AMBON, FordataNews.com _ Langkah Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena yang mempolisikan Mujahidin Buano ke Polda Maluku, dikiritisi dengan serius oleh KNPI Kota Ambon.
—-Baca Juga : Wali Kota Ambon Meradang Menerjang, Utus Kuasa Hukum Polisikan Mujahidin Buano
Melalui lidah Sekretaris DPD KNPI Kota Ambon, Wilson “Bravo” Rahayaan. Wattimena dinilai anti kritik dan tak berjiwa seorang Negarawan
“Kita kalau jadi pemimpin dan pegang kuasa maka harus bisa belajar untuk bersabar. Semua bentuk kritik yang dialamatkan kepada kita sesungguhnya adalah cobaan juga tantangan dalam kepemimpinan. Nah KNPI menilai Wali Kota Ambon telah menunjukan bentuknya sebagai seseorang yang Anti Kritik dan tidak berjiwa negarawan” Ungkap Wilson, Rabu (28/01/2026).
KNPI merasa heran, sekelas Wali Kota Ambon yang matang dalam Birokrasi namun begitu terganggu dengan sebuah Flyer yang tagline-nya bertuliskan Tangkap dan Penjarakan.
” Beliau kan matang secara pengalaman Birokrasi, Tapi anehnya terganggu dengan tagline Tangkap dan Penjarakan dari Mujahidin Buano. Nah ada apa sebetulnya ini” Bebernya
BERBAHAYA BAGI NYAWA DEMOKRASI
Wilson kemudian mencontohkan bagaimana Majalah Time pernah menulis ” Soekarno Tak Bisa Melihat Rok Wanita Tanpa Bernafsu” dan berbagai hal jelek lain padanya. Namun Soekarno tak sekalipun menyewa pengacara untuk menuntut majalah itu di depan hukum Amerika.
” Majalah Time dulu sikat Soekarno, mereka tulis Soekarno tak bisa melihat rok wanita tanpa bernapsu dan hal-hal jelek lainnya, tapi tak pernah Soekarno sewa pengacara untuk tuntut majalah ini ke depan meja hijau Amerika. Nah ini dengan Tagline Tangkap dan Penjarakan saja Wali Kota curhat di FB dan utus pengacara lapor di Polda. Sikap Wali Kota ini sebetulnya adalah sebuah gejala berbahaya bagi nyawa demokrasi di Kota Ambon dan Maluku”, sesalnya.
TIPIS TELINGA KALA BISIKAN TIM SUKSES
Wilson mengingatkan Wali Kota Ambon agar jangan terpengaruh dengan bisikan pihak-pihak lain yang pada akhirnya mereduksi kualitas kepemimpinannya
” Pak Wali ini bagus, cuma talinga tipis kalo dengar masukan dari tim-tim sukses. Akhirnya tren positif pak Wali Kota sebagai harapan baru dalam arak-arakan transformasi kepemimpinan Maluku ke depan menjadi rusak karena hari ini sudah jadi seorang yang anti kritik dan tidak berjiwa negarawan” Cetusnya.
Sekretaris yang mendampingi Ketua KNPI Kota Ambon Goenawan Mochtar ini pun menyampaikan, sikap Wali Kota ini akan terus diingat dalam lembaran sejarah aktivis di Maluku sebagai bukti bahwa di puncak kekuasaan kota Ambon telah lahir seorang Wali Kota Anti Kritik.(*)






