Mobil Pengangkut MBG Halangi Akses Masuk SD Inpres Sifnana, Keluhan Orang Tua Tak Digubris

SAUMLAKI, FordataNews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejatinya bertujuan menyehatkan generasi muda justru memunculkan persoalan serius di SD Inpres Sifnana.

Mobil pengangkut MBG berulang kali kedapatan kerap memarkirkan kendaraan tepat di depan gerbang sekolah, menutup akses masuk utama dan mengancam keselamatan siswa maupun guru.

Hal itu disaksikan langsung oleh beberapa orang tua siswa, Kamis (12/2/2026) pagi yang merupakan waktu para siswa dan guru berdesakan masuk ke sekolah.

Parahnya, ruang sempit yang tersisa akibat posisi parkir mobil tersebut berbatasan langsung dengan saluran pembuangan air (got) terbuka. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya, terutama bagi siswa sekolah dasar yang harus berdesakan saat jam masuk sekolah.

“Anak-anak dipaksa lewat celah sempit di samping mobil, dan di situ ada got. Kalau sedikit saja salah melangkah, bisa langsung jatuh,” ujar salah satu orang tua murid dengan nada khawatir.

Keluhan serupa telah disampaikan berulang kali oleh para orang tua murid. Namun hingga kini, mobil pengangkut MBG tetap memarkirkan kendaraan di titik yang sama setiap kali distribusi dilakukan, seolah mengabaikan peringatan dan risiko yang ditimbulkan.

Orang tua menegaskan bahwa mereka tidak menolak program MBG, tetapi menolak praktik distribusi yang dinilai sembrono dan mengabaikan aspek keselamatan lingkungan sekolah.

“Ini soal keselamatan anak, bukan soal makanan. Jangan sampai program baik justru menciptakan potensi kecelakaan,” tegas orang tua lainnya.

Situasi ini dinilai bertentangan dengan prinsip dasar keselamatan sekolah (school safety). Area gerbang yang seharusnya steril dari hambatan justru berubah menjadi titik rawan kecelakaan akibat parkir kendaraan besar dan keberadaan got terbuka di jalur akses siswa.

Para orang tua mendesak pihak penyedia MBG, pihak sekolah, serta instansi terkait untuk segera mengevaluasi pola distribusi, menata ulang lokasi parkir, dan memastikan proses pengantaran makanan tidak mengorbankan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

“Ada dua gerbang di sekolah ini. Kalau bisa, distribusi makanan ini dialihkan ke gerbang samping agar tidak menghalangi aktivitas sekolah,“ ujar salah satu orang tua.

Salah satu orang tua siswa yang menyampaikan langsung kepada petugas distribusi MBG bahkan tidak digubris.

“Petugasnya tetap bersikukuh tidak mau memindahkan ataupun menggeser posisi mobil untuk memberi ruang,“ tukas orang tua siswa ini.

Baca Juga :

Dari Larat untuk Guru Indonesia: Semangat PGRI ke-80 Menggema di Ujung Tanimbar

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola MBG maupun pihak sekolah terkait keluhan dan potensi bahaya tersebut. (*)