Namrole,Fordatanews.com._ Bencana banjir yang melanda beberapa daerah di pulau Sumatera telah menelan korban baik jiwa maupun materil. Masyarakat pada 3 provinsi yakni Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara dibuat sengsara karenanya.
–Baca Juga : Pansus Bank Modern Sesalkan Bupati Bursel Tipu Rakyat
Penyebab banjir ini tentu saja kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh maraknya praktek pembabatan hutan di pulau itu.
–Baca Juga : Belum Lunasi 2,4 M, DPRD Minta Bupati Bursel Serius Sikapi Surat BNPB RI
–Juga : Lopong Kayu Digeser Bupati Bursel, Waikeka Dirundung Mara Bahaya
Menyikapi musabab bencana ini, Komisi II DPRD Buru Selatan menyatakan keprihatinannya mengingat praktek pembabatan hutan ini pun ramai melanda wilayah Buru Selatan.
Melalui Wakil Ketua Komisi II, La Ari Wally, Sabtu,(6/12/2025). DPRD menilai bencana Sumatera merupakan peringatan sekaligus alarm kewaspadaan bagi Buru Selatan
” Hutan di Sumatera itu rusak ekosistemnya karena ditebang secara besar besaran oleh perusahan-perusahan untuk kepentingan HPH, industri dan perkebunan. dampaknya terjadi hari ini lewat bencana yang melanda 3 provinsi di Sumatera. Bursel juga harus waspada, ini alarm peringatan untuk kita” Ucap Kader PKB ini.
Menurut Ari, maraknya pembabatan hutan di Buru Selatan cepat atau lambat beresiko untuk terjadinya bencana.
” Kita tidak mengada-ngada, ini serius, wilayah Bursel kecil begini sementara tiap saat 4 perusahan HPH terus membabat hutan-hutan kita. Mulai dari PT Nusa Padma di Kepala Madan, Perusahan Terkuri, Perusahan milik Feri Tanaya di Tifu, Fena Fafan dan Wamkana, Hingga Panca Karya di Waesama. Ini bahaya besar sedang mengintai kita, mengintai masyarakat kita tanpa disadari” jelasnya dengan nada prihatin.
BUPATI BURSEL HARUS BERANI LINDUNGI MASYARAKAT
Nahdliyin Muda dari Kaki Gunung Kepala Madan ini pun menegaskan bencana Sumatera hendaknya dimanfaatkan sebagai momentum kemanusiaan untuk mengakhiri pembabatan hutan di Buru Selatan.
Lebih jauh, dirinya mengajak Bupati Bursel untuk berani bertindak demi melindungi masyarakat.
–Baca Juga : Bursel Dijuluki Kabupaten1000 Plt; DPRD Soroti Kemampuan Bupati Kelola Birokrasi
Menurutnya kini usai bencana Sumatera, maka di aras nasional sudah ada lampu hijau dari Presiden Prabowo untuk hal ini maka jangan lagi ragu dan takut.
” DPRD minta agar Bupati Bursel berani bertindak demi lindungi masyarakat, caranya dengan mengeluarkan larangan untuk menghentikan operasi perusahan-perusahan HPH yang membabat hutan-hutan kita” Ucap Wakil Rakyat dapil Leksula -Kepala Madan ini
Dia mengaku bila Bupati ada niat itu, maka Komisi II DPRD mendukung penuh.
Bekas pengurus pusat PMII masa khimad 2015-2017 ini mengingatkan sebaiknya jauh-jauh hari Pemda mengambil langkah tegas.
” jangan sampai bencana sudah terjadi baru mulai sibuk mempersalahkan dan mengutuki sana-sini.Padahal terlambat, Rakyat sudah jadi korban” tutupnya.(*)






