Namrole,Fordatanews.com _ Buru Selatan sudah mekar lebih dari 17 Tahun. Tapi cerita lama tentang haru biru perjuangan pemekaran masih terus terjaga dalam memori kolektif para pelaku sejarahnya.
Guna terus merawat memori kolektif dan menjaga nyala semangat perjuangan, maka alumni Lembaga Pemekaran Buru Selatan (LPBS) menggelar buka puasa bersama.
—- Baca Juga : Serahkan Rekomendasi Pansus Ke Polres, DPRD Bursel Minta Tindak Lanjut
— Juga : DPRD Pastikan Skandal RP 2,3 Miliar Dana KB Bursel 2025 Terus Bergulir Menuju APH
Acara silahturahmi sarat muatan nostalgia perjuangan pemekaran Bursel itu digelar pada Tafana Resto, Namrole. Minggu (15/03/2026).
Pesertanya sudah barang tentu tak jauh dari mereka yang dulu berpeluh keringat memperjuangkan pemekaran.
Sebagian besar adalah para dara muda yang saat ini telah tampil dan menjelma menjadi publik figur pada sejumlah medan gumul pembangunan Kabupaten berjuluk Lolik Lalen Fedak Fena.
Berdasarkan pantauan langsung, sekilas wajah yang nampak antara lain Ketua Klasis GPM Bursel Pdt Wendel Lesbasa, Wakil Ketua DPRD Bursel Ahmadan Loilatu, Anggota Komisi I DPRD Bursel Basir Solisa.
Serta jajaran Birokrat Pemda Bursel semisal Plt Kadis Lingkungan Hidup Dominggus Djunaedi Seleky, Alfred Salmon Lesnussa, Sarci Teslatu, Victor Thomas Sigmarlatu, Rido Behuku,Jemmy Liligoli dan Leksi Hukunala.
Dalam momentum sarat nostalgia ini, para eksponen LPBS ini larut dalam cerita lama tentang lika-liku perjuangan memperjuangkan pemekaran Buru Selatan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) di Maluku.
MERAWAT INGATAN KOLEKTIF
Ketua Klasis GPM Bursel, Pdt Wendel Lesbassa menegaskan acara Buka Puasa Bersama ini merupakan salah satu cara merawat ingatan kolektif terhadap perjuangan pemekaran Buru Selatan.
” Ini cara agar kita terus merawat ingatan / memori kolektif tentang semangat perjuangan pemekaran Bursel jadi DOB di Maluku” Tegasnya.
Wendel yang saat itu masih jadi Mahasiswa Program Pasca Sarjana UKIM Ambon ini menyebut masa perjuangan bersama LPBS dulu, harus terus dirawat meskipun Bursel sudah 17 tahun jadi Kabupaten.
Dia berpendapat, semangat yang dulu begitu murni untuk memekarkan Bursel harus terus dijaga agar terus berkobar bagai obor.
PEJUANG DAN PELAKU SEJARAH TAK BOLEH TERPINGGIRKAN USAI BURSEL MEKAR
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bursel, Ahmadan Loilatu mengingatkan agar para pejuang pemekaran Buru Selatan tidak boleh tereleminir perannya di tengah perjalanan Bursel saat ini.
Loilatu melihat banyak teman-teman sejawatnya di LPBS, banyak yang mulai terlupakan, sehingga dirinya merasa perlu mengingatkan hal tersebut.
” Teman-teman ini semuanya dulu berjuang untuk pemekaran Kabupaten Bursel. Sehingga mereka wajib menikmati hasil perjuangan mereka hari ini” Jelasnya.
Khususnya untuk yang di Birokrasi, Loilatu mengaku prihatin bila ada teman-teman LPBS yang karirnya tidak berkembang apalagi sampai non job.
” Teman-teman yang non job saya prihatin apalagi mereka ini dulu berjuang demi pemekaran. Kue kekuasaan harus juga mereka nikmati dalam pemerintahan” tutupnya.
Untuk diketahui, Kegiatan ini diinisiasi oleh Alan Latuconsina, Basir Mony dan Zulhair Nawan Souwakil dari eksponen LPBS.(*)







