Ambon,Fordatanews.com._ Sekitar 2000 tahun silam, Christmas Carol pertama kali terjadi. Sewaktu bayi Yesus lahir dari rahim Maria di Betlehem, Efrata,Tanah Judea. Saat itu Malaikat dan Bala Tentara Sorga menyanyi dan memuji Allah.
Kisah ini termaktub selamanya dalam pasal 2:13-14 Injil Lukas.
Sabtu malam,(20/12/2025), Di persimpangan jalan Setia Budi dan Said Perintah, Ambon. Nyanyian memuji Allah dalam Kidung Natal dipersembahkan dari atas panggung Christmas Carol komunitas Joas Lama (Jola).
Tak hanya berbagai genre senandung berkualitas dari biduan dan biduanita lintas generasi kota musik ini. Lincah tumit melompat dalam disco Natal pun sudah tersaji dipanggung itu.
–Baca Juga : Toisuta : Puluhan Penyanyi Lintas Generasi Meriahkan Christmas Carol Di Jantung Kota Ambon
Semalam, di panggung Christmas Carol tak hanya tentang memuji Tuhan, tapi juga arena pertunjukan kemahakuasaan sang pencipta, yang memberi talenta-talenta terbaik bagi Ambon dan Maluku.
Dalam semaraknya itu, satu demi satu biduan dan biduanita naik panggung bergiliran. Dari biduan Veteran Franz Pattiradjawane (Angkie Ambon hingga penampilan pamungkas bekas jawara Indonesian Idol Igo Pentury
WALIKOTA DAN WAKIL KETUA DPRD MALUKU BERNYANYI – GUBERNUR MENIKMATI.
Sekitar pukul 21: 00 WIT, acara dimulai. Beberapa penampil naik panggung bergantian dengan kidung pujiannya.
Chaken Supusepa dengan Natal Di Rantau, White Christmas dari Harry Alfons, Sion VG dengan Tiada Yang Seperti Yesus. Betha Voice yang melantukan Alfa Omega, dan Detje Matulapelwa Cs dalam He Touch Me.
Musisi Rence Alfons juga tampil dengan nuansa jazz untuk menaklukan lagu natal berjudul The Christmas Song, yang dulunya dipopulerkan pertama kali oleh penyanyi legendaris Amerika Nat King Cole.
Usai Direktur Ambon Music Office (AMO), Giliran suara bariton biduan veteran Franz Pattyradjawane (Angkie Ambon) menghangatkan suasana.
Wali Kota Ambon Bodewyn Wattimena dan Wakil Ketua DPRD Maluku Johan Lewerissa yang hadir untuk menonton acara Christmas Carol ini, pun tak kuasa menahan keinginannya bersenandung memuji Tuhan.
Lewerissa naik panggung untuk mengkidungkan Si Penebus Dosa karya Charles Hutagalung, sementara Wattimena memilih untuk melagukan Selamat Natal Mama karya Arie Sapulette.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang hadir, terlihat betah dan menikmati semua persembahan yang ditampilkan.
Selain itu, Ketiga pejabat ini pun didaulat untuk menyerahkan secara sombolis paket bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
SETANGKUP KOPI MEMBAWA INSPIRASI
Makin larut acara makin semarak, usai Dancer Benteng mementaskan disco Natal. Biduanita Linda Nussy dan Grace Huwae ambil bagian diatas panggung.
Senandung Grace tentang sukacita peristiwa kelahiran anak lelaki Maria, Mary’s Boys Child.
Sementara Linda Nussy mempersembahkan lagu Natal Bawa Sukacita.
Warna musik raggae turut menghibur lewat penampilan Dalenz Ultra.K, Biduan berambut gimbal ini membawakan kidung berjudul Natal Tlah Tiba.
Selepas itu, duet berkelas lagu dua bahasa dipersembahkan dalam acara semalam. Obeth Habibuw (Betho Idol) dan si pemilik suara “berat-jernih”Margie Sipahelut tampil menyihir audience bersama kidung The Prayer.
Penampilan pamungkas di panggung ini menjadi milik Jawara Indonesian Idol 2010, Elicohen Christellgo Pentury bersama kidung Berjudul Kasihmu Tiada Duanya.
Pergelaran acara Christmas Carol 2025 di simpang jalan Dr Setiabudi dan Said Perintah, merupakan gagasan dari Komunitas Joas Lama (Jola).
Komunitas ini mayoritasnya berisikan orang-orang yang sering menyeruput setangkup kopi di Warkop Tradisi Joas (Joas Lama), Ambon.
Mereka tidak membentuk panitia, hanya tim kerja yang diketuai oleh Jeffry Hitijahubessy. Sementara untuk kesuksesan acara dipercayakan kepada Hendry Toisuta selaku ketua seksi acara.
Toisuta yang sempat mempersembahkan kidung Give Thanks sebelum acara dimulai, mengakui pihaknya mendukung penuh Kota Ambon sebagai Kota Musik Dunia.
Dirinya juga senang karena acara berlangsung aman,tertib dan meriah.(*)






