banner 728x250

Maichel Papilaya, Dari Komisariat Ke Komisaris.

Buah Manis Sebuah Loyalitas

Ambon,Fordatanews.com._ Perjalanan hidup seorang lelaki dalam menggapai mimpi-mimpinya kadang memerlukan banyak tantangan besar demi membentuk sebuah kematangan.

Tantangan itu senantiasa melekat dengan sejumlah kegagalan.

banner 325x300

Bila mundur, berhenti, berpaling ataupun putar haluan maka kematangan yang menjadi intisari pergulatan hidup niscaya tak akan pernah ada.

Panjang jalan yang dirintis itu kini berbuah lebat bagi Maichel Papilaya bagai hikayat klasik tanah ini tentang musim cengkeh di Saparua.

Lelaki kelahiran Itawaka, Saparua, Maluku Tangah 17 Mei 1980, baru saja resmi di daulat menjadi salah satu petinggi BUMD paling bergengsi di negeri para Raja dan Sultan sebagai Komisaris Bank Maluku-Maluku Utara sesuai hasil RUPS LB di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Mengisahkan Alumnus Fisip Unpatti Ambon ini bagai menyenandungkan bait-bait keramat lagu My Way Frank Sinatra.

The record shows

I took the blows

And did it my way

Yes, it was my way

Dia memang pernah jadi tukang ojek, pernah gagal caleg dan pernah pula terbelenggu pada titik terendah seorang laki-laki, namun kini bangkit dari kehinaan.

Dirinya jadi inspirasi akan nilai tertinggi sebuah loyalitas.

DARI KOMISARIAT KE KOMISARIS

Latar belakang Maichel Papilaya sejatinya adalah seorang aktivis murni yang ditempa dalam deru semangat reformasi 1998 , sewaktu dirinya masuk Universitas Pattimura sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Dia lalu memutuskan masuk sebagai anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon pada 1999.

Pada OKP Cipayung dengan motto Ut Omnes Unum Sint ini, Dirinya pernah jadi Sekretaris Komisariat.

Karir GMKI-nya memang tak pernah bermekaran hingga pelataran pengurus cabang apalagi sampai jadi pengurus pusat.

Tapi itu bukan halangan berarti, dia justru mematangkan naluri aktivisnya dengan terus berjibaku pada organisasi intra kampus , KNPI dan GAMKI.

Saat Hendrik Lewerissa diutus Prabowo Soebianto untuk membenahi Partai Gerindra di Maluku usai pemilu 2009, Maichel pun masuk dalam kepengurusan inti DPD Gerindra Maluku.

Dia setia, tabah dan tahan banting dibawah naungan helai demi helai bulu dada burung Garuda yang jadi emblem partai besutan Prabowo Soebianto ini.

Meskipun dirinya berkali gagal menuju kursi parlemen di Karang Panjang maupun Masohi, namun langkah politiknya tak pernah meninggalkan Gerindra sebagai rumah besar politik yang nyaman baginya.

Saat badai politik reda dan Hendrik Lewerissa menuju kursi legislator senayan pada 2019, jejak Maichel pun panjang meneroka sebagai tenaga ahli dengan penempatan khusus di Dapil, bukan di kenyamanan aroma full air condition Senayan.

Dalam kapasitasnya yang berdomisili di dapil ini, hari-harinya sibuk menghimpun dan melayani semua aspirasi.

Aneka nada getir permintaan dan permohonan masyarakat adalah makanannya saban hari selama 5 tahun menjadi TA DPR RI yang bertugas di Dapil.

Saat Hendrik Lewerissa jadi Gubernur Maluku, Maichel pun diboyong serta untuk jadi mata dan telinganya di jantung BUMD paling prestisius, Bank Maluku-Maluku Utara sebagai komisaris yang tugasnya mengawasi segala hal.

Pilihan kepada Maichel itu memang beralasan fundamental karena tak mungkin seorang pemilik saham mayoritas mengutus penyamun ke sarang harta karun.

Gubernur sudah pasti akan mengutus orangnya yang paling dipercaya untuk membenahi kesembrautan bau busuk BUMD yang kasus-kasus hukumnya sementara memenuhi ruang penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku.

Dan Maichel itu juga nama Malaikat sorgawi.

Selamat bertugas, Komisaris.

Tebaslah setiap ketidakbenaran termasuk skandal pemindahan gaji ASN Bursel dari Bank Maluku-Maluku Utara ke BPR Modern Ekspress yang menyalahi PMK no 11 tahun 2016 maupun Permendagri 22 tahun 2020.

–Baca Juga—Pansus Bank Modern Sesalkan Bupati Bursel Tipu Rakyat

Juga — Sadis, DPRD Bursel Bongkar Fakta Baru di Sengkarut Pemindahan Dana ASN Ke BPR Modern

(*)

banner 325x300