi lokal, dengan mendorong kegiatan Pramuka berbasis kearifan lokal SBT, seperti hilirisasi sagu dan pengembangan ekonomi kreatif di sektor pertanian, kelautan, pariwisata, dan alam.

Dalam aspek sosial kemasyarakatan, Pramuka SBT akan diarahkan untuk lebih aktif bersinergi dengan pemerintah daerah melalui program Pramuka Peduli dan Pramuka Siaga Bencana, mengingat karakter wilayah SBT sebagai daerah kepulauan yang rawan bencana.

Tak kalah penting, ia menargetkan kemandirian ekonomi organisasi melalui pengembangan unit usaha kwartir serta pembekalan keterampilan life skill dan kewirausahaan bagi peserta didik, termasuk melalui pengembangan Bumi Perkemahan Maritim yang dirancang sebagai bagian dari investasi daerah.

“Mengingat geografis SBT yang luas, kita ingin memastikan kualitas Pramuka di Bula tidak jauh berbeda dengan Pramuka di Gorom, Wakate, maupun Kesui. Digitalisasi dan pertemuan rutin akan menjadi kunci pemerataan pembinaan di seluruh kwartir ranting,” jelasnya.

PRAMUKA JADI BAROMETER PRESTASI

Wattimena menegaskan bahwa kepemimpinan di Gerakan Pramuka merupakan bentuk pengabdian, bukan sekadar kedudukan. Ia pun bertekad menjadikan Pramuka SBT sebagai barometer prestasi di tingkat daerah hingga nasional.

“Tugas saya ke depan bukan untuk berjalan sendiri. Saya mengajak kakak-kakak semua merapatkan barisan. Saya membutuhkan tangan-tangan dingin, ide-ide segar yang inovatif dan kreatif, serta semangat bakti kita bersama untuk menjalankan organisasi ini,” pungkasnya.

BUKA RESMI MUSCALUB

Pada kesempatan yang sama, Wattimena secara resmi membuka Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscalub) Gerakan Pramuka Kwarcab SBT.

Ia berpesan agar kepemimpinan Pramuka ke depan mampu beradaptasi dengan era digital tanpa meninggalkan kode kehormatan Satya dan Darma Pramuka.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi Pramuka dengan program pemerintah daerah, khususnya dalam isu-isu sosial seperti penanganan stunting, pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi kreatif pemuda, serta mendukung program unggulan daerah, salah satunya hilirisasi sagu.

“Musyawarah untuk mufakat adalah simbol persatuan Pramuka. Tunjukkan proses demokrasi yang sehat, sejuk, dan bermartabat,” pesannya.

Menurut Wattimena, pelaksanaan Muscalub merupakan bagian dari reorganisasi organisasi akibat kondisi tertentu, namun harus dimaknai sebagai peluang untuk melakukan akselerasi dan penguatan kelembagaan.

Dirinya menegaskan, Gerakan Pramuka adalah fondasi pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, keberlanjutan kepemimpinan di tingkat Kwarcab sangat krusial agar program kerja tidak terhenti.

“Selamat bermusyawarah. Semoga hasil Muscalub ini membawa kemajuan bagi Gerakan Pramuka dan kontribusi nyata bagi daerah kita tercinta. Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan,” tutup Wattimena.

SUMBER DANA

Sementara itu, Ketua Panitia Muscalub Kwarcab SBT, Karno Rumalutur, melaporkan bahwa pelaksanaan Muscalub berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka serta kebutuhan organisasi.

Ia menjelaskan bahwa Muscalub bertujuan untuk membahas dan mengambil keputusan strategis dan mendesak demi kelancaran serta kemajuan Gerakan Pramuka di Kwarcab SBT.

“Sumber pendanaan kegiatan Muscalub ini berasal dari dana hibah Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur Tahun 2025,” jelasnya.

Baca Juga :

Walikota Ambon Jadi Inspektur Upacara Hari Pramuka ke-64

Walikota Ambon Jadi Inspektur Upacara Hari Pramuka ke-64

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati SBT, Sekretaris Daerah, Asisten III, Ketua Majelis Pembimbing Cabang beserta jajaran, para andalan, ketua kwartir ranting, pembina Pramuka, serta seluruh peserta Muscalub. (*)