Buru  

Salampessy Tegaskan Usai Gunung Botak, Wapsalit-Gogrea Menyusul

8 Pos Di Gunung Botak, Satgas Memperluas Areal Penertiban

Namlea,Fordatanews.com._ Penertiban Pertambangan Emas Ilegal tengah gencar diilakukan oleh Pemerintah Provinsi  Maluku, Pemerintah Kabupaten Buru bersama TNI-polri.

Setelah munutup areal Gunung Botak, kini langkah penertiban akan diperluas ke dua areal lainnya yakni Wapsalit dan Gogrea.

Kepastian akan perluasan areal penertiban itu disampaikan oleh Ketua Satgas Penertiban Pemprov Maluku Djalaludin Salampessy. Senin (15/12/2025) di Desa Wamsait, Kabupaten Buru.

–Baca Juga :Akademisi Dukung Penataan Lingkungan : Gunung Botak Harus Ditertibkan

“Jadi selain penertiban areal Gunung Botak , hal yang sama akan dilakukan juga di tambang Gogorea , wapsalit dan semua tambang illegal yang ada di Kab Buru sesuai ketentuan yang diatur dalam undang-undang minerba” tegas Djaldo dalam apel bersama satgas penertiban Gunung Botak.

Bekas Carateker Bupati Buru ini pun menekan pentingnya kesadaran semua pihak terhadap aturan yang berlaku.

Dirinya juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya alam ini demi kemakmuran.

Salampessy berharap , pihak koperasi dapat membimbing masyarakat untuk melakukan aktifitas penambangan yang baik.

“Koperasi harus mampu berkontribusi sesuai mekanisme izin yang telah ditetapkan”,ucapnya.

Dalam keyakinannya, pihak koperasi akan memberikan kontribusi berupa iuran kepada pemda. Setelah melalui mekanisme rapat anggota sesuai dengan sistim yang telah diatur oleh negara.

GANTI PASUKAN

Selain akan memperluas wilayah penertiban, Tim Gabungan TNI-Polri,Satpol PP dan Pemprov Maluku yang terhimpun dalam satgas penertiban tambang emas Ilegal gunung botak yang bertugas sejak 2 Desember 2025 akan melakukan pergantian pasukan.

Pasukan yang ada ditarik dan akan digantikan oleh pasukan pengamanan yang baru.

“Pergantian tersebut , untuk penyesuaian dalam menjaga delapan pos yang telah ditetapkan di areal Gunung Botak , ” hal ini disebutkan oleh Ketua Satgas Penertiban Gunung Botak Jalaludin Salampessy di Dusun Wamsait .

Birokrat jempolan pemprov Maluku ini pun menegaskan luas wilayah yang dikelola oleh koperasi sebesar 100 hektar.

” Sesuai ijin pemerintah , telah ditetapkan secara resmi luas wilayah yang akan dikelola oleh koperasi di areal gunung botak sebesar 100 hektar, ungkap Djalaludin .

Untuk diketahui, Dalam apel pasukan yang digelar, turut dihadiri oleh Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang dan Dandim 1506 / Namlea Letkol Infantri TNI Herbertus Purwanto.(*)