SAUMLAKI, FordataNews.com – Musibah kecelakaan laut terjadi di perairan Desa Watmasa, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Senin malam, 9 Februari 2026.
Informasi kecelakaan laut yang memakan korban jiwa itu diterima media ini dari pihak Polres Kepulauan Tanimbar, Selasa (10/2/2026).
Sebuah Long Boat yang mengangkut 9 warga Desa Karatat dan 1 nakhoda Long Boat tersebut dilaporkan terbalik akibat cuaca ekstrem, menyebabkan tiga penumpang meninggal dunia dan satu orang hingga kini masih dalam pencarian.
Long Boat tersebut diketahui milik Semy Rangkoly, warga Desa Wunlah, Kecamatan Wuarlabobar.
SEMPAT SINGGAH BERTEDUH
Perahu itu berangkat dari Pelabuhan Motor Larat, Kecamatan Tanimbar Utara, sekitar pukul 17.00 WIT, dengan tujuan Desa Karatat.
Di dalam Long Boat terdapat 9 orang dewasa dan 1 orang anak, termasuk barang belanjaan warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 20.00 WIT, kondisi cuaca memburuk dengan hujan deras dan gelombang laut yang kencang.
Long Boat kemudian singgah di Desa Watmasa untuk berlabuh sementara sambil menunggu cuaca mereda. Namun, sekitar pukul 22.00 WIT, Long Boat kembali melanjutkan perjalanan.

TERBALIK
Saat tiba di Tanjung Korban Leka, Desa Watmasa, perahu tersebut diterpa angin kencang dan gelombang tinggi, hingga akhirnya terbalik di tengah laut.
Sekitar pukul 02.00 WIT, dua penumpang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, masing-masing Nuria Kalean dan Nurhaji Maulana.
Enam penumpang lainnya berhasil ditemukan selamat, sementara dua orang masih dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian oleh personel Polsek Wuarlabobar bersama masyarakat setempat.
Selanjutnya, sekitar pukul 08.00 WIT, satu korban kembali ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Sementara itu, Iman Kalean, yang diketahui sebagai nahkoda atau pengemudi long boat, hingga saat ini belum ditemukan dan masih dalam pencarian.
Adapun daftar penumpang long boat tersebut yakni, Fitri Ngolngol, Nuria Kalean (meninggal dunia), Iman Kalean (belum ditemukan), Satrio Rewul, Lepa Sangaji, Fatur Kalean, Nurhaji Maulana (meninggal dunia), Ardi Wiranata Luturmas, Malaki Kalean, dan Irma Paca.
PENCARIAN TERUS DILAKUKAN
Upaya pencarian korban masih terus dilakukan. Satpolairud Polres Kepulauan Tanimbar bersama Basarnas Saumlaki telah bergerak menuju lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi dan pencarian korban yang belum ditemukan.
Dilaporkan, jarak tempuh dari Kota Saumlaki menuju lokasi kejadian melalui jalur laut diperkirakan mencapai sekitar enam jam.

CUACA EKSTREM DAN OVER KAPASITAS
Sementara itu, pihak kepolisian menyebutkan bahwa kecelakaan laut ini diduga kuat dipicu oleh cuaca ekstrem, berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang laut tinggi.
Selain itu, jumlah muatan Long Boat yang diduga melebihi kapasitas juga menjadi faktor yang turut memperparah kondisi hingga berujung kecelakaan.
IMBAUAN WAKAPOLRES
Wakapolres Kepulauan Tanimbar, Kompol Wilhelmus B. Minanlarat, mengimbau seluruh masyarakat agar selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang sementara berlangsung.
Dirinya katakan, pihaknya selalu melakukan patroli di wilayah-wilayah pesisir hingga pelabuhan-pelabuhan penyeberangan guna memastikan informasi tentang cuaca ekstrem yang tengah terjadi di Tanimbar tersampaikan kepada seluruh warga.

“Sebagai abdi masyarakat, para personel kami selalu melakukan sosialisasi untuk memperingatkan cuaca ekstrem kepada para nelayan hingga pengguna jasa transportasi laut. Selalu utamakan keselamatan saat di laut,“ ujar Wakapolres ini.
Baca Juga :
Temuan Kerangka Manusia Gegerkan Wowonda, Polisi Curigai Ada Jejak Kejahatan
Temuan Kerangka Manusia Gegerkan Wowonda, Polisi Curigai Ada Jejak Kejahatan
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian dan pendataan korban masih terus berlangsung untuk menemukan penumpang yang hilang. (*)






