Kunker Ke Gubernur, DPRD Bursel Perjuangkan Desa Nelayan Dan Status Jalan Provinsi

Ambon,Fordatanews.com _ Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buru Selatan melalukan kunjungan kerjanya di Ambon, Jumat (27/02/2026).

— Baca Juga :  Ada Sejumlah Rekomendasi, Pansus Bank Modern DPRD Bursel Siap Diparipurnakan

— Juga :  Temukan Berbagai Pelanggaran Serius, DPRD Bursel Desak Bupati Ikut Berjuang Cabut Ijin PT Nusa Padma Corporation

Dalam kunkernya ini, Pimpinan dan anggota DPRD melakukan konsultasi dengan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, terkait beberapa masalah krusial yang dihadapi Buru Selatan.

Masalah jalan Provinsi dan Desa Nelayan menjadi pokok konsultasi para Wakil Rakyat di ruang kerja Gubernur Maluku.

” Kita sudah sampaikan persoalan terkait status jalan lingkar Ambalau, simpang tiga ruas Oki-Wamsisi, wamsisi- waetawa, Waetawa- Ilat di hadapan Gubernur Maluku” Ungkap Ketua DPRD Bursel Ahmad “Madoli” Umasangaji usai konsultasi.

Menurutnya, Gubernur menaruh perhatian serius terhadap hal tersebut

” Pak Gub meresponi persoalan jalan ini secara baik, beliau menjelaskan bahwa status saat ini masih jalan milik kabupaten. Sehingga harus ada pengusulan untuk pengalihan status jalan” Ungkapnya

Menurut Ketua DPRD, Gubernu Maluku menginginkan agar Pemda Bursel mempercepat pengusulan peralihan sejumlah ruas jalan tersebut.

DESA PENYANGGAH NELAYAN

Selain persoalan pengalihan status jalan, dihadapan Gubernur Maluku. DPRD juga menyampaikan mengenai perkembangan program nasional Desa Nelayan Merah putih di Buru Selatan. Yakni desa Nanali dan desa Masawoi.

Gubernur Maluku pun langsung menambahkan 6 desa sebagai penyanggah nelayan merah putih di Bursel.

” Jadi Pak Gub tambah katong dengan 6 desa penyanggah program desa Nelayan Merah Putih” tutur Politisi PDI Perjuangan ini.

Madoli menuturkan, pihaknya sangat berterima kasih atas respon cepat Gubernur bagi Buru Selatan.

Untuk diketahui, dalam rombongan DPRD Bursel yang berkonsultasi dengan Pemprov. Selain Ketua DPRD, terdapat juga Ketua Komisi II Asriadi Tomia, Jainal Adoa, Tresye Seleky, Bernadus Wamese dan Muhajir Bahta.(*)