Ambon  

Perkuat Pertahanan Perbatasan Timur, Pejabat Kodaeral IX Lepas KRI Teluk Bintuni-520 dukung Operasi Trisula Jaya

AMBON, FordataNews.com – TNI Angkatan Laut terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas keamanan nasional, khususnya di wilayah perbatasan timur Indonesia.

Hal ini ditandai dengan keberangkatan Kapal Republik Indonesia Teluk Bintuni (KRI TBN) 520 menuju daerah operasi Papua dalam rangka mendukung Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua New Guinea (Satgas Pamtas RI–PNG) Mobile Tahun 2026, Minggu (11/1/2026) malam, dalam pelaksanaan Operasi Trisula Jaya 2026.

Setelah sehari sandar di Dermaga Ksatrian Tawiri, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX, Kota Ambon, Provinsi Maluku untuk melaksanakan pengisian ulang logistik, unsur KRI jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) binaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) 2 Surabaya ini kembali melanjutkan pelayaran strategis menuju wilayah operasi.

Keberangkatan KRI Teluk Bintuni-520 yang dikomandani Letkol Laut (P) Budi Utomo tersebut dilepas oleh sejumlah pejabat Kodaeral IX, di antaranya Kepala Dinas Perbekalan (Kadisbek) Kodaeral IX, Kepala Dinas Hidro-Oseanografi (Kadisyahal) Kodaeral IX, serta Tim Merplug Kodaeral IX.

Dalam pelaksanaan Operasi Trisula Jaya-26, KRI Teluk Bintuni-520 mengemban tugas strategis sebagai unsur dukungan angkutan laut, yang berperan vital dalam pergeseran personel dan material tempur Satgas Pamtas RI–PNG Mobile.

Dukungan ini menjadi bagian penting dari sistem pertahanan negara dalam memastikan kesiapsiagaan pasukan serta kesinambungan logistik di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan geografis tinggi.

Di tempat terpisah, Komandan Kodaeral IX, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., menegaskan bahwa operasi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan wilayah serta mengamankan jalur perbatasan dari berbagai potensi ancaman.

“Keberhasilan operasi angkutan laut ini sangat menentukan efektivitas pengamanan perbatasan. Oleh karena itu, seluruh prajurit agar mengedepankan profesionalisme, keselamatan personel dan material, serta mematuhi prosedur operasi guna mewujudkan pelaksanaan tugas yang aman dan zero accident,” tegasnya.

Baca Juga :

Dankodaeral IX Pimpin Upacara Sertijab Danpom Kodaeral IX

Dankodaeral IX Pimpin Upacara Sertijab Danpom Kodaeral IX

Keberangkatan KRI Teluk Bintuni-520 sekaligus menegaskan peran strategis TNI AL sebagai penyangga utama pertahanan maritim nasional, yang tidak hanya menjaga wilayah laut, tetapi juga memastikan stabilitas dan keamanan kawasan perbatasan darat melalui dukungan lintas matra yang terintegrasi. (*)