Ambon,Fordatanews.com _ Perkumpulan Senior (PS) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon, menggelar Pertemuan Raya, Sabtu (21/02/2026), di hotel Golden Palace,Ambon.
—-Baca Juga : Dari Pelataran Maranatha Sampe Di Siwabessy 26, GMKI Fun Walk Toma Maju.
—- Juga : Dari Air Louw Sampe Batu Meja, Reno Patty Akhirnya Pimpin GMKI Cabang Ambon
Temu raya ini mengusung tema Bernostalgia Dalam Langkah, Berkolaborasi dan Bersinergi Dalam Pelayanan Menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam ibadah pembukaan kegiatan ini, Pdt Rudi Rahabeat membawakan sebuah Homili dengan judul Nostalgia : Cinta, Luka dan Rekomitmen.
Diawal kesempatan itu, Rahabeat berharap dan berdoa semoga momentum ini, meninggalkan pesan yang kuat dan dalam untuk meneruskan visi dan misi GMKI saat ini dan di masa depan, dalam tiga medan gumulnya: akademia, gereja dan bangsa.
Selain itu, dirinya menjadikan bacaan Kitab Keluaran 16: 3 dan Lukas pasal 15 sebagai bobot muatan Homilinya.
Dari dua Firman itu, Di jelaskannya pula tentang konteks narasi nostalgia-tragik dan nostalgia Rekonsiliatif-Transformatif.
Dia menyebut narasi nostalgia-tragik sebagai mengingat masa lalu yang indah, tetapi tidak realistis. meromantisir keadaan.
Sedangkan nostalgia Rekonsiliatif-Transformatif, menurutnya adalah Mengenang masa lalu untuk membenahi masa kini dan menyambut masa depan dalam pendamaian dengan Allah yang penuh Kasih.
Menurutnya, dari nostalgia rekonsiliatif-transformatif ada 3 hal yang penting.
“Pertama, saat ini dan seterusnya kita butuh keberanian dan kerendahan hati untuk melakukan kritik diri, Otokritik” Ungkapnya
Kedua, kita harus mengakui luka dan melangkah pada Cinta. Ketiga, Nostalgia yang membangun rekomitmen.
RUMAH TUA YANG DIRINDUKAN
Diakhir homilinya itu, Rahabeat minta GMKI tetap harus menjadi “Rumah Tua” yang dirindukan (nostalgik).
” Garda terdepan mencetak kader dan senior berkualitas. Menjadi aktor demokrasi yang tak menyerah pada pragmatisme dan suara kenabian yang terus menggema di padang gurun kehidupan” Ucapnya.
Dirinya menghendaki GMKI menyatakan komitmen baru (rekomitmen) untuk konsisten dan persisten menyembuhkan luka-luka serta mentransformasi kehidupan di tiga medan gumul ini dengan selalu bersandar pada Cinta Allah dan anugerahNya. Sambil terus mendekat dan melekat kepada Tritunggal Allah.
Hingga berita ini dipublikasi, Temu Raya ini masih terus berlangsung dengan berbagai agendanya. Termasuk memilih Ketua Perkumpulan Senior yang baru. (*)






