Santan Kelapa dan Kopi Indonesia Kuasai Pasar Tiongkok, Dubes RI Resmikan Gerai ke-30 Ribu Luckin Coffee di Shenzhen

SHENZHEN TIONGKOK, FordataNews.com – Produk unggulan Indonesia kembali menunjukkan dominasinya di pasar global. Santan Kelapa dan Kopi Indonesia kini menjadi bagian tak terpisahkan dari industri Kopi modern Tiongkok.

Hal itu ditandai dengan dilakukannya peresmian Gerai ke-30 ribu Luckin Coffee di Kota Metropolitan Shenzhen, Minggu, 8 Februari 2026, berdasarkan rilis resmi  Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing yang diterima FordataNews.com, Senin (9/2/2026).

Peresmian itu dihadiri langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun.

Peresmian dilakukan bersama Chairman Luckin Coffee Li Hui dan CEO serta Co-Founder Luckin Coffee Tiongkok Guo Jinyi, sekaligus menegaskan eratnya kemitraan strategis Indonesia dengan jaringan waralaba kopi terbesar di Tiongkok tersebut.

PRODUK KOPI ANDALAN

Salah satu produk andalan Luckin Coffee sejak 2021, “coco latte”, menjadi bukti nyata keberhasilan ekspor Indonesia.

Minuman ini menggunakan santan Kelapa murni asal Indonesia yang dipadukan dengan kopi pilihan, dan pada tahun 2025 saja, berhasil terjual lebih dari 1,4 miliar cangkir.

“Yang membuat Luckin Coffee istimewa bagi saya adalah cita rasa Indonesia yang hadir dalam setiap seruputan coco latte,” ujar Dubes Djauhari dalam sambutannya.

KELAPA DAN KOPI SENTUH HULU PRODUKSI

Tak hanya sebatas pasar, kemitraan ini juga menyentuh langsung hulu produksi di Tanah Air.

Sejak Maret 2025, Luckin Coffee resmi bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, sebagai salah satu pemasok Kelapa terbesar bagi kebutuhan industri minuman mereka di Tiongkok.

Kerja sama ini membuka peluang besar bagi petani Kelapa Indonesia untuk masuk dalam rantai pasok global.

Selain santan Kelapa, Luckin Coffee juga menegaskan komitmennya terhadap kualitas Kopi dengan mengimpor biji Kopi terbaik dari Indonesia, selain dari Brasil, Kolombia, dan Ethiopia.

Kopi Indonesia dinilai memiliki karakter rasa yang khas dan mampu bersaing di pasar internasional.

JADI SIMBOL PERTEMUAN BUDAYA

Mengakhiri sambutannya, Dubes Djauhari Oratmangun menekankan bahwa ekspor Kelapa dan Kopi Indonesia bukan semata urusan dagang, tetapi juga simbol pertemuan budaya.

“Melalui secangkir Kopi, santan Kelapa yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia kini turut menjadi bagian dari keseharian masyarakat Tiongkok,” katanya.

Indonesia sendiri merupakan salah satu produsen Kopi dan Kelapa terbesar dunia. Data Kepabeanan Tiongkok (GACC) mencatat, pada tahun 2025 ekspor Kopi Indonesia ke Tiongkok meningkat signifikan, sementara nilai ekspor Kelapa Indonesia menembus lebih dari USD 245 juta.

PULUHAN RIBU GERAI

Sebagai pemain utama industri kopi global, Luckin Coffee terus memperluas ekspansinya dengan membuka puluhan gerai di Singapura dan Malaysia, serta gerai internasional pertamanya di New York, Amerika Serikat, pada musim panas 2025.

Tahun ini bahkan Luckin Coffee menargetkan membuka gerai ke-40 ribu.

Baca Juga :

Industri Perikanan Masuk Tanimbar, Nelayan Tradisional Jadi Prioritas Utama

Industri Perikanan Masuk Tanimbar, Nelayan Tradisional Jadi Prioritas Utama

Kehadiran Dubes RI dalam peresmian ini sekaligus menjadi penegasan bahwa santan Kelapa dan Kopi Indonesia bukan hanya komoditas ekspor, tetapi identitas rasa Indonesia yang kini mendunia. (*)