ADD Cair Tapi Guru TK Kai Wait Desa Kamlanglale Tak Digaji Selama 8 Bulan

PJ Kades Bilang Sabar Saja, Bendahara Bilang Tidak Tahu

Namrole,Fordatanews.com._Perayaan hari Guru tahun 2025 baru saja usai dilaksanakan dengan gegap gempita, tapi nestapa dunia pendidikan terus membelenggu dan tak kunjung usai.

Di jantung Namrole, Desa Kamlanglale yang hanya berjarak sekitar 1 kilo meter dari Kantor Bupati Buru Selatan. Derita 5 orang Guru Honorer Taman Kanak-Kanak (TK) Kai Wait terus mengalir hingga penghujung tahun 2025.

—Baca Juga : Pansus Bongkar Dugaan Praktek Jual Beli Jabatan Kepsek Di Buru Selatan

Selama 8 bulan, mereka mengaku tak digaji.

” Kami mengeluh karena belum dapat gaji sejak bulan 4 sampe bulan 12 ini “. Ungkap sumber terpercaya.Rabu, 3 Desember 2025.

Sumber ini menuturkan setiap mereka bertanya kepada Penjabat (Pj) Kepala Desa Kamlanglale, sang kades selalu menyatakan “Iya sudah mau cair, tenang saja gaji sudah mau keluar, ADD sudah mau cair”.

ADD SUDAH CAIR- BENDAHARA MENGAKU TAK TAHU

Tak puas dengan jawaban Pj Kades Jami Latbual, para Guru TK ini pun melakukan penelusuran ke berbagai sumber untuk memastikan kebenaran akan cair tidaknya Alokasi Dana Desa (ADD) 2025 yang menjadi sumber pengupahan bagi keringat pengabdian mereka.

Hasilnya mereka menemukan sejumlah fakta bahwa ternyata pencairan ADD sudah terjadi.

“Katong cek di dinas PMD, ADD par desa-desa semua sudah cair bahkan mau masuk ke pencairan tahap 3″ ungkap sumber ini.

Sumber lain kepada media ini menuturkan Guru-guru TK di desa lain pun sudah menerima gajinya, hanya di TK Kaiwait Kamlanglale saja yang belum.

Selain itu di Bantuan Langsung Tunai (BLT) juga telah disalurkan, pertanda ADD sudah cair.

Nestapa para Guru di TK Kai Wait ini sepintas bagai peribahasa lama ” Sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Bila jawaban Pj Kades seolah memberi harapan palsu , maka Bendahara Desa yang bertugas mengelola keuangan desa jauh lebih parah. Dia mengaku tak tahu menahu mengenai gaji 5 orang Guru TK Kai Wait.

” Bendahara bilang dia tidak tahu gaji Guru dan dia tidak makan gaji guru” ungkap Sumber lain.

Mereka juga mengeluhkan keterlambatan ini baru terjadi sekarang ini.

” Dulu waktu Pj Kades yang lama, Guru TK tarima lancar. Nanti jaman Pj Kades Jami Latbual yang baru ini Guru TK menderita sampe 8 bulan tar tarima gaji”. Ungkap sumber lain via telpon, Rabu (3/12/2025).

BUPATI DIMINTA JANGAN TUTUP MATA

Terhadap hal ini, sumber juga meminta agar Bupati La Hamidi membuka mata hatinya, sebab Pj Kades ini ditunjuk olehnya.

” Mestinya Bupati jua tolong tegur atau perintah pj kades itu, sebab beliau yang tunjuk dia jadi Pj akhirnya katong pung guru-guru TK tarima nasib. Karena pj kades lama seng model ini dalam kelola keuangan” Ungkap Sumber.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan RI, TK Kai Wait berstatus swasta dengan NPSN nomor 70004710. Ia Berdiri tanggal 16 Maret 2020 dengan SK Pendirian Sekolah nomor  420.1/183/PEND-BS/2020.

Sejak tanggal 16 Maret 2020, Telah memiliki Izin Operasional lewat SK Nomor 420.1/183/PEND-BS/2020.

Untuk diketahui, gaji tiap bulan yang diterima oleh tiap Guru TK Kai Wait sebesar rp 500.000,-. Selama 8 bulan mereka belum menerimanya. Artinya ada Rp 4 juta yang harus diterima oleh tiap guru TK Kai Wait.

Sementara ada 5 orang tenaga guru di TK itu sehingga total alokasi anggaran untuk menuntaskan hak-hak para guru honorer ini sebesar Rp 20 juta.(*).