Karateker Pemuda Katolik Komcab KKT Tegaskan Moses Serin Resmi Dinonaktifkan

SAUMLAKI, FordataNews.com – Polemik internal Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Kepulauan Tanimbar (PK Komcab KKT) memasuki babak baru.

Karateker PK Komcab KKT, Fidel Samponu, menegaskan bahwa Moses Serin secara resmi sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua, setelah dikeluarkannya Surat Keputusan Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Maluku.

Menurut Fidel kepada media ini, Minggu (23/11/2025), penonaktifan Serin telah diputuskan melalui rapat pleno pengurus pada 15 Maret 2025 lalu dengan alasan ketidakefektifan dalam menjalankan tugas serta dugaan pelanggaran etika organisasi.

Keputusan itu kemudian diperkuat dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Komda Maluku Nomor: 13/SK/KOMDA-MAL/VIII/2025 tertanggal 29 Agustus 2025 tentang Penunjukan Karateker Pengurus PK Komcab KKT Periode 2025.

“Dengan terbitnya SK tersebut, seluruh kewenangan saudara Moses Serin sebagai Ketua sudah tidak berlaku lagi. Secara organisasi, yang bersangkutan tidak berhak lagi menggunakan nama Pemuda Katolik Komcab KKT dalam bentuk apa pun,” tegas Karateker ini.

Fidel menjelaskan, salah satu mandat utama Karateker adalah mempersiapkan dan melaksanakan Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) untuk membentuk kepengurusan definitif yang baru.

Ia juga menyampaikan keprihatinan atas adanya informasi bahwa Moses Serin masih melakukan lobi terkait pencairan dana bantuan sosial Pemuda Katolik tahun anggaran 2025.

“Kami tegaskan, saudara Moses Serin tidak lagi memiliki kewenangan atas organisasi ini. Jika masih ada pihak-pihak yang dilobi atas nama organisasi, maka itu di luar tanggung jawab kami,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sedang melakukan penelusuran terhadap dugaan penggunaan dana bantuan sosial organisasi untuk tahun anggaran 2023 dan 2024, yang terjadi pada masa kepengurusan sebelumnya.

“Selama kepemimpinan beliau, kami tidak melihat adanya program kerja yang berjalan secara signifikan, bahkan hingga kini belum ada laporan pertanggungjawaban organisasi, baik internal maupun kepada pemerintah daerah,” kata Fidel.

Fidel menegaskan, jika ditemukan indikasi kuat adanya penyalahgunaan dana hibah, maka pihaknya tidak segan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menjabarkan, berdasarkan dokumen SK kepengurusan yang diperoleh dari Kesbangpol KKT, struktur PK Komcab KKT periode sebelumnya mencantumkan Moses Serin sebagai Ketua, Alexander Belay sebagai Sekretaris, dan Maria Loran sebagai Bendahara.

Karena itu, Fidel mengimbau Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat agar berhati-hati terhadap pihak-pihak yang masih mengatasnamakan Pemuda Katolik Komcab KKT tanpa dasar yang sah.

“Kami sudah secara resmi menyerahkan SK Karateker kepada Kesbangpol KKT sebagai bentuk laporan perkembangan organisasi. Ini penting agar tidak terjadi penyalahgunaan nama organisasi,” jelasnya.

Terkait informasi keikutsertaan Moses Serin dan Devota Rerebain dalam Rapimnas I Pemuda Katolik, Fidel menyebut keduanya tidak memiliki mandat resmi dari Komcab KKT.

“Saya sudah konfirmasi ke Sekretaris Komda Maluku, beliau juga menyatakan tidak mengetahui dalam kapasitas apa keduanya hadir. Pada prinsipnya, mereka tidak mewakili Pemuda Katolik Komcab KKT,” tegasnya.

Fidel menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh kader untuk menjaga marwah organisasi dan tidak menggunakan nama Pemuda Katolik demi kepentingan pribadi.

Baca Juga :

Arena Pemuda Ngrimase Menghangat, Fidel Samponu Melenggang dari Panitia ke Bursa Ketua 

Arena Pemuda Ngrimase Menghangat, Fidel Samponu Melenggang dari Panitia ke Bursa Ketua

“Pemuda Katolik harus tetap berjalan untuk Gereja dan Tanah Air. Pro Ecclesia et Patria, Pro Bono Publico!” pungkasnya dengan menggunakan semboyan organisasi berbahasa Latin. (*)