Ambon,Fordatanews.com _ Halaman 50 Majalah Tempo Edisi: 42/06, 18 Desember 1976 menuliskan Judul “Wasit Itu Dipukul”, guna mengisahkan bagaimana Noce Thomas muda yang sudah dilanda emosi memberi pukulan untuk wasit M.Yasin.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis 9 Desember malam di Istora Senayan, Jakarta. kala Noce menghadapi petinju Mesir Nagib Yunus dalam turnamen Piala Presiden 1976.
Dalam pertandingan Kelas Bulu ini, Notje mengangap keputusan wasit menghentikan pertandingan telah merugikan dirinya yang kalah Referee Stops Contest (RSC). Sontak saja dua pukulan kombinasi kanan-kiri dari Noce mendarat mulus di wajah wasit M. Yassin.
Buntut peristiwa itu, Noce kena sanksi. dia menerima skorsing selama 14 bulan tak boleh beraktivitas di ring tinju nasional dan internasional.
Dalam catatan Wartawan Senior Maluku Novi Pinontoan, Menurut Notje , dia emosional pada wasit asal Malaysia itu, Lantaran saat dia terpeleset, bersamaan itu pula petinju Mesir lepaskan pukulan.
Namun wasit menganggap Noce terkena pukulan dan dia dihitung.
Noce protes tapi tak digubris. Hal yang sama terjadi lagi pada ronde berikutnya. Tanpa menghitung lagi, wasit M. Yassin hentikan pertarungan dan Notje dinyatakan kalah RSC.
Karena terkejut keputusan wasit. Kesal campur emosi. Notje spontan datangi wasit dan menampar wajahnya.
BANGKIT LAGI DAN DIMINTA GANTI NAMA
Usai peristiwa itu, meski penyesalan datang melandanya. Namun hukuman itu dijalaninya dengan jiwa ksatria sembari rutin berlatih.
Masa skorsing berlalu, Notje kembali tampil di ring tinju. Usaha come back nya berhasil.
Dia mampu merajai Kejurnas STE 1978 1979 1980 hingga PON 1981 di Jakarta dengan raihan medali emas untuk kontingen Maluku.
Dalam riwayat kegemilangan masa Comebacknya itu, Ada kisah menarik.
Noce sebenarnya sudah bisa memperkuat tim tinju Indonesia pada SEA Games 1977 di Malaysia.
Bersama petinju Erwinsyah (Sumut), dirinya dipanggil ikut seleksi. Namun saat terakhir Noce memilih mengundur diri karena diminta ganti nama.
Musababnya, dia diminta ganti nama agar bisa bertanding di Malaysia.
“Bapak saya tidak setuju pergantian nama. Beliau minta saya undur diri dan segera pulang ke Ambon. Erwinsyah akhirnya yang ke SEA Games 1977 itu,” ungkapnya suatu kali.
Legenda Tinju Amatir Maluku ini dikabarkan berpulang Rabu Malam (11/03/2026) di RS Sumber Hidup, Ambon, akibat sakit.
Selamat Jalan.(*)







