MASOHI, FordataNews.com – Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir mengunjungi rumah duka dan memberikan santunan kepada keluarga di Negeri Hitu, Rabu (20/8/2025).
Dalam kunjungannya, Bupati menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan santunan berupa uang tunai sebesar Rp10 juta kepada orangtua korban serta Rp 2,5 juta untuk korban luka.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam bagi keluarga korban, ” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, ia mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan, tidak terprovokasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus ke aparat keamanan.
Sementara korban menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian pemerintah daerah. Kepedulian ini sebagai upaya pemerintah menciptakan kedamaian di Maluku Tengah.
PERTEMUAN DENGAN RAJA HITU-HITU MESSING
Selanjutnya, bupati melakukan pertemuan bersama Raja Hitu Lama dan Hitu Messing terkait kondisi keamanan, isu hoax yang dapat memicu konflik.
Sekedar tau, korban tewas bernama Afdal Pellu (18), pelajar SMK 3 Waiheru Ambon. Korban tewas ditikam dalam insiden tawuran antar pelajar di kawasan Desa Hunuth, Selasa (19/8) siang.
Polresta Pulau Ambon dan PP Lease kemudian berhasil mengamankan terduga pelaku penikaman berinisial IS (18), yang juga berstatus siswa SMK 3 Waiheru Ambon.
Aksi tawuran yang menewasakan AP ini, memicu terjadinya bentrokan antara warga Desa Hunuth dan warga Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.
Akibat peristiwa itu, tercatat 17 Rumah dibakar massa, kantor Desa Hunuth, mebel dan tiga usaha bengkel. (*)