Di Tengah Efisiensi Anggaran, Jauwerisa–Ratuanak Tetap Pacu Pembangunan Tanimbar

SAUMLAKI, FordataNews.com – Satu tahun kepemimpinan Bupati Ricky Jauwerisa dan Wakil Bupati Juliana Chatarina Ratuanak ditandai dengan penegasan komitmen melanjutkan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Dalam syukuran satu tahun kepemimpinan di Pendopo Bupati, Sabtu (21/2/2026), Jauwerisa menyampaikan Pemda telah menetapkan RPJMD 2025–2029 dengan visi Tanimbar MAJU sebagai arah utama kebijakan pembangunan.

Pada tahun pertama, pemda memprioritaskan penguatan perencanaan, restrukturisasi OPD, serta penataan ASN berbasis kompetensi.

Di sektor kesehatan, percepatan operasional RSUD dr. P. P. Magretti sebagai rumah sakit tipe C terus dilakukan.

“Tanimbar juga meraih UHC Award Pratama dengan cakupan JKN mencapai 98 persen,“ papar Jauwerisa dalam sambutannya.

Sektor pendidikan diperkuat melalui revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, keikutsertaan ratusan guru dalam Pendidikan Profesi Guru, serta bantuan bagi mahasiswa asal Tanimbar.

Infrastruktur tetap berjalan, termasuk peningkatan jalan, perluasan air minum, dan penetapan proyek SPAM Bomaki senilai Rp28 miliar sebagai proyek nasional.

Di bidang energi, dukungan Kementerian ESDM diperoleh untuk pemasangan listrik bagi ratusan rumah tangga dan pembangunan PLTS di sejumlah desa.

Pertanian dan perikanan didorong lewat pembangunan sumur bor, bantuan alsintan, dan program desa nelayan.

Capaian tata kelola pemerintahan juga membaik. Penilaian pelayanan publik oleh Ombudsman RI keluar dari zona merah, sementara skor MCSP Komisi Pemberantasan Korupsi meningkat signifikan.

“Angka kemiskinan tercatat turun menjadi 23,38 persen dan IPM naik ke 68,47 poin,“ ucapnya.

Baca Juga :

Jauwerisa Ingatkan ASN Bebas Korupsi Jauhi Setoran

Jauwerissa Ingatkan ASN Bebas Korupsi Jauhi Setoran

Di akhir sambutan itu, Jauwerisa menegaskan satu tahun kepemimpinan menjadi pijakan untuk mempercepat kerja nyata demi mewujudkan Tanimbar yang mandiri, adil, dan berkelanjutan. (*)