Polda Maluku Gagas Baileo Perdamaian, Upaya Cegah Konflik Sosial

Baileo Perdamaian
Sekda Malteng Rakib Sahubawa pada sosialisasi Baileo Perdamaian sebagai upaya Cegah Konflik Sosial, Selasa (16/9/2025). f:F4S-

MASOHI, FordataNews.com – Konflik yang belakangan terjadi di sejumlah daerah di Maluku menjadi perhatian serius.

Insiden yang melibatkan warga itu menunjukan perlunya pola-pola penanganan baru untuk mereduksi intensitas konflik.

Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menggagas pentingnya membangun “Baileo Perdamaian” atau rumah damai di berbagai titik rawan konflik.

Hal tersebut sebagai langkah cepat Kapolda merespon konflik yang terjadi.

Kapolda mengutarakan itu dalam Fokus Group Discussion (FGD) bersama Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalatta, Sekda Rakib Sahubawa.

Selanjutnya, Pemkot Ambon, Kementerian Agama, Pimpinan TNI/Polri, serta para tokoh agama di Ambon, Selasa (16/9/2025).

Sementara itu, Sekretaris Daerah Rakib Sahubawa dalam FGD memaparkan, Pemda dan Forkopimda Maluku Tengah turun tangan menengahi permasalahan.

Selain itu hadir sebagai fasilitator perdamaian dan keadilan di negeri-negeri berkonflik.

SOLUSI DAMAI

Kata Sahubawa, saat ini, pihaknya sedang melaksanakan beberapa program untuk percepatan penanganan konflik dan mewujudkan solusi damai.

Diantaranya membentuk Tim Satgas Penanganan Konflik rekonsiliasi dan rekontruksi.

Berikutnya membentuk pemuda pelopor damai di Kecamatan sebagai agen perdamaian yang aktif membangun solidaritas dan harmoni dalam kehidupan sehari-hari.

“Membangun pos di perbatasan negeri berkonflik, kemudian merancang Perda tentang Penanganan Konflik, serta Perda Peredaran Miras, ” papar Sahubawa.

Namun begitu, kehadiran pemerintah saja tidak cukup. Kesadaran masyarakat, nilai-nilai kearifan lokal dalam menyelesaikan konflik secara damai juga menjadi faktor utama.

Baca Juga:

Bupati Malteng Datangi Warga Kailolo-Kabauw, Kunjungi Rumah Duka: https://fordatanews.com/bupati-maluku-tengah-datangi-warga-kailolo-kabauw-dan-kunjungi-rumah-duka/

“Kedepankan nilai-nilai persaudaraan, kemanusiaan. Di tengah tantangan sosial dan era digital, kita perkuat agen-agen pemuda damai di kecamatan, ” pungkasnya. (*)

Penulis: F4SEditor: Editor FordataNews