Opini  

Elegi Siwabessy 26

OPINI OLEH ALMINDES FALANTINO SYAUTA S.Sos. M.Sos

Ambon,Fordatanews.com _ GMKI dalam Perjalanan di Kota Ambon sudah Memasuki Usia 76 Tahun dan juga udah Menghasilkan Ribuan Kader dalam Masa Perkenalan dan Penjenjangan Kader pada lintasan Komisariat, Cabang Hingga Pengurus Pusat.

Penataan Organisasi mulai melangkah pada aras senior GMKI cabang Ambon ketika Prof Fredy Leiwakabessy menjadi corong penggerak keberhimpunan senior dalam kelembagaan Pengurus Cabang Perkumpulan Senior (PCPS) Ambon.

Didalam Neraca Kepemimpinan 3 tahun lamanya belum terlihat jelas arah pergerakan Organisasi, Baik dari pengadaan ruang Pendistribusian Kader, Pemanfaatan ruang lingkup kekuasaan senior, Serta ruang berhimpun seluruh civitas GMKI Cabang Ambon.

Fenomena yang acapkali terlihat dalam kebersamaan yang coba dibangun adalah, Ruang saling Menjatuhkan antar kelompok dalam komunitas kemudian ego dan persamaan kepentingan selalu menjadi jalan bagi para senior yang berkoalisi.

ibarat kata “Dunia Hanya Milik Mereka” hal ini berbanding terbalik dengan semangat UT Omnes Unum Sint Yang menjadi Spirit Pergerakan. sungguhlah menyayat hati dikala ada Segregasi menjadi Hambatan untuk Menyalurkan Syahwat organisatoris Pasca Ber-GMKI oleh Senior/Senioritas.

-Kader Pasca Ber-GMKI

Bila kader selesai dengan studi di bangku perkuliahan, maupun tanggung jawab struktural di tingkat Komisariat atau cabang, menunjukan sikap reaksionis terhadap siklus kehidupan pasca Ber-GMKI dengan Pertanyaan Besar ! SETELAH INI MAU KEMANA ??

Inilah tanggung jawab pikir bersama yang kemudian bisa dibicarakan bersama pada Pertemuan Raya di esok Hari,Harapannya semoga bisa diejawantahkan.

– kritis,Skeptis & Analitis

keberlangsungan Kader dalam Berproses selalu diasah dalam upaya Meningkatkan Kesadaran berpikir yang menciptakan profil kader kritis,Skeptis dan Analitis Sebagai Modal dasar individu yakni : berintelektual, berintegritas,serta berkarakter.PCPS Pun sebagai wadah berhimpun dituntut untuk tetap bisa Menunaikan Suara Kenabian di tengah Gereja,Perguruan Tinggi dan Masyarakat yang menjadi lokus akselerasi kebijakan organisasi atau Medan Pelayanannya.

Pelik dimata,teriris dihati dikala Problematika terjadi di 3 Medan layan namun Para Senior “Bobara” Diam Seribu bahasa kelihatan seperti orang yang Buta Matanya,Tuli Telinganya,dan bisu Mulutnya sehingga tidak serius menyikapi realitas yang terjadi.

Seyogyanya di esok hari dalam ruang Ber-Ac dan Hidangan Makan Yang lezat tersaji di Meja,harus Selaras Pula dapat melahirkan Ide dan gagasan Brilian, dimana menjadi Nilai kedirian kelembagaan perkumpulan senior itu sendiri untuk berdaya guna bagi banyak orang ,Bukan Nantinya Melakoni cerita nostalgia,Lantunan Suara merdu,dan pesta dansa bergelora pada Golden Palace Hotel.

*Ingatlah !!*

_Setinggi Apapun Jabatan-Mu,Sebanyak Apapun Harta-Mu tidak akan berpengaruh dalam Gerakan Yang dimiliki Oleh Kristus Tuhan Kita maka mawas dirilah kita bersama untuk berpikir serta bertindak selaku hamba bukanlah tuan didalam Kebun Anggur Sang Pemilik Hidup.

**** Penulis Adalah Ketua GMKI Cabang Ambon Periode 2018-2020.