Nama Organisasi Dicatut dalam Isu Dana PDAM, Pemuda Katolik Tanimbar Siap Tempuh Jalur Hukum

SAUMLAKI, FordataNews.com – Isu dugaan penggerogotan kas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepulauan Tanimbar semakin memanas dan mulai menyeret berbagai nama.

Di tengah pusaran polemik tersebut, organisasi Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kepulauan Tanimbar mendadak terseret setelah namanya disebut dalam rekaman suara yang beredar di ruang publik.

Ketua Pemuda Katolik Komcab Kepulauan Tanimbar, Cansus Layan, bereaksi keras atas pencatutan nama organisasinya. Ia menegaskan bahwa organisasi tersebut tidak pernah terlibat dalam konflik personal maupun manuver yang berkaitan dengan polemik dana kas PDAM.

“Pemuda Katolik adalah organisasi yang bergerak untuk kepentingan publik, bukan untuk mencampuri konflik pribadi antar individu. Jika ada pihak yang mencatut nama organisasi untuk kepentingan tertentu, itu jelas tindakan yang tidak dapat ditoleransi,” tegas Cansus dalam pernyataan resminya.

Pernyataan itu muncul setelah beredar kabar tentang adanya rekaman suara yang menyebut nama Pemuda Katolik dalam isu dugaan penyimpangan dana PDAM.

Rekaman tersebut disebut-sebut menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat, bahkan memicu spekulasi liar mengenai keterlibatan sejumlah pihak. Namun hingga kini, keaslian rekaman tersebut belum pernah diuji secara terbuka.

Cansus justru menantang siapa pun yang memiliki rekaman itu agar menyerahkannya secara resmi kepada organisasi. Langkah ini, kata dia, penting untuk memastikan apakah benar ada pihak yang mencoba memanfaatkan nama Pemuda Katolik dalam pusaran isu tersebut.

“Jika ada yang memiliki rekaman itu, silakan disampaikan kepada kami. Ini penting untuk evaluasi internal dan untuk memastikan tidak ada pihak yang menyalahgunakan nama organisasi,” ujarnya.

Di tengah kegaduhan isu tersebut, nama Devota Rerebai turut disebut-sebut dalam pemberitaan. Namun Ketua Pemuda Katolik Komcab Kepulauan Tanimbar menegaskan bahwa berdasarkan data pengkaderan organisasi, Devota tidak tercatat sebagai kader Pemuda Katolik.

Temuan itu membuat organisasi mengambil sikap tegas. Cansus mengaku telah berkoordinasi dengan moderator organisasi serta pengurus Pemuda Katolik tingkat daerah di Maluku untuk menyiapkan langkah lanjutan jika benar ada pihak yang membawa nama organisasi dalam polemik tersebut.

“Jika benar suara dalam rekaman itu milik yang bersangkutan dan mencatut nama organisasi, maka kami meminta klarifikasi segera. Jika tidak, kami akan menempuh langkah sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

Meski menolak keras pencatutan nama organisasi, Pemuda Katolik justru menyatakan tidak menutup mata terhadap substansi isu yang beredar.

Jika benar terdapat dugaan penyimpangan dana kas PDAM, organisasi tersebut menyatakan siap ikut mengawal pengungkapan fakta secara hukum.

Bahkan, melalui tim hukumnya, Pemuda Katolik membuka kemungkinan melakukan pengkajian mendalam terhadap penggunaan dana kas PDAM apabila terdapat bukti kuat.

“Jika ada bukti yang menunjukkan indikasi kerugian negara, itu bukan lagi sekadar persoalan individu. Itu adalah kepentingan publik yang harus diungkap secara terang,” ujar Cansus.

Ia menegaskan bahwa sikap organisasi tetap berada pada garis penegakan hukum dan kepentingan umum (pro bono publico), bukan untuk melayani sentimen atau kepentingan pribadi pihak mana pun.

“Pemuda Katolik berdiri untuk kebenaran. Jika ada penyimpangan dalam pengelolaan kas PDAM, maka itu menjadi tanggung jawab bersama untuk dikawal hingga tuntas,” pungkasnya.

Baca Juga :

Seret Direktur PDAM Tanimbar ke Polisi, Jimmy Afaratu Tempuh Jalur Hukum

Seret Direktur PDAM Tanimbar ke Polisi, Jimmy Afaratu Tempuh Jalur Hukum

Di tengah kabut isu yang terus bergulir, satu hal menjadi jelas. Polemik dugaan penggerogotan kas PDAM Kepulauan Tanimbar kini tidak lagi sekadar isu internal perusahaan daerah, tetapi telah berubah menjadi perhatian publik yang berpotensi menyeret lebih banyak pihak jika tidak segera diungkap secara transparan. (*)