Ambon,Fordatanews.com _ Perjalanan Jemaat GPM Hutumuri hampir memasuki usia 2 Abad. Tantangan pelayanannya pun semakin kompleks saat ini.
Kompleksitas itu tergambar dalam Pidato Ketua Majelis Jemaat GPM Hutumuri Pdt. Johanis Colling, Minggu (8/02/2026). Saat acara pembukaan Sidang Jemaat ke 46 itu.
Secara khusus, dirinya menyampaikan gumulan Jemaat terhadap tanah-tanah milik jemaat GPM Hutumuri yang belum mendapatkan legalitas.
” Satu hal yang masih dalam pergumulan gereja saat ini adalah tanah-tanah milik jemaat GPM Hutumuri yang masih terus digumuli bersama dan menjadi pokok doa bagi gereja ini untuk mendapatkan legalitas” Ucap Pdt Colling
Dijelaskannya, upaya yang ditempuh selalu menemui hambatan dan kesulitan untuk mendapatkan sertifikat terutama SD Kristen YPPK Sitanala.
Hal ini berdampak pada anak-anak didik karena berhubungan dengan akreditasi sekolah.
Selain memaparkan realitas bergereja secara umum serta hubungannya dengan tema dan sub tema GPM. Bekas MPH Sinode ini pun tak lupa mengutip isi pidato Ketua Sinode GPM pertama Ds.J.E.Stap pada 6 September 1935.
“ Hendaklah kamu berdiri tetap dalam kemerdekaan yang dengannya Al-Maseh sudah memerdekakan kami”. Kata Colling
Dia menyebut kutipan ini sepertinya diangkat dari Kitab Galatia 5 : 1, yakni kata-kata Paulus kepada jemaat di Galatia.
WALI KOTA AMBON MINTA JEMAAT PERKUAT PERSEKUTUAN
Sementara itu, Pemerintah Kota Ambon yang diwakili oleh Kadis Pemadam Kebakaran Alfredo Hehamahua, berkesempatan menyampaikan arahan Wali Kota Ambon.
Wali Kota menyampaikan melalui persidangan ini Gereja dipanggil untuk membaca tanda-tanda zaman, memahami kebutuhan umat serta merumuskan langkah-langkah pelayanannya.
Dalam arahannya Wali Kota menyadari saat ini masyarakat menghadapi berbagai persoalan kontekstual seperti tekanan ekonomi, keterbatasan lapangan kerja, tantangan pembinaan generasi muda, persoalan lingkungan hidup dan persampahan serta kebutuhan untuk merawat kerukunan dan persaudaraan ditengah masyarakat yang mejemuk.
Meskipun sarat tantangan namun Wali Kota meminta agar Jemaat Hutumuri semakin memperkuat persekutuan melalui pelayanan pastoral dan diakonia, menumbuhkan semangat gitong royong, serta membina generasi muda agar memiliki iman yang kokoh, karakter yang baik serta semangat untuk berkontribusi bagi pembangunan Kota Ambon.
Diakhir arahannya yang dibacakan Kadis Pemadam Kebakaran, Wali Kota berharap agar persidangan Jemaat Hutumuri ke 46 berlangsung dengan baik.
” Mengakhiri sambutan ini, saya berharap agar persidangan ke 46 Jemaat GPM Hutumuri dapat berlangsung dengan baik, menghasilkan keputusan-keputusan yang bijaksana, serta melahirkan program pelayanan yang semakin memperkuat persekutuan jemaat dan kesaksuan Gereja di tengah masyarakat” tutupnya.
MPK PULAU AMBON TIMUR : SIDANG JEMAAT MENETAPKAN ARAH DAN LANGKAH BERGEREJA
Majelis Pekerja Klasis (MPK) Pulau Ambon Timur yang hadir dalam Sidang Jemaat Hutumuri ke 46 diwakili oleh Penatua Jimmy Sitanala.
Dalam arahannya, selain menyoroti tantangan bergereja saat ini, Sitanala juga menyebut sidang jemaat akan menetapkan arah dan langkah bergereja.
” Sidang Jemaat Tahun 2026 merupakan sidang kedua dalam masa pelayanan Majelis Jemaat 2025-2030, sekaligus sidang yang akan menetapkan arah dan langkah bergereja lima (5) tahun kedepan” ucapnya.
MPK bersyukur atas terselenggaranya sidang jemaat GPM Hutumuri ke 46.
” Kita bersyukur sebab dalam komitmen yang kuat dan spirit untuk berjalan bersama, dengan segala keterbatasan dan kelemahan yang dimiliki telah membuktikan bahwa jika kita sehati maka segala kesulitan dan pesimisme dapat dihalau” Kata Sitanala.
Pimpinan klasis menyampaikan rasa terima kasih yang dalam kepada Majelis Jemaat bersama semua badan penyelenggara pelayanan di jemaat dan secara khusus kepada Tim Litbang Jemaat yang telah dengan sungguh-sungguh bekerja keras.
” Kita telah berproses melalui pelatihan, pendampingan demi pendampingan, proses-proses presentasi di Klasis hingga Uji Publik dokumen RPPJ-Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat. Kini, dalam Sidang Jemaat ini kita bersyukur sebab kerja keras kita akhirnya berbuah hasil dengan akan ditetapkannya RPPJ sebagai dokumen iman, biarkah Allah Sang Kepala Gereja memberkati semua kerja-kerja dan dedikasi nan tulus yang telah ditoreh oleh Bapak-Ibu sekalian” ungkap MPK Sitanala.
Selepas itu, Sitanala langsung membuka secara resmi persidangan Jemaat Hutumuri ke 46, lewat pukulan gong.
DIIKUTI 165 PESERTA
Untuk diketahui, Sidang Jemaat Hutumuri ke 46 ini dijadwalkan berlangsung selama sehari. Dan dihadiri oleh 165 peserta yakni 49 peserta unsur Majelis Jemaat, peserta biasa utusan 11 sektor sebanyak 77, peserta luar biasa sebanyak 37.
Adapun MPK Pulau Ambon Timur mengutus dua peserta yakni Pdt Jhon Souissa dan Penatua J. Sitanala.
Dalam acara pembukaan, terlihat kehadiran Camat Leitimur selatan yang diwakili Plh Kasubag Perencanaan, Vin Waas. Kapolsek Leitimur Selatan serta Kepala BLUD UPT Puskesmas Hutumuri.
Selain itu hadir juga Raja Negeri Hutumuri, Ketua Saniri Negeri Hutumuri, Pimpinan Organisasi Sosial (Orsos) di Negeri Hutumuri, Koperasi KSP Senyum Lestari, Kepsek dari TK, SD Inpres 52 Lawena, SD Kristen Hutumuri SMP Negeri 8 serta SMA Negeri 8 Hutumuri.(*)






