SAUMLAKI, FordataNews.com – Teror buaya di perairan Kabupaten Kepulauan Tanimbar kembali memakan korban.
Seorang warga Desa Watmuri, Kecamatan Nirunmas, Sefnat Lartutul (26), nyaris kehilangan nyawa setelah diterkam predator ganas saat melaut pada Senin (11/4/2026), sekitar pukul 21.30 WIT malam.
Peristiwa mengerikan itu terjadi saat korban tengah melaut bersama saudara sepupunya, Onisimus Samangun dalam kondisi laut yang gelap dengan ketinggian air sebatas dada orang dewasa.
Informasi ini berhasil diperoleh FordataNews.com dari salah satu keluarga korban, Marco Salaka.
Marco menerangkan sesuai kejadian yang dialami korban bersama sepupunya itu bahwa di saat keduanya sedang asik melaut, seekor buaya tiba-tiba muncul dan langsung mengibaskan ekornya mengenai kepala korban sehingga korban langsung terjatuh.
Kibasan ekor buaya ini langsung disaksikan oleh sepupu korban yang tepat berada di posisi belakang korban.
Kibasan ekor hewan predator itu sontak membuat korban terjatuh. Saat korban berdiri, buaya tersebut kemudian menerkam korban.
Korban sempat menghalau terkaman itu menggunakan tangan kirinya, namun terkaman predator ini langsung mengenai tangan serta kepala korban.
Sepupu korban yang menyaksikan langsung kejadian tersebut sempat panik, namun dirinya tidak tinggal diam. Dengan keberanian seadanya.
Ia menggunakan senter yang di tangannya untuk menyinari mata hewan predator tersebut dan upaya itu ternyata berhasil membuat hewan itu melepas cengkramannya dari korban.
Teriakan minta tolong dari korban bersama sepupunya ini dengan cepat didengar dan direspon oleh warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi sehingga dengan cepat korban bisa dievakuasi.
Korban yang dalam kondisi luka parah langsung dilarikan menuju RSUD dr. P. P. Magretti Saumlaki. Namun, jauhnya jarak tempuh membuat korban baru tiba di rumah sakit sekitar pukul 01.00 WIT.
Tim medis yang menangani korban segera melakukan tindakan cepat. Luka sobek serius di bagian kepala harus ditangani melalui operasi.
Sementara itu, kondisi tangan kiri korban yang mengalami patah tulang parah dan nyaris putus membuat dokter terpaksa mengambil langkah amputasi demi menyelamatkan nyawa korban.
Saat ini, Sefnat Lartutul masih menjalani perawatan intensif di ruang High Care Unit (HCU) RSUD dr. P. P. Magretti Saumlaki.
Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bagi masyarakat pesisir di Kepulauan Tanimbar. Aktivitas melaut, terutama pada malam hari, kini dihadapkan pada ancaman nyata dari serangan buaya yang kian sering terjadi.
Baca Juga:
Korban Long Boat Terbalik di Watmasa Ditemukan Meninggal, Jumlah Korban Jiwa Bertambah
Korban Long Boat Terbalik di Watmasa Ditemukan Meninggal, Jumlah Korban Jiwa Bertambah
Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna menghindari kejadian serupa terulang kembali. (*)








