Dari Papilaya Ke Atapary, Konfercab GMKI Cabang Ambon Macet Melulu

PP GMKI PILIH BUNGKAM

Ambon,Fordatanews.com._ Penyelenggaraan Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon XXXV tahun 2026 mengalami stagnasi.

Forum konstitusional dua tahunan milik korps bermoto Ut Omnes Unum Sint di Ambon ini, sudah macet total selama 3 hari.

— Baca Juga :  GMKI Mengabdi di Lembah Waetina

Para peserta Konfercab yang terdiri dari 18 Komisariat sudah kembali ke kediaman masing-masing tanpa mengantongi hasil akhir forum itu.

Di lain sisi, panitia Konfercab dikabarkan angkat tangan karena kehabisan dana.

ALOT DI LPJ, MINTA AUDIT KEUANGAN TERBUKA.

Awalnya, Konfercab XXXV dijadwalkan berlangsung 11-15 Januari 2026 di Air Louw,Nusaniwe, Ambon. Sayangnya, hingga macetnya konfercab pada 15 Januari 2026, agenda persidangan baru memasuki fase Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BPC GMKI Ambon.

Sementara Gedung Gereja Bethesda, tempat Konfercab dilangsungkan, akan segera digunakan untuk kegiatan Sidang Jemaat GPM Airlouw pada Minggu,(17/02/2026).

Dari pantauan langsung di arena konfercab, tensi forum memanas saat memasuki agenda Laporan Pertangungjawaban (LPJ).

Perdebatan berlarut-larut terjadi pada beberapa item LPJ yang menurut pandangan forum tidak dilaporkan khususnya untuk pertanggungjawaban keuangan.

Hal ini memantik panasnya atmosfir konfercab, beberapa peserta meminta dilakukan audit keuangan terbuka. Khususnya peserta dari Komisariat Ekonomi dan Fisip Unpatti.

Akibatnya, Pimpinan sidang menskorsing persidangan. Anehnya skorsing itu terus berlanjut hingga berita ini dipublikasi.

Selain itu belum juga didemisionerkan kepengurusan GMKI Periode kepemimpinan Apriansa Atapary.

KENANGAN DARI KAYU PUTIH SAMPE DI AIR LOUW, LEWAT SAMPING TUGU TRIKORA

Macetnya Konfercab ini, menambah panjang riwayat hal serupa. Sebab tahun 2008 sewaktu Konfercab GMKI di Gereja Lazarus Kayu Putih, Sirimau, Ambon, stagnasi tercipta.

Saat itu, GMKI cabang Ambon dipimpin oleh Jimmy Pieter Papilaya. Sementara ketua panitia konfercab dipercayakan kepada Maichel Papilaya. Duo Papilaya ini tak kuasa menahan arus stagnasi forum di arena konfercab. Sekedar catatan, Sendal jepit salah seorang pimpinan sidang sempat tercecer di forum Konfercab itu.

Alotnya Konfercab, mengakibatkan terjadinya stagnasi selama hampir 1 minggu. Sementara masa periodesasi Papilaya sudah berakhir beberapa bulan sebelumnya.

GMKI cabang Ambon kala itu dihantui bayang-bayang turunnya Carateker dari Pengurus Pusat (PP) GMKI di Jakarta.

Untungnya, senior GMKI yang kharismatis dan amat dihormati seperti mendiang Dicky Mailoa (BPDM) turun tangan.

Dengan penuh kerendahan hati dan jiwanya, Tokoh Nasional ini menjumpai berbagai kelompok maupun peserta konfercab, ia memohon agar semua kembali ke Sekretariat (SC) Siwabessy 26, Batu Gantung, Ambon untuk lanjutkan Konfercab yang tertunda.

” Ade, sio. Cabang Ambon seng pernah di caratekerkan, justru cabang Ambon jadi Carateker par bentuk cabang lain, jadi mari la k SC supaya bisa cabut skorsing dan konfercab lanjut agar cabang ini jangan dicaratekerkan PP karena masa bakti sudah selasai dan gagal bikin Konfercab” Ucap BPDM saat itu, dalam memori.

Upaya mendiang BPDM berbuah manis, Konfercab itu pun skorsingnya dicabut oleh majelis ketua Lerick Mailuhu (Ekonomi Unpatti). Kemudian dilanjutkan lagi pada tempat semula di Gedung Gereja, Lazarus, Kayu Putih,Sirimau Ambon.

Hasilnya, terpilihlah Johan Karolus Lesnussa sebagai Ketua GMKI Cabang Ambon 2008-2010, Bersama Semuel Warella sebagai Sekcab.

Kisah Stagnasi ini pun sempat mewarnai penyelenggaraan Konfercab 2016 di Gereja Silo, persimpangan Tugu Tri Komando Rakyat (Trikora), Ambon.

Yabes Souhali, Kecab GMKI kala itu mengisahkan stagnasi terjadi setelah LPJ diterima dan kepengurusannya Demisioner.

” Betul ada mandek, tapi itu setelah katong pung LPJ diterima dan kepengurusan sudah demisioner. Perdebatan yang mengakibatkan deadlock terjadi saat rapat pembahasan di komisi” Ucapnya Minggu (18/01/2026).

Dia juga menegaskan konfercab yang digelar saat itu, sebelum masa periodesasinya berakhir. Jauh dari bayang-bayang turunnya Carateker.

” Oh Jauh sekali, waktu itu beta bikin konfercab sebelum berakhir periodesasi. Lain dengan sekarang yang sudah selesai periode baru bikin konfercab akhirnya ada potensi turunnya carateker karena berakhirnya masa bakti dan gagalnya konfercab” Ucapnya.

PENGURUS PUSAT BUNGKAM.

Macetnya penyelenggaraan Konfercab XXXV GMKI Cabang Ambon sejak 15 Januari 2026, telah membuat banyak pihak bertanya-tanya tentang kesanggupan Pengurus Cabang maupun Panitia penyelenggara menuntaskan hal ini.

Sedangkan Pengurus Pusat GMKI yang hadir dalam Konfercab Ambon kurang lebih sebanyak 6 orang, pun tak bisa berbuat banyak.

Penghuni Salemba Raya ini selama di Ambon terpantau super sibuk “Road To Elite Class” dan tak pernah luput secuil jua dalam urusan mengabadikan sejumlah moment berharganya itu.

Dari menikmati sajian mewah di restoran kelas premium tepian teluk Ambon maupun jumpa dengan sejumlah petinggi Maluku.

Pengurus Pusat GMKI menikmati sajian lezat restoran di tepi teluk Ambon (10/01/2026-ist).

Selebihnya mereka tak bisa berbuat banyak di forum Konfercab, lebih banyak diam dan planga-plongo di Air Louw.

Ketua Umum GMKI, Prima Surbakti yang dikonfirmasi media ini sejak Sabtu (17/01/2026), pun tak memberi respon apa-apa.

Lelaki berkacamata dengan postur tubuh pegulat kelas Olimpiade ini, tak menjawab satu pun pertanyaan yang diajukan via wa padanya.

Mungkin saja sikap diamnya sang ketum itu,  karena lezatnya protein “Ikan Sekali Mati” di Wailela resto yang jarang dijumpai di Jakarta. Atau juga karena kebanyakan berfoto dengan petinggi-petinggi Maluku.

Akhirnya, Hingga hari ke 3 pasca stagnasi forum Konfercab XXXV GMKI Cabang Ambon, belum ada kabar baik tentang kelanjutan konfercab.(*)