AMBON, FordataNews.com – Skema pertahanan negara kini tak lagi bertumpu semata pada prajurit aktif. Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan TNI secara resmi diposisikan sebagai bagian dari Komponen Cadangan (Komcad) dan dituntut memiliki kesiapsiagaan dasar, termasuk kemampuan menggunakan senjata api.
Langkah konkret itu terlihat di Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX, yang membekali ASN dengan latihan menembak laras panjang di Lapangan Tembak Telaga Kodok, Kota Ambon, Maluku, Kamis (29/1/2026).

Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., menegaskan, keterlibatan ASN dalam sistem pertahanan merupakan amanat regulasi, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, serta diperkuat melalui Surat Edaran Menpan-RB Nomor 27 Tahun 2021.
“ASN di lingkungan TNI merupakan bagian dari Komponen Cadangan yang bersifat sukarela. Mereka harus dibina dan disiapkan agar mampu mendukung komponen utama pertahanan negara,” tegas Dankodaeral IX saat meninjau latihan.
Latihan menembak ini menjadi bagian dari program Minggu Militer Kodaeral IX, yang dirancang untuk membentuk disiplin, kesiapan mental, serta kesamaptaan fisik ASN.

Materi latihan meliputi teknik dasar menembak, penggunaan amunisi tajam, serta penegakan prosedur keamanan secara ketat.
Sebelum latihan dimulai, seluruh peserta menerima safety briefing dari instruktur, mengingat latihan menggunakan peluru tajam dan menuntut kepatuhan penuh terhadap tata tertib lapangan tembak.
Instruktur juga membekali peserta dengan teknik NABITEPI (Napas, Bidik, Tekan, Picu) sebagai fondasi dasar menembak untuk mencapai akurasi maksimal. Prinsip pengendalian diri menjadi penekanan utama dalam setiap sesi.

“Tarikan picu itu meremas, bukan menghentak,” tegas pelatih kepada 49 ASN Kodaeral IX yang mengikuti latihan.
Dalam latihan ini, peserta menggunakan senapan jenis SS1-V4 produksi PT Pindad yang merupakan senjata standar yang menuntut disiplin, ketenangan, serta pemahaman teknis yang baik.
Dankodaeral IX menegaskan, Minggu Militer dilaksanakan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut, bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan pembinaan berkelanjutan untuk membentuk karakter ASN yang tangguh, sigap, dan selaras dengan kultur kerja TNI Angkatan Laut.

“Peningkatan kondisi fisik dan mental setelah Minggu Militer harus menjadi penunjang utama dalam pelaksanaan tugas di satuan masing-masing,” ujarnya.
Baca Juga :
Perkuat Pertahanan Perbatasan Timur, Pejabat Kodaeral IX Lepas KRI Teluk Bintuni-520 dukung Operasi Trisula Jaya
Latihan tersebut turut dihadiri Wakil Komandan Kodaeral IX Laksamana Pertama TNI Dr. Muhammad Risahdi, Inspektur Kodaeral IX, para Pejabat Utama, serta para Kepala Satuan Kerja jajaran Kodaeral IX. (*)






