Ambon  

OMK Katedral Ambon Didorong Kesiapan Memasuki Dunia Kerja, ISKA Turun Tangan Bekali Kompetensi

AMBON, FordataNews.com – Upaya mendorong kesiapan generasi Orang Muda Katolik (OMK) untuk menghadapi ketatnya persaingan dunia kerja terus digencarkan.

Dewan Paroki Gereja Katedral Ambon menggelar workshop bertajuk “Tantangan dan Solusi Dalam Dunia Kerja” dengan menghadirkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Kota Ambon sebagai pemateri, Jumat (10/4/2026).

Iklan

Kegiatan yang berlangsung di halaman Gereja Katedral tersebut disambut antusias oleh para OMK dan umat Paroki Katedral.

 

Workshop ini menjadi ruang pembekalan strategis bagi kaum muda agar tidak hanya siap bersaing, tetapi juga mampu membaca peluang di tengah dinamika dunia kerja yang terus berubah.

Pastor Paroki Katedral Ambon, RD Paulinus Kalkoy, dalam sambutannya mengapresiasi peran aktif ISKA yang dinilai konsisten mendorong pemberdayaan kaum muda Katolik.

Ia menegaskan bahwa generasi OMK harus memiliki kesiapan mental dan kompetensi sejak dini.

“Orang muda Katolik harus aktif mempersiapkan diri, memperluas wawasan, dan terus mencari informasi terkait ketenagakerjaan. Ini menjadi kunci untuk bisa masuk dan bertahan di dunia kerja,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Dewan Paroki Katedral Ambon, Yoserisal D. Wokabubun, SS., M.H., yang juga menjabat Sekretaris DPD ISKA Maluku, menekankan pentingnya peningkatan kualitas diri sebagai fondasi kesejahteraan.

Menurutnya, kaum muda tidak boleh pasif, melainkan harus berani mengambil peran, khususnya di sektor ekonomi, baik dalam bidang pelayanan maupun produksi.

“Kerja kita adalah bagaimana meningkatkan kualitas diri dan menangkap peluang kerja. Kaum muda harus berani mengambil posisi strategis,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC ISKA Kota Ambon, Matias Neis Watunglawar, S.H., M.H., dalam pemaparannya mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Ia mendorong OMK untuk aktif memanfaatkan berbagai fasilitas pelatihan yang disediakan pemerintah, seperti Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon maupun lembaga pelatihan kerja swasta lainnya.

“Kaum muda harus proaktif, jangan sampai tertinggal informasi. Ikuti pelatihan, tingkatkan kompetensi, dan pahami sejak awal aturan ketenagakerjaan agar siap terjun ke dunia industri,” jelas Watunglawar.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa keterlibatan dalam pelatihan tidak semata untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga untuk memahami hak dan kewajiban sebagai pekerja, serta membangun kapasitas diri secara berkelanjutan.

Workshop ini turut dihadiri Vikaris Parokial RD Igo Refo, jajaran Dewan Pastoral Paroki, Dewan Keuangan, serta umat lainnya.

Baca Juga:

ISKA dan Pemuda Katolik Gelar Pelatihan Barista di Ambon, Dorong Kemandirian dan Daya Saing SDM

ISKA dan Pemuda Katolik Gelar Pelatihan Barista di Ambon, Dorong Kemandirian dan Daya Saing SDM

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan peran OMK dalam menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat kontribusi mereka di dunia kerja dan pembangunan ekonomi. (*)