Dihantam DPRD, Kadis Kesehatan Bursel Akui Dana KB 1,9 M Sudah Dipakai Bendahara

Ketua DPRD Perintahkan Semua Fraksi Lapor Polisi

Ambon,Fordatanews.com _ Walau belum setahun Yurdin jadi Kadis Kesehatan Bursel, Namun berkali-kali sudah ulahnya telah merugikan daerah.

Tahun 2025, 1 unit mobil Ambulance Puskesmas Waekatin,Fena-Fafan. raib karena menunggu tanda tangan elektroniknya yang ditolak sistim e-katalog 6.0.

—Baca Juga :  Terburuk Sepanjang Sejarah, DPRD Minta Bupati La Hamidi Segera Copot Kadis Kesehatan Bursel.

Sistim itu menolak karena Yurdin selaku PPK bukan ASN Bursel tapi ASN Pemprov Maluku, anehnya ia tak mau mengganti PPK hingga batas waktu berakhir.

Tahun lalu juga, Untuk pertama kalinya Bursel gagal dalam pengusulan DAK Kesehatan. Akibatnya tahun 2026 ini, DAK Kesehatan Bursel 0 rupiah.

Terkini, Pada Jumat (6/02/2026), Yurdin dengan entengnya mengaku di hadapan rapat lintas komisi DPRD Bursel bahwa dana KB 2025 sebesar rp 1,98 Miliar telah dipakai oleh Bendahara Dinas Kesehatan.

” Dana KB itu sudah cair tapi bendahara  ada pake akang, Nanti dia ganti” Ucapnya dengan enteng.

KADIS BILANG TIDAK TAHU- DPRD MURKA

Selain mengakui uang KB rp 1,9 M telah dipakai Bendahara, Yurdin menegaskan dirinya sama sekali tak tahu menahu tentang penggunaan dana jumbo tersebut.

” Saya sama sekali tidak tahu menahu soal penggunaan dana KB itu” akunya di DPRD Bursel.

Mendengar jawaban Kadis, Mayoritas anggota DPRD Bursel yang ikut rapat pun langsung naik pitam.

Anggota Komisi I Bernadus Wamese spontan menghantam Yurdin dengan murkanya.

” Anda ini bicara macam anak kacil saja, ini uang negara” Teriak Wamese.

Selain itu, Politisi Perindo ini menuding Yurdin hadir di Bursel hanya untuk memperkaya diri.

“Masa jadi kadis seng tahu apa-apa, sementara dana ini cair anda yang tanda tangan SPM,. Berarti anda datang cuma par rampok saja di Bursel ” Hantamnya.

KETUA DPRD PERINTAHKAN SEMUA FRAKSI LAPOR POLISI

Bernadus Wamese yang dikonfirmasi, Sabtu (7/02/2025), membenarkan peristiwa yang terjadi dalam rapat lintas komisi DPRD Bursel.

Dirinya geram dengan kinerja Kadis Kesehatan Bursel yang mengaku tidak tahu menahu mengenai penggunaan dana jumbo 1,9 Miliar.

” Masa dia bilang uang 1,9 Miliar itu bendahara su pake, nanti dia ganti. Katanya bendahara su tanda tangan pernyataan untuk ganti uang. Ini kan gila namanya” sesalnya.

Ketua DPC Partai Perindo Bursel ini pun menyebut Ketua DPRD Bursel telah memerintahkan semua Fraksi untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan uang negara ini kepada pihak Kepolisian.

” Perkembangan terkini, Ketua DPRD Bursel sudah perintahkan semua fraksi untuk lapor masalah ini ke Polisi” bebernya.

Di DPRD Bursel sendiri ada 4 Fraksi, Yakni PDI Perjuangan, PAN (PAN dan Golkar) , Fraksi PPB (Perindo,PKB,PPP) dan Fraksi Demokrasi Untuk Kesejahteraan (Nasdem, Demokrat,PKS).

HADIRKAN BENDAHARA- RAPAT DITUNDA SENIN DEPAN

Forum rapat kemudian menghendaki kehadiran bendahara dinas kesehatan Ongen Tomnusa. Yurdin diminta untuk menghubungi dan mencarinya.

Namun, Ongen Tomnusa tak berhasil dihubungi dan ditemukan oleh Yurdin.

” Dia pung nomor mati bapa dewan” Ucap Yurdin.

Pimpinan rapat kemudian mengskorsing rapat dengan dinas kesehatan hingga Senin,9 Februari 2026.

Adapun agenda Senin nanti adalah mendengar keterangan bendahara dan Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinkes Bursel.

Untuk diketahui, pada tahun 2025 anggaran bidang KB Dinkes Bursel sebesar rp 1,98 M.

Dana jumbo ini tak diterima satu rupiah pun oleh 6 balai KB yang ada di 6 kecamatan se-Bursel.

Guna memastikan kemana rimbanya dana itu, maka kita nantikan jawaban bendahara dan Kabid KB hari Senin nanti di Gedung DPRD Bursel (*).