BEIJING, FordataNews.com – Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerja sama kesehatan global.
Hal itu tercermin dari kehadiran Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dr. Irene, dalam perayaan Tahun Baru Imlek yang diselenggarakan oleh SINOVAC di Beijing, Kamis (12/2/2026).

Kehadiran Wakil Dubes RI dalam acara tersebut tidak sekedar bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperluas dialog dan kolaborasi internasional di sektor biomedis.
Acara Imlek SINOVAC dihadiri sejumlah duta besar serta diplomat senior dari berbagai negara mitra yang membahas perkembangan industri bioteknologi dan peluang kerja sama kesehatan ke depan.

SINOVAC sendiri merupakan perusahaan bioteknologi terkemuka asal Tiongkok yang bergerak di bidang penelitian, pengembangan, dan produksi vaksin.
Perusahaan ini memiliki peran penting dalam sejarah penanggulangan pandemi COVID-19 di Indonesia, khususnya pada fase awal pandemi, sebagai salah satu mitra utama penyedia vaksin bagi program vaksinasi nasional.
Dalam forum tersebut, Indonesia menjadi satu-satunya negara perwakilan dari kawasan Asia yang diberikan kesempatan menyampaikan sambutan.
Wakil Dubes RI dr. Irene menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi dan kemitraan strategis yang telah terjalin antara Indonesia dan SINOVAC.

“Sejak masa paling awal pandemi COVID-19, SINOVAC telah menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam mendukung upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Kerja sama ini dibangun atas dasar kepercayaan dan tanggung jawab bersama,” ujar dr. Irene.
Lebih lanjut, dr. Irene menegaskan bahwa Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, tidak hanya dalam konteks penanganan pandemi, tetapi juga dalam pengembangan riset dan inovasi vaksin yang berkelanjutan.
Menurutnya, kerja sama Indonesia–SINOVAC memiliki potensi besar untuk diperluas ke bidang riset dan pengembangan vaksin, penguatan ekosistem industri kesehatan nasional, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kerja sama ini tidak hanya relevan dalam situasi krisis kesehatan, tetapi juga strategis untuk membangun kesiapan bersama menghadapi berbagai ancaman kesehatan masyarakat di masa depan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya transfer pengetahuan dan penguatan kapasitas nasional melalui kolaborasi riset dan inovasi yang telah dan sedang dijalankan oleh SINOVAC.
Kerja sama tersebut dinilai dapat menjadi instrumen strategis bagi Indonesia dalam memperkuat institusi riset, pengembangan bioteknologi, serta kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan.
Dalam konteks global, investasi pada riset, inovasi, dan kolaborasi internasional dipandang sebagai kunci untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional sekaligus berkontribusi pada keamanan kesehatan global.

Ke depan, Indonesia berharap kerja sama dengan SINOVAC dapat terus diperluas dan memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi upaya peningkatan kesehatan masyarakat di tingkat regional dan internasional.
Sementara itu, Chairman SINOVAC, Yin Weidong, bersama jajaran eksekutif perusahaan menyambut baik kehadiran serta gagasan yang disampaikan Wakil Duta Besar RI.
Baca Juga :
Santan Kelapa dan Kopi Indonesia Kuasai Pasar Tiongkok, Dubes RI Resmikan Gerai ke-30 Ribu Luckin Coffee
SINOVAC menyatakan komitmennya untuk terus menjajaki peluang kerja sama dan investasi jangka panjang dengan Indonesia di sektor kesehatan. (*)






